
Kini keluarga besar Najwa datang ke acara resepsi pernikahan Bilal dan arsi. pondok pesantren hanya di hias dengan sederhana, tamu banyak sekali berdatangan dari beberapa pondok manapun. para kiyai sahabat dari Abah Hasan juga kiyai Umar karena mereka memang bersaudara.
Zahra juga ikut ke sana tapi Najwa tak ikut dalam kerumunan pesta ia hanya di letakkan di rumah kiyai Hasan bersama suster dan Rafa. Dokter memerintahkan jika Zahra lebih banyak istirahat, karena tak tega meninggalkan Zahra hanya di rumah saja Faras dan keluarga nya membawa Zahra untuk ikut serta ke rumah Abah Hasan. Acaranya hanya pengajian saja dan di sisi oleh kiyai Rahman, pemilik pondok pesantren Al fath tempat di mana dulu Abah Hasan dan kiyai Umar menuntut ilmu.
" MasyaAlloh Faras kamu ada di sini". seorang sahabat semasa ia sekolah di turki bertemu di acara tersebut.
" iya Abah Hasan paman dari istriku".
" MasyaAlloh kamu datang juga bersama istrimu Faras, berapa istrimu". Faras terkejut kenapa temannya menanyakan berapa jumlah istri nya. biasanya yang ditanya itu jumlah anaknya.
" istri " ucap Faras gugup.
" iya Faras, aku datang hanya dengan satu istri. kedua istri ku yang lainnya sedang datang ke undangan yang lainnya. karena kiyai Hasan adalah guruku dan umi Aisah adalah saudar istriku jadi aku menemani hadir di sini bersama istri pertama ku. berapa istrimu Faras , jangan bilang hanya satu". glek...ya ampun ternyata masih ada temannya yang punya istri lebih banyak dari Faras.
" aku punya dua istri yang satu sedang istirahat di dalam ".
" wah kamu laki-laki sejati Faras, laki-laki sejati itu harus punya istri lebih dari satu". Faras mengerutkan keningnya bagaimana bisa temannya mempunyai pendapat seperti itu.
" jangan heran faras, wanita di ciptakan lebih banyak dari pada laki-laki dan kita boleh menikahi lebih dari satu wanita. itu tidak di larang oleh ajaran agama kita".
" maaf habib aku tak sependapat dengan mu begitupun dengan pembaca, laki-laki sejati itu yang hanya mencintai satu wanita saja dan akan hidup hanya dengan satu wanita hingga akhir hayat nya. Memiliki istri lebih dari satu itu adalah pengecualian jika ada udzur yang memang kita harus menikahi nya".
" jadi pernikahan mu dan istri-istri mu". tanya habib.
" jika karena bukan suatu hal aku tak akan menikahi wanita lain, meski akhirnya aku sekarang mencintai kedua istriku." Faras menggantungkan ucapannya ia merasa kesal dengan habib seperti tidak menghargai wanita.
__ADS_1
" aku permisi ya habib maaf aku ingin bergabung dengan keluarga ku yang lain". Faras lalu berjalan meninggalkan habib, jika tidak dalam acara itu rasanya ia ingin meninju habib. habib seakan tidak menghargai wanita, ia jadikan para istri-istrinya hanya untuk pemuasnya saja.
" kenapa mas" tanya Najwa ia mulai lelah.
" tak apa sayang, kamu kenapa. aku antar ke rumah paman saja yuk di sini begitu ramai. kamu istirahat ke sana saja ya." Najwa mengangguk kemudian ia berjalan ke rumah Abah, sebelumnya Najwa izin kepada umma dan baba nya.
acara di pondok itu sangat ramai, di selingi rebana dari para murid Abah Hasan sendiri. suara nyanyian nasyid menggema hingga ke seluruh pesantren. Bilal dan arsi bak permaisuri dan raja mereka cantik juga terlihat tampan. mematahkan semua ustadz yang masih jomblo, beberapa kali arsi di lamar oleh ustadz yang mengajar di pondok itu ataupun anak dari teman abahnya. namun arsi menolak dengan alasan ia belum mendapatkan jawaban dari shalat istikharah nya. Kini arsi menerima Bilal meski Bilal bukan dari keturunan keluarga kiyai, Bilal hanyalah laki-laki biasa yang menyandang sebagai dokter. itulah jawaban dari shalat istikharah arsi bahwa Bilal adalah yang terbaik menurut Allah.
Zahra duduk di dekat jendela ia mendengar kan nasyid yang di lantunkan, zahra sembari tersenyum menirukan nyanyian itu. ia merasa bahagia lusa perban dalam matanya akan segera di buka dan ia akan bisa melihat lagi. Zahra hanya membayangkan betapa meriahnya pesta pernikahan sepupu Najwa, dokter Bilal dan arsi. Faras dan Najwa datang mereka berdua saling pandang dan tersenyum melihat zahra nampak bahagia. telinga Zahra mendengar seperti ada derap langkah yang masuk ia tau jika itu suaminya tercium dari bau parfum suaminya.
" mas, acara belum selesai kenapa masuk. pasti ramai ya mas." Zahra nyengir ia berusaha berdiri ingin Salim. Faras menghampiri Zahra yang berusaha berjalan menemui Faras.
" sudah di situ saja Zahra kamu tidak boleh banyak bergerak dulu. kenapa tidak istirahat hmmm". Faras menuntun Zahra.
" mba Najwa tidak istirahat mas, bawa mba ke sini mas pasti ia lelah dengan perut besarnya". ucap Zahra yang perhatian dengan Najwa.
" mba ada di sini Zahra" Zahra tersenyum ia senang.
" ya sudah jika kamu masih ingin mendengarkan nasyid, mas antar Najwa dulu ke dalam biar istirahat".
" iya mas, Zahra mau di sini dulu". Najwa menitikkan air mata ia merasa kasihan melihat Zahra yang belum bisa melihat.
" Jangan menangis sayang, Zahra saja kuat menerima takdirnya. kita tidak boleh lebih lemah seharusnya kita harus lebih kuat untuk menguatkan Zahra."
" iya mas, maaf ". Faras dengan hati-hati menuntun najwa masuk ke dalam kamar. di baringkan nya tubuh Najwa ke ranjang, lalu Faras ikut naik.
__ADS_1
" mas tak kembali ke pesta". ..
" nanti sayang, tidurlah dulu setelah terlelap mas akan kembali ke pesta". Najwa lalu memejamkan matanya di bacakanya shalawat oleh Faras sembari mengelus perut Najwa. Setelah Najwa tertidur Faras lalu turun ia keluar menghampiri zahra yang masih berada di sana.
" kamu ingin mendekat ke pesta sayang". tanya Faras.
" tidak mas nanti ...".
" nanti kenapa mas tak akan malu, kamu istri mas yang kuat kenapa mas harus malu dengan matamu yang tak bisa melihat". Faras menuntun Zahra untuk ke depan.
" tapi mas..."
" tak apa jika hanya sebentar saja, stelah itu kita kembali ke sini".
Habib melihat Faras menuntun Zahra, ia terkejut melihat Zahra yang buta. Karena penasaran habib menghampiri, tapi habib terkesima melihat wajah Zahra yang sangat muda dan juga cantik.
" Faras dia itu istrimu".
" iya habib dia istriku". Zahra memegang lengan Faras tak ingin sebenarnya Zahra di akui oleh Faras sebagai istrinya karena mata buta nya namun dengan tegas Faras mengatakan jika Zahra istrinya.
" muda dan sangat cantik, ia tak bisa melihat".
" ia setelah kecelakaan istriku Zahra mengalami kebutaan. Ini sedang proses penyembuhan atas operasi donor mata, doakan ya lusa perbannya akan di buka dan istriku Zahra bisa melihat lagi". faras langsung melingkar kan tangannya di pinggang Zahra, ia tau jika habib sejak tadi memandang Zahra dengan intens. Zahra senang mendengar nasyid dengan sangat dekat dan jelas. di panggil nya oleh arsi agar Zahra bisa berfoto bersama mereka, hanya foto Zahra yang belum ada karena Zahra di dalam. setelah berfoto Faras mengajak Zahra ke rumah lagi dan baik jika harus berlama di luar, Faras ingin Zahra istirahat. Habib merasa kesal ternyata istri kedua Faras lebih muda dan cantik dari ketiga Istrinya.
___
__ADS_1