
Najwa kekeh ia merajuk terus kepada Faras bahwa ia akan ikut dengan Jihan. namun Faras melarangnya, Najwa hampir setiap bulan ikut pergi Jihan.
" mas tidak akan lama seperti biasa, izinkan Najwa mas". Najwa setelah mandi duduk di depan cermin.
" sayang lusa itu jadwal Zahra periksa ke dokter apa kamu tak ingin melihat anak kita, ia sudah terlihat jika di USG dan setiap kita berinteraksi dengannya ia bergerak terus sayang". Faras berdiri mengambil sisir di tangan Najwa dengan lembut Faras merapikan rambut istri nya, Faras kemudian terkejut tapi ia tidak memberitahukan Najwa jika rambutnya rontok sangat banyak. Faras menyimpan rambut Najwa ia masukkan dalam kantong celananya, makin faras sisir rambut itu tambah rontok kemudian Faras mengikat rambut Najwa.
" Jihan sahabat ku mas, tak ada yang lain dekat dengannya hanya aku. masa aku menolak memaninya". Najwa terus merajuk ia berdiri menghadap ke arah fars dilingkarkan tangannya di lehernya.
" baiklah kalau begitu mas antar sampai rumah nenek Jihan"...
" ngga mas, jangan biar Najwa sama Jihan saja mas temani Zahra saja". Najwa menolak membuat Faras berfikir jika Najwa aneh gelagat nya pun berbeda.
" jadwal Zahra bisa dimundurkan"
" ngga mas kasihan anak kita, ia perlu perawatan yang khusus. " Najwa terus merayu Faras.
Kecurigaan Faras makin ke sini makin yakin jika ada hal yang di sembunyikan oleh Najwa. Faras berfikir jika ia akan mencari tau apa sebenarnya yang membuat Najwa ikut dengan jihan setiap bulannya.
" ya sudah sekarang tidur sudah malam, mas izinkan esok". ucap Faras perasaan nya jadi tak tenang lalu ia pergi ke ranjang dan menarik selimutnya lalu memeluk Najwa. Di lihatnya wajah Najwa lekat-lekat, jika memang ada yang berbeda Najwa terlihat sedikit pucat alis dan bulu mata yang cantik itu sedikit berkurang keindahannya.
Najwa tertidur pulas Faras lalu bangun ia mencari tau tentang Najwa. di bukanya tas pribadi milik istrinya yang tak pernah ia lakukan sebelumnya, Faras dan najwa memang tipe orang yang tak pernah mencari tau tentang pasangan nya terlalu detail. Mereka saling percaya, namun kini Faras benar-benar sangat curiga dengan diri istri nya. Faras melihat obat yang ada di tas istri nya, ia biasa saja mungkin memang obat pribadi milik Najwa namun ketika ia melihat satu kertas nota dari rumah sakit di mana Najwa melakukan kemoterapi Faras mulai curiga. Di ambilnya dan di baca namun Faras tidak paham dengan tulisan dokter, di fotonya kertas itu kemudian ia menyimpan tas Najwa dengan rapi di kembalikan seperti semula. Faras lalu beranjak tidur kembali ke ranjang, ia belum bisa tidur ia berfikir menebak-nebak punya siapa kertas itu.
Faras belum bisa tidur kembali ia bangun dan pergi ke kamar Zahra, ia melihat Zahra di dekatinya istri mudanya itu di belai rambutnya ia kecup keningnya , Faras usap perut Zahra lalu Faras membenarkan selimut nya dan kembali ke kamar Najwa. Kemudian ia baru bisa tertidur pulas hatinya sudah sedikit tenang.
__ADS_1
_
Di kemudian hari Najwa sudah bersiap untuk pergi bersama Jihan, koper sudah siap ia isi baju-baju Najwa untuk tiga hari ke depan. Faras memperhatikan istri nya itu yang sedang berkemas, lekat-lekat Faras memandang istri nya.
" mas ayo kita berangkat sudah siang, mas juga harus antar Zahra kan". ucap Najwa membuat Faras sadar dari lamunannya.
" jaga diri baik-baik, jangan lupa makan". Faras mencium Najwa. begitulah pesan yang selalu Faras ucapkan kepada Najwa.
" iya mas, mas juga jangan lupa makan". Najwa juga mengecup kilas bibir Faras.
Zahra sudah siap menunggu Faras dan Najwa di meja makan, perutnya sudah semakin membesar membuat Zahra sedikit kesusahan umi membantu Zahra duduk.
" terimakasih umi"
" jangan sungkan nak katakan pada umi apa yang kamu mau, juga jangan sungkan minta bantuan ke umi". ucap umi sembari mengusap kepala Zahra.
umi sangat menyayangi Najwa ia juga punya rasa sayang yang sama kepada Najwa, ia bangga mempunyai kedua menantunya yang tak pernah sekalipun bersiteru. Mereka sangat menghormati masing-masing, Zahra tau akan posisinya sebagai madu.
" Zahra mau makan apa".
" cumi saja umi," karena tak ingin mengecewakan mertuanya Zahra mau di layani oleh umi.
Terlihat Faras dan Najwa turun dengan membawa koper, Zahra tidak tau jika Najwa akan pergi hari ini karena Faras baru memberikan keputusan tadi pagi yang sebelumnya Faras tarik ulur.
__ADS_1
" mba Najwa dan mas Faras mau ke mana". Zahra terkejut melihat suaminya dan madunya membawa koper.
" mba mau menemani Jihan seperti biasa Zahra". ucap Najwa sembari tersenyum.
" wah apa tempatnya benar-benar indah mba, bahkan mba tak melewatkan kesempatan itu. hampir setiap bulan lo mba pergi bersama mba Jihan".
" iya Zahra mba suka tempatnya yang masih asri, masih banyak pepohonan hijau". ucap Najwa menerangkan.
Mereka makan bersama lalu pamit kepada umi, jika hari ini mereka akan pergi. Faras dan zahraa mengantar Najwa ke rumah jihan kemudian Faras pergi. Faras menghentikan mobilnya di ujung jalan ia menelepon sekretaris nya Akbar untuk menemuinya, Faras meminjam mobil Akbar ia bertukar pakai.
" mas mobilnya mas Faras lagi ada masalah ya, kenapa pinjam mobilnya pak Akbar tidak pakai mobil Abi saja di rumah". tanya Zahra polos.
" mas pingin nyoba mobil Akbar ini". Faras berbohong untuk sementara tak ingin Zahra banyak bertanya, namun Faras tak melajukan mobilnya ia menunggu mobil Jihan melintas. setelah terlihat mobil Jihan melintas Faras mengikuti nya, benar mobil Jihan melaju ke daerah yang di sebutkan oleh Najwa.
" mas di mana ini, kita akan ke dokter kan mas"
" maaf sayang ikut mas sebentar ada yang perlu mas ketahui". Zahra heran namun ia diam tak ingin suaminya terganggu mungkin memang ada misi.
Faras tetap berada dalam mobil hingga siang hari, hingga Najwa dan Jihan keluar dari rumah nenek Jihan.
" itu mba Najwa dan mba Jihan kan mas, mas mengikuti mereka. mas curiga sama mba Jihan dan mba Najwa". tanya Zahra menerocos. yang ia tau dari diri suaminya jika Faras tak pernah curiga terhadap apapun. Faras tak pernah membuka handphone Zahra, jika pun ingin meminjamnya Faras akan meminta izin. Zahra terus berbicara namun Faras menutup mulut Zahra dengan tangan nya agar Zahra diam, saat ini Faras belum ingin menjelaskan. Namun Zahra menurut dengan suaminya saat faras memintanya untuk diam terlebih dahulu.
___
__ADS_1
bersambung
maaf selow up lagi ada acara di rumah.