Rahim Untuk Suamiku

Rahim Untuk Suamiku
nampak kurus


__ADS_3

Ujian kelulusan segera tiba Zahra sudah mempersiapkan diri untuk melaksanakan ujian, meski masih terhitung tiga bulan lagi namun Zahra tak boleh lengah ia menginginkan nilainya besar bisa mendaftar perguruan tinggi dengan beasiswa. Najwa melihat Zahra setiap hari yang selalu menyendiri untuk belajar terkadang berada di perpustakaan, sesekali Najwa melihat Zahra di bawah pohon dengan memegang bukunya.


' ya Allah apa pemikiran ku ini benar kenapa aku tak lepas pikiran ku dari Zahra, ia anak yang baik juga saliha. apakah dia yang akan cocok menemani mas Faras setelah aku pergi. ia pandai seperti mas Faras hafalannya pun sudah banyak meskipun belum hafidz, selain pendidikan nya ia juga mengedepankan agamanya. ya Allah beri Najwa petunjuk Mu'. monolog Najwa dalam hatinya, beberapa hari ia di usik pikirannya oleh zahra. Najwa menghampiri Zahra yang sedang duduk di bawah pohon.


" Zahra rajin amat". sapa Najwa ia ikut duduk di samping Zahra.


" ibu ... sebentar lagi ujian Bu, Zahra tak ingin tertinggal pelajaran. tak ada yang bisa Zahra hadiah kan selain prestasi untuk umi dan Abi". Zahra terkekeh.


" MasyaAlloh benar itu Zahra pendidikan itu sangat penting tapi lebih penting lagi jika kita mempersembahkan diri kepada orang tua menjadi saliha. menurut kepadanya tanpa membantah apa yang menjadi kehendak orang tua, selagi itu masih berada dalam syariat". nasehat Najwa.


" astaghfirullah iya betul Bu dunia hanya sementara saja yang akan kita bawa adalah amal. terimakasih bu atas nasehatnya."


" rencana mau nerusin ke mana nih Zahra". tanya Najwa kemudian ingin tau saja ke mana Zahra akan melangkah.


" pengennya sih ke perguruan tinggi Bu, tapi kayaknya ngga mungkin Bu. Zahra harus bekerja adik Zahra tahun depan butuh biaya banyak untuk sekolah nya. Zahra tak ingin mereka putus sekolah setidaknya lulus SLTA." Najwa terenyuh dengan ucapan Zahra ia masih memikirkan adik-adiknya.


" kenapa tak seperti dirimu mendaftarkan dengan beasiswa jadi bisa sekolah dengan beasiswa tanpa harus mengeluarkan biaya banyak".


" Andai adik Zahra juga di beri Allah otak yang cerdas juga Bu, Zahra tak akan bingung untuk biaya adik-adik. Zahra tak tega liat Abi harus bekerja lebih keras lagi. Abi udah tak sekuat dulu Bu, setelah kecelakaan itu Abi cidera dengan kakinya". jelas Zahra.


" jadi Abi mu itu karena kecelakaan bisa sampai begitu". tanya Najwa lagi ia mengorek informasi tentang keluarga Zahra.


" iya Bu dulu Abi bekerja namun saat pulang dari kerja Abi tertabrak oleh mobil, jadilah Abi terluka".


" semoga kalian sehat selalu ya Zahra, kedua orang tua mu juga adik-adik mu bisa sekolah".


" aamin terima kasih banyak ibu".

__ADS_1


Najwa kemudian pamit untuk masuk ke dalam kantor lagi.


Najwa kemudian merenung dengan hati yang ia kuatkan Najwa akan melakukan shalat malam meminta petunjuk Allah. Handphone nya berdering saat ia sedang melamun Najwa kaget suara handphone nya nyaring terdengar.


" Astaghfirullah..." Najwa kaget karena melamun. di lihatnya di layar ternyata faras. suaminya.


" assalamu'alaikum mas".


" wa'alaikumsalam sayang sudah makan belum " tanya Faras selalu setiap hari ia meluangkan waktu untuk menghubungi sang istri.


" sudah baru saja selesai, mas udah makan". tanya Najwa.


" belum mas baru keluar ruangan meeting". jawab faras dengan intens memandang istrinya di layar kaca.


" ya sudah mas makan dulu ya nanti kelaparan dan kurus" Najwa terkekeh.


" sekarang yang terlihat kurus tuh kamu sayang bukan mas, makanya ngga perlu diet segala mas ngga akan cintanya hilang jika kamu gemuk. justru malah seksi." Faras terkekeh dari seberang telepon. Najwa jadi berfikir ia melihat dirinya yang memang semakin lama semakin kurus saja.


" iya mas makan yang banyak, Najwa tunggu di rumah Baba ya " Najwa lalu mengucap salam dan menutup teleponnya.


Ia berdiri berjalan menuju ke ruangan UKS penasaran dengan berat badannya yang kata suaminya semakin kurus saja. Dengan mengucap bismillah Najwa berdiri di atas timbangan. Najwa terkejut ternyata benar ia turun cukup banyak 10 kg yang awalnya 60 kg jadi 50 kg, terlihat sangat kurus dengan tinggi 160 cm.


" astaghfirullah kenapa selama ini aku tak sadar ya, aku kira hanya turun beberapa kilo ini banyak banget" gumam Najwa.


Najwa mencari tempat yang tak ada satupun orang mendengar, ia langsung menghubungi Zaskia dokter yang menangani nya. untung saat itu sedang istirahat siang Zaskia langsung mengangkat telepon nya.


" assalamu'alaikum Najwa ada apa". langsung saja Zaskia memberikan pertanyaan takut jika pasiennya butuh pertolongan.

__ADS_1


" wa'alaikumsalam mba, mba berat badan ku turun drastis apa bisa aku gemuk lagi, ini terlalu banyak turunnya" Najwa khawatir takut suaminya makin curiga.


" itu dari efek penyakit mu Najwa lama-lama memang kamu kurus, aku rasa kamu juga sekarang nafsu makanmu berkurang". Najwa mengingat ingat benar kata Zaskia ia tak berselera untuk makan lagi seperti kemarin-kemarin.


" gimana aku bisa kembali gemuk mba setidaknya aku tak semakin kurus begini".


" makanlah makanan bergizi lebihkan porsinya dan atur pikiran jangan terlalu stress. Terakhir katakan sejujurnya pada suamimu". Najwa terdiam ia sampai detik ini tak bisa berkata kepada suaminya ia tetap ingin memberikan kebahagiaan untuk suaminya sebelum ia pergi.


" iya mba insyaAlloh secepatnya".


" ini sudah hampir enam bulan dari kamu terdeteksi penyakit kanker Najwa, jangan kamu tunda lebih lama lagi". Najwa memikirkan apa yang di katakan Zaskia, ia menutup teleponnya lalu kembali ke kantor dan siap-siap untuk masuk kelas.


" Bu Najwa ada jam siang tumben" tanya hilwa teman mengajarnya.


" iya Bu satu jam mata pelajaran". Najwa permisi ke kelas.


sepeninggal Najwa di kantor para guru sedang membicarakan Najwa, biasa bergosip tak hanya tetangga tapi para guru juga.


" Bu Najwa terlihat kurus sekali sekarang ya, apa ia tak bahagia dengan pernikahannya". tanya salah satu guru.


" kalau di lihat ia bahagia dengan suaminya, selain tampan seorang CEO hafidz pula siapa yang tak bahagia punya suami seperti itu"


" aku aja mau jadi yang kedua". Bu Ari terkekeh seorang janda yang ditinggal suaminya meninggal.


" hus bu Ari ini, ibunya mau tapi pak Faras nya yang ngga mau". para guru tertawa.


" astaghfirullah Bu kalian sedang apa tak baik bergosip kita ini pendidik, harusnya kita beri contoh yang baik kepada yang lebih muda bukan malah mengompori." ucap ustadz Zaki yang geram melihat ibu-ibu bergosip, ia kasihan kepada Najwa. sering menjadi omongan para guru apalagi di pernikahan nya yang tak memiliki anak hingga saat ini. Ibu-ibu karena ustadz Zaki memperingati nya.

__ADS_1


___


bersambung


__ADS_2