Rahim Untuk Suamiku

Rahim Untuk Suamiku
kanker serviks


__ADS_3

Satu Minggu sudah berlalu hasil dari rumah sakit hari ini akan keluar. Najwa bingung apa yang akan menjadi alasan ia bisa pergi ke rumah sakit. Sedangkan hari ini ia tak ada jam ke madrasah, setelah selesai ujian semester satu muridnya. Faras berpamitan untuk pergi ke kantor, Najwa ragu mau minta izin keluar rumah.


" Sayang mas ke kantor dulu " Najwa Merapikan dasi yang di kenakan suaminya seperti biasa setiap pagi.


" mas, Najwa boleh izin keluar". tanya Najwa ia ragu.


" emang mau kemana sayang". tanya Faras tak biasanya istri nya akan keluar tanpanya selain ke madrasah.


" mau ke toko buku ada yang mau Najwa beli". langsung saja ide itu keluar dari mulutnya.


" ngga tunggu mas pulang kantor saja sayang atau siang nanti mas jemput". ucap Faras ia tak mau istri nya keluar sendirian, Faras khawatir dengan Istrinya kesepian.


" tidak apa-apa jika mas sibuk, Najwa hanya sebentar saja nanti di antar supir saja. Siangnya Najwa ingin istirahat. ngantuk". Najwa tersenyum malu karena semalam mereka menghabiskan malam panjangnya. Faras sangat rindu tiga hari ia tak bertemu istri halal nya.


" sayang tidak apa-apa mas antar"


" mas biar Najwa sendiri, mas istirahat saja ya. Najwa yakin mas ngantuk bisa mas manfaat kan tidur sebentar di kantor." Najwa merajuk kepada sang suami ia berharap berhasil meyakinkan suaminya.


" ya sudah minta antar sopir dan langsung pulang saja jika sudah selesai". Faras melingkar kan tangannya di pinggang sang istri. Seperti biasa sarapannya suami istri di pagi hari tak pernah lupa mereka tinggalkan.


Najwa mengantar suami hingga ke mobil setelah sarapan pagi. Najwa mencium tangan suaminya dengan takzim Faras mencium kening Najwa seperti biasa. Pemandangan yang sudah biasa mereka lakukan, tiga tahun sudah pernikahan mereka yang akan menginjak di umur empat tahun. semakin membuat Najwa bersalah dengan tidak adanya anak di antara mereka. Najwa melepas kepergian suaminya dengan senyum termanis nya.


Najwa bersyukur suaminya tidak curiga sama sekali, ia pun akan pergi ke perpustakaan sebentar untuk menghapus jejaknya jika ia ke rumah sakit. Zaskia sudah di kirim pesan oleh Najwa bahwa Najwa akan menemuinya pagi. Zaskia tak tega memberikan hasil pemeriksaan najwa kemarin, namun ia tetap akan memberi tahu karena hal ini penting agar Najwa juga lebih cepat melakukan pengobatan.


" gimana kabarnya Najwa". Zaskia menyambut nya dengan hangat.


" Alhamdulillah baik mba, Najwa sudah tak merasakan nyeri lagi berkat obat yang mba berikan".


" syukurlah kalau begitu, tapi itu hanya obat pereda nyeri saja Najwa tak akan menghilangkan penyakit yang kamu derita." , Zaskia bersikap manis seperti biasa ia juga tak ingin pasiennya panik.

__ADS_1


" iya mba ".


" ini hasil nya Najwa aku harap kamu mau melakukan pengobatan lanjut, jangan takut Najwa." Zaskia memberikan hasilnya Najwa membaca dengan detail, seperti di hantam batu yang sangat besar dadanya terasa sesak ketika membaca hasil dari pemeriksaan nya Minggu lalu. kanker serviks stadium 3, namun Najwa berusaha tetap tenang agar Zaskia tak khawatir.


" Alhamdulillah mba kini Najwa sudah tau penyebabnya kenapa Najwa tidak bisa hamil sampai saat ini." ia mengembangkan senyumnya.


" Najwa yang kuat ya, mba yakin kamu kuat. Allah menitipkan ujian kepada setiap hambanya karena hambanya kuat kamu terpilih dari salah satunya"


" iya mba bener yang di katakan mba". Najwa lalu memasukkan hasil medis di dalam tasnya.


" mba sarankan kamu memberitahu faras, cepat lakukan pengobatan supaya penyakit mu tidak menyebar. penyakit mu ini masih bisa di sembuhkan Najwa dan kamu juga masih bisa hamil.


" tapi kemungkinan nya tipis kan mba untuk hamil. sudah hampir empat tahun tapi tak kunjung juga datang. astaghfirullah". Najwa mencoba menetralkan emosinya ia tak ingin menangis di depan Zaskia.


" ngga ada yang tak mungkin bagi Allah Najwa, jika sudah kun fayakun semua pasti terjadi. kita harus terus tetap berfikir positif." ucap Zaskia menguatkan teman barunya itu.


" terimakasih banyak ya mba sudah membantu Najwa memeriksa kesehatan Najwa"


" Najwa minta tolong sekali lagi jangan beritahu mas Faras mba". Zaskia menghembus nafas kasar berharap najwa mengerti bagaimana ia akan bisa melakukan kemoterapi jika suaminya tidak ia beritahu.


" segeralah lakukan lanjutan pengobatan kamu harus lekas melaksanakan kemoterapi secepat nya Najwa, hanya itu yang bisa dokter lakukan untuk mematikan penyakit mu".


" iya mba nanti jika Najwa sudah siap".


" ya meskipun masih stadium 3, masih banyak kemungkinan untuk sembuh" Zaskia mencoba menjelaskan pada Najwa.


" iya mba Najwa akan bicara kepada mas Faras sendiri ".


" ya itu lebih baik, obat ini hanya akan meredakan rasa sakit dalam dirimu yang selama ini kamu konsumsi." Najwa mengangguk ia mengerti ucapan Zaskia.

__ADS_1


" Najwa pamit ya mba, sekali lagi terimakasih banyak". mereka berpelukan sebelum pergi.


Zaskia tau jika kini Najwa hancur, namun Zaskia sudah berjanji kepada Najwa agar tak memberitahu suaminya Faras. Najwa masuk di dalam mobil ia langsung pulang, sesampai di rumah Najwa masuk ke kamar. ia tutup dan kunci di situ Najwa menangis sejadinya ia tak ingin ada yang tau kesedihannya hanya ia pendam sendiri.


" ya Allah inikah yang terbaik untuk ku, apa tega aku memberitahu kan nya kepada mas faras. sedang kan mas Faras tidak pernah berbuat buruk kepada ku selama ini, ia tetap memperlakukan ku dengan baik. aku tak tega membuatnya sedih ya Allah, sedangkan penyakit ku sudah memasuki stadium 3 yang berarti menuju akhir. Astaghfirullah...". Najwa menangis di atas sajadahnya yang saat ini ia sedang melakukan shalat Zuhur. Beberapa menit kemudian suaminya menelepon kebiasaan jika Faras tak meting ia akan menelepon istri nya untuk menanyakan perihal makan siang. Najwa yang habis menangis ia bergegas ke kamar mandi untuk mencuci muka nya.


" assalamu'alaikum mas"


" wa'alaikumsalam, sayang sudah makan". tanya langsung Faras.


" iya sebentar lagi"


" sayang kenapa mukanya kamu baru bangun tidur". terlihat sembab.


" i iya mas baru bangun terus shalat". Najwa yang masih memakai mukena.


" kamu lelah sekali ya, maafin mas ya".


" ngga kok mas Najwa masih kuat untuk malam nanti lagi". Najwa terkekeh di ikuti Faras.


" jangan menggodaku sayang, mas masih di kantor. Mas bisa langsung pulang nih". ucap Faras


" selesai kan dulu pekerjaan nya baru pulang, ya sudah jika mas mau ada meeting Najwa mau makan siang dulu ya".


" iya sayang makan yang banyak lalu istirahat lagi, nanti malam biar sehat dan kuat". Najwa terkekeh mendengar suaminya. kemudian Najwa menutup teleponnya setelah mengucap salam.


" ya Allah mana tega aku memberitahu mas Faras". gumam Najwa kembali ia menangis.


___

__ADS_1


bersambung


tinggalkan jejak like, komen dan hadiah ya kakak.


__ADS_2