Rahim Untuk Suamiku

Rahim Untuk Suamiku
sebuah penyatuan


__ADS_3

Tiga bulan pernikahan Zahra dan Faras, pergantian tiap tiga hari sekali masih bergulir terus menerus. Faras dan Zahra sudah tak kaku lagi namun kedekatan mereka kini bagaikan sebatas adik dan kakak saja. Tidur bersama tetap berjarak sangat jauh, hanya sedikit kemajuan jika Zahra sudah tidak malu lagi membuka Khimar nya di depan Faras. Faras tak tergoda dengan istri mudanya itu sama sekali karena Najwa lah satu-satunya yang ia cinta, untuk Zahra cinta itu belum ada yang ada hanya kasih sayang.


Kini Najwa dan Zahra jalan berdua ke mall mereka akan membeli pakaian baru, itu hanya rencana Najwa untuk mengorek informasi dari Zahra. Sengaja Najwa tak mau di antar oleh Faras, ada yang ingin ia tanyakan ke Zahra. Setelah lelah mencari pakaian kebutuhannya Najwa mengajak Zahra untuk makan di restauran.


" Zahra mba boleh tanya, tapi maaf kamu jangan tersinggung ya".


" iya mba tak apa tanyakan saja". ucap zahra menyeruput minumannya.


" Bagaimana hubungan kamu dengan mas Faras apa belum ada tanda kehamilan pada dirimu Zahra". Zahra hanya menggeleng ia menunduk.


" Tidak apa-apa mungkin memang belum, maaf sekali mba tanya mas Faras sudah menidurimu maksud mba kalian sudah melakukannya". lagi-lagi Zahra menggeleng. Najwa terkejut dengan jawaban Zahra.


" astaghfirullah kalian sudah tiga bulan berumah tangga kalian juga tau hukumnya tapi kenapa belum".tanya Najwa.


" maaf mba, memang kami lebih dekat tapi mas Faras tak pernah menyentuh Zahra dan Zahra nyaman mba. Mas Faras bilang ia yang belum bisa karena selalu mengingat mba, mba itu cintanya mas Faras".


" cinta memang tidak bisa di paksakan Zahra, mba yakin suatu saat kalian pasti akan saling mencintai". Zahra terdiam ia tak berani berkata lagi.


" mba tanya sama kamu, jika mas Faras melakukannya kamu sudah siap".


" insyaAlloh mba karena itu tujuan awal pernikahan memberi keturunan keluarga mas Faras". Najwa tersenyum.


" maafkan mba yang terlalu memaksamu, memaksa kalian".


" ngga mba Zahra memutus kan setelah ijab kabul di kumandangkan seluruh hidup Zahra untuk mas Faras dan mba".


Najwa mengirim pesan kepada Zaskia ia minta solusi atas masalahnya. Zaskia hanya memberi satu saran, akhirnya Najwa berhenti ke sebuah apotek untuk membeli sesuatu. Mereka pulang bersama sesampainya di rumah Faras sudah pulang ia duduk di sofa ruang tengah, Zahra dan Najwa salim dengan Faras. Umi dan Abi yang melihatnya tersenyum senang, mereka bisa hidup dalam satu atap.

__ADS_1


" Sudah dapat yang di cari". tanya Faras kepada ke dua istri nya.


Keduanya memberitahu kan hasil dari pencarian nya berdua.


" Kalian hanya pergi berdua kenapa tak di antar sama Faras," umi datang menghampiri mereka.


" kami ingin jalan berdua umi sekali-kali tanpa mas Faras". ucap Najwa.


" kalian melupakan ku". ucap Faras, keduanya tersenyum.


Ya sudah jika lelah langsung istirahat saja, Zahra ngga perlu masak ya umi sudah masak rendang daging sapi jadi tinggal di hangat kan saja nanti.


" terimakasih umi". Najwa menggandeng tangan Zahra di ajaknya naik ke atas.


Dibawah umi menitikkan air mata melihat kedua menantunya begitu akrab semuanya gadis saliha.


" bukan kepedihan tapi air mata bahagia, anak umi satu tapi dapat dua menantu semuanya saliha, Najwa begitu besar hatinya mau berbagi dengan wanita lain". ucap umi masih menitikkan air mata.


" semua berkat doa-doa umi, untuk itu Faras sangat mencintai Najwa umi. begitu salihahnya istri Faras itu". umi mengusap kepala Faras lalu menciumnya.


" keduanya adalah tanggung jawab mu nak bimbing mereka berdua dengan baik".


" insyaAlloh umi ".


_


Najwa sedang merapikan baju-baju yang ia beli tadi, obat yang di belinya dalam tas ia simpan rapat-rapat. Obat kuat usulan Zaskia, agar Faras mau menyentuh Zahra. selama ini memang yang Najwa lihat Faras menganggap jika Zahra adalah adiknya makanya hingga sekarang Faras belum menyentuh Zahra sama sekali. Rencana konyol tapi gimana lagi jika tidak mimpi Zahra hamil akan musnah karena Faras tak menyentuh nya. Waktu tiga bulan itu lama suami istri biasanya sudah berkali-kali melakukannya.

__ADS_1


Setelah makan malam mereka mengobrol Najwa yang membuatkan kopi dan minuman lainnya untuk semua namun Zahra tak turun ia sednag mengerjakan tugas kampusnya. Najwa memasukkan obat ke dalam gelas Faras, Najwa betul-betul sangat hati-hati agar tak ada yang tau. malam ini memang faras giliran tidur di kamarnya Zahra. Sudah pukul 10 mereka naik, Najwa lebih dulu masuk ke kamarnya. Faras merasa gerah ia lalu masuk ke kamar Zahra menghidupkan AC kamar. Zahra juga sudah selesai mengerjakan tugas nya dan berniat akan tidur, tapi Zahra melihat Faras yang mengibaskan bajunya kepanasan padahal AC sudah dalam suhu dingin.


" mas kenapa". tanya Zahra.


" cuacanya kenapa panas gini Zahra, badanku rasanya sangat aneh." Zahra mengambil sebuah buku ia kibaskan ke tubuh Faras.


" mas mungkin sakit, atau mas mau mandi saja."


" tidak ini sudah malam tak baik mandi di jam segini". Faras berdiri melepas pakaian nya tersisa celana boxer membuat Zahra menelan ludah melihat perut Faras seperti sobekan roti. ini baru pertama nya bagi Zahra, Faras berjalan ke kamar mandi untuk berwudhu tapi tetap saja tidak hilang badannya meremang seolah ada yang menjerit di dalam sana ingin masuk dalam sangkarnya.


Faras berjalan mendekati pintu ingin membuka nya, sepertinya yang di rasakan Faras benar ia ingin menuntaskan hasratnya Faras ingin menemui Najwa namun naas pintu nya terkunci.


" Kuncinya ada di mana Zahra"


" mas Faras yang masuk terakhir ke kamar ini Zahra tidak tau mas" Zahra juga ikut panik melihat suaminya sejak tadi mondar mandir kebingungan.


" apa mungkin terkunci di luar". Faras mengetuk pintu agar ada yang membuka tapi tak ada jawaban umi dan Abi kamarnya ada di bawah mereka tak mendengar sedangkan Najwa tak menjawab. Faras menelepon Najwa tak mungkin akan Najwa angkat.


" agrh..." teriak Faras ia melihat ke arah Zahra, hanya itu yang bisa menyembuhkan nya.


" Zahra kamu siap menjadi istri ku seutuhnya". Zahra mengangguk meskipun ia sedikit takut, sikap Faras tak biasanya.


Faras berdoa sebelum melakukan penyatuan nya, ia mendekati Zahra Faras menyapu bibir Zahra. awalnya Zahra diam namun lama lama ia menikmatinya dan membalas pagutan Faras. Faras menyelusuri seluruh inci tubuh Zahra, kini lenguhan itu terdengar pada diri Zahra. Dan akhirnya penyatuan mereka terjadi pada malam itu berkat Najwa. Zahra menitikkan air mata kini hal ini terjadi bahwa ia sudah menjadi milik Faras seutuhnya.


___


bersambung

__ADS_1


jangan lupa tinggalkan jejak.


__ADS_2