Rahim Untuk Suamiku

Rahim Untuk Suamiku
kerinduan


__ADS_3

Benar yang arsi liat jika Bilal itu adalah orang yang sama dulu mengungkapkan perasaan nya kepada arsi. Mereka saling tatap terdapat cinta yang mendalam dengan tatapan Bilal. Selama delapan tahun lamanya Bilal menunggu saat ini akhirnya tiba dan wanita pujaannya masih belum menikah. Kemungkinan juga arsi menunggu Bilal datang, karena beberapa kali arsi menolak khitbah dari orang lain.


" Arsi akan istikarah dulu Abah, saat ini arsi belum bisa mengambil keputusan". ucap arsi kemudian.


" aku harap kamu bisa menerimaku Arsi". arsi diam ia tak menjawab kemudian arsi pamit masuk kedalam.


" nak Bilal kita tunggu keputusan arsi atas shalat istikharah nya ya nak, semoga Allah memberikan jawaban sesuai dengan yang nak Bilal harapkan".


" aamiin terima kasih Abah, Bilal menunggu saat seperti ini delapan tahun lamany".


" delapan tahun maksud Abah kalian menjalin hubungan". tanya Abah kaget.


" tidak Abah, maafkan Bilal dulu Bilal sempat menyatakan cinta Bilal kepads arsi namun arsi menolak. ia anak Soleh Abah ia tak mau menolak perintah Abah, Bilal sekolah hingga Bilal menjadi seorang dokter. Bilal selalu berdoa agar Allah menjaga siapapun jodoh Bilal, dan saat ini ketika Bilal pulang arsi masih belum menikah. untuk itu Bilal kembali melamar arsi Abah. "


" apa yang membuatmu mencintai arsi".


" karena akhlaknya abah, cintanya kepada Allah juga kedua orang tuanya. Bilal yakin arsi wanita saliha, untuk itu Bilal mengahrapkan Arsi sebagai pendamping Bilal". Abah manggut-manggut.


Kini keluarga Bilal pulang arsi di dalam sedang tilawah, Abah masuk menemui arsi. Abah mengusap kepala arsi kemudian arsi berhenti bertilawah, Abah sangat mengerti siapa anaknya arsi.


" nak apakah laki-laki tadi yang kamu tunggu selama ini". tanya Abah ia tau arsi juga sepertinya memiliki rasa yang sama dengan Bilal. arsi hanya menunduk malu.


" maafkan arsi Abah".

__ADS_1


" tak perlu minta maaf nak. Allah yang mempertemukan kalian, shalat lah istikarah jika Bilal jawaban dari Allah maka segera lah menikah nak. Abah akan sangat bahagia jika kamu menikah". ..


" tapi Abah kak Bilal hanya anak biasa, setau arsi dulu kak bilal tak memiliki ilmu seperti murid-murid Abah atau laki-laki yang Abah pernah ta'aruf kan dengan arsi".


" tak apa nak asal ia mau belajar menjadi imam yang baik, kamu juga bisa membimbingnya kan. Allah memberimu ilmu lebih tak hanya di ajarkan ke orang lain saja. bisa jadi ilmu itu di peruntukan untuk hijrah nya suamimu kelak. Abah liat Bilal anak yang baik".


" insyaAlloh Abah, arsi akan shalat istikharah terlebih dahulu". Abah mencium kepala arsi kemudian ia keluar.


_


Najwa sudah pulang ia hanya di infus dua botol infusan saja. Faras menemani Najwa di kamarnya sembari memijit kaki Najwa.


" mas sudah jangan, Najwa tak apa-apa. mas istirahat ya mau di kamar Zahra atau di sini mas". ucap Najwa ia melihat sejak tadi suaminya menungguinya.


" apa Rafa sakit mas".


" ngga sayang ia haus saja, tadi di tinggal kita lama di rumah sakit dan stik asi di rumah tinggal sedikit"


" harusnya Zahra itu fokus mengurus Rafa mas, Najwa tak apa-apa".


" Sekarang kamu juga istirahat ya biar cepat pulih, kasihan anak kita jika ibunya kurang istirahat". Najwa tersenyum senang kini Faras sudah mau menyebutkan anaknya dalam kandungan Najwa tidak sebelumnya sedih mendengar jika Najwa hamil. Najwa kemudahan tidur di sampingnya ada Faras membacakan shalawat untuk nya.


Beberapa hari Faras bersama najwa, waktu untuk zahra berkurang. ia takut jika dirinya berlaku tak adil bagi Zahra, setelah memastikan Najwa tertidur Faras masuk kamar Zahra. Zahra sedang membersihkan wajahnya dan segera akan tidur.

__ADS_1


" mas ada apa, kenapa mas tinggalkan mba Najwa. kasihan mba Najwa mas temani dia mba Najwa sedang sakit ". Faras memluk istri mudanya itu dari belakang mengecup kepala Zahra berkali-kali.


" Najwa sudah tertidur mas juga merindukan mu sayang, apa kamu tak merindukan mas". Zahra tersipu malu ia tak menjawab kata-kata suaminya.


" mas nanti mba Najwa terbangun dan mencari mas".


" tak apa nanti mas akan ke sana lagi setelah mas puas melihatmu di sini. Mas masih rindu dengan mu, maafkan mas ya ". Zahra menutup mulut Faras dengan jari ia tak mau suaminya terus meminta maaf. Faras tidak bersalah memnag begini keadaan nya, Najwa masih membutuhkan Faras.


" jangan minta maaf lagi mas, mas ngga pernah salah. takdir yang membuat mas begini, mas laki-laki hebat bisa menjaga dan menghormati kedua istri mas dengan baik. terimakasih sudah mencintai Zahra mas". Faras mengangkat tubuh Zahra ke ranjang, kelakiannya mulai terkoyak. Zahra selalu membuatnya bergairah, apalagi Zahra yang selalu tak pernah menyalahkan Najwa semakin membuat Faras jatuh cinta namun tak pernah mengurangi rasa cintanya terhadap Najwa.


" Bismillah Zahra kamu dan Najwa adalah wanita ku. mas mencintai kalian berdua sepenuh hati mas. Mas mau nagih jatah malam jni sayang". Zahra terkekeh baru kali ini suaminya bilang minta jatah, biasanya tak bsgitu to the point.


" tegur jika mas tak adil ya". Zahra sudah siap terlentang di atas ranjang kini Faras mulai naik. ia ingin cepat menyelesaikan hasratnya terhadap istri keduanya, Zahra sebenarnya tak berniat menggoda suaminya dengan pakaian tipisnya. cuaca sangat panas Zahra memakai piyama tipis dan pendek membuat Faras tak bisa menolak yang halal.


Zahra melenguh panjang saat Faras menghantamnya berkali-kali, Faras juga merasakan kenikmatan. Faras ingat saat ia mencari Najwa beberapa hari Faras tak memperhatikan Zahra, ia lupa jika masih ada yang membutuhkan kasih sayangnya. Faras bersyukur pilihan Najwa untuk nya tepat, tak pernah terdengar dari mereka berantem meskipun hidup dalam satu atap. Bahkan keduanya sangat menghormati satu sama lain. setelah selesai mereka mandi bersama, Faras lalu naik ke atas ranjang membersihkan ranjang kemudian ia memeluk Zahra agar Zahra bisa tertidur.


" mas kembalilah ke kamar mba Najwa, nanti mba Najwa mencari mas kasihan mba Najwa sendirian". ucao Zahra sembari memeluk suaminya dalam tidurnya.


" iya sayang kamu tidur dulu setelah kamu terlelap mas akan ke kamar Najwa. terimakasih sudah mengerti mas". Zahra tersenyum kembali lagi Faras mencium kepala Zahra.


Faras mengusap kepala zahra sembari membacakan shalawat hingga Zahra tertidur, Faras menyelimuti zahra meletakkan kedua guling mengapit Zahra. di ciumnya pelipis istri kecilnya itu lalu pelan-pelan Faras turun ia kembali ke kamar Najwa. Faras memeriksa Najwa ternyata istri pertama nya masih terlelap dalam tidurnya. Faras naik ke ranjang ia tidur di sisi Najwa.


___

__ADS_1


_____


__ADS_2