Rahim Untuk Suamiku

Rahim Untuk Suamiku
mengikuti najwa


__ADS_3

Faras mengikuti kemana mobil Jihan melaju, sudah beberapa jam mereka menunggu Jihan dan Najwa keluar dari rumah neneknya. benar memang yang najwa katakan tempatnya masih asri banyak pepohonan karena memang dekat pegunungan. Zahra ingin bertanya tapi ia takut kepada Faras, wajah Faras terlihat sedang tidak baik-baik saja. Mobil Jihan masuk ke rumah sakit di mana yang biasanya Najwa melakukan kemoterapi. Zahra bingung kenapa Jihan dan Najwa masuk ke sini, dan Faras terus mengikutinya. Faras mengusap kepala Zahra ia lalu memeluknya berharap ada ketenangan dalam hatinya, Zahra mengusap-usap terus punggung Faras ia tau jika Faras sedang tidak tenang. Tanpa sadar Faras menitikkan air mata itu di rasakan oleh Zahra, Zahra terus mengusap punggung Faras tiada henti.


" maaf kan mas Zahra maafkan aku". Zahra heran kenapa suaminya meminta maaf kepada Zahra bahkan terisak.


" sebenarnya ada apa mas, kenapa mas Faras seperti ini katakan sama Zahra. kesedihan mu juga kesedihan ku mas kenapa mas Faras meminta maaf sama Zahra, sebenarnya apa yang terjadi". Zahra melerai pelukan suaminya ia ingin penjelasan suaminya namun wajah Faras masih sendu, kemudian dengan berani Zahra memagut bibir faras. faras memejamkan mata dan menikmati bibir Zahra yang lembut ada ketenangan dan emosinya mulai redam dadanya yang sesak mulai kembali longgar.


" semalam mas menyisir rambut Najwa dan mas mendapati rambut Najwa rontok begitu banyak bahkan sangat banyak, mas simpan tak mas beritahu kepada Najwa dan Najwa terus merajuk akan ikut dengan Jihan. sebenarnya mas tidak ingin mengizinkan, kamu tau kan sudah empat bulan berturut-turut ini Najwa ikut dengan Jihan. Mas juga mengamati Najwa akhir-akhir ini ia terlihat kurus, semalam saat Najwa tidur mas lihat alis dan bulu matanya tak seindah dulu. mas curiga dengan Najwa, akhirnya semalam mas mengizinkan Najwa untuk ikut dengan Jihan lagi dan ini rencana mas mengikuti mereka. dan semuanya berujung di sini mas takut jika..." Faras kembali terisak Zahra memegang jemari Faras menenangkan.


" mas berprasangka baik ya jangan begini lebih baik kita masuk ke dalam kita tanyakan langsung kepada mba Najwa kebenarannya". ucap Zahra sembari mengusap air mata suaminya, semenjak menikah Zahra baru tau jika Faras bisa selemah ini cintanya dengan Najwa begitu dalam.


" kamu di sini dulu saja biar mas yang masuk nanti kamu lelah sayang, Faras mengusap pipi Zahra kemudian ia mengecup perut Zahra". Zahra menurut mengiyakan suaminya. kini cinta Faras benar-benar terbagi terlihat ia sangat menyayangi Zahra. Faras turun ia menuju ke daftar pasien mencari keberadaan Najwa.


" maaf mba pasien bernama Najwa lathifa berada di ruangan mana ya saya ada keperluan penting dengannya". ucap Faras.


" maaf pak pasien sakit apa". Faras bingung memang ia tidak tau.


sedangkan Najwa sudah mulai di infus untuk menstabilkan kondisi nya terlebih dahulu sebelum obat infus di masukkan ke infusan. Jihan dengan setia menemani sahabatnya itu yang tampak mulai lemah.


" Najwa ini sudah kemo ke lima mu aku berharap segera selesai dan kamu akan sembuh". Jihan tersenyum membenarkan selimut Najwa.


" aamiin Jihan aku tak sabar untuk melihat Zahra lahiran, melihat anak mas Faras".


" anakmu juga Najwa". Najwa tersenyum terlihat dirinya nampak senang.


" iya hidupku tak akan sepi bertambah lagi anggota keluarga kami, aku merasa bahagia Jihan".

__ADS_1


" syukurlah aku senang melihat mu bersemangat untuk sembuh, semua pengobatan mu berjalan lancar perubahan nya sangat cepat kamu bahkan lebih baik".


" Alhamdulillah Jihan".


" andai saja sejak dulu kamu melakukan kemoterapi pasti sekarang sudah sembuh Najwa". Jihan duduk di samping ranjang Najwa.


" aku tak akan tenang jika keinginan ku belum tercapai, aku senang Jihan melihat mas Faras bahagia kini ia akan memiliki keturunan darah dagingnya".


" tapi kamu merasakan sakit yang teramat Najwa bahkan kamu sendiri yang menanggung nya, kamu simpan raasa cemburu mu itu. kamu tau, jika kamu itu munafik". najwa terkekeh sahabat nya itu selalu jujur mengatakan nya kepada Najwa, itulah yang Najwa senangi dari Jihan tak ada batas ia menasehati Najwa. sepahit apapun Jihan selalu mengatakan nya kepada Najwa tak ada yang perlu ia tutupi.


" biarkan aku yang menanggung derita asal mas Faras bahagia". ucap najwa mengingat suaminya.


" cinta seperti apa yang kamu miliki untuk suamimu itu Najwa, cinta monyet, cinta tak biasa atau cinta apa... " Jihan menekankan jika baginya Najwa itu bodoh memberikan suaminya untuk wanita lain bahkan suaminya terima jika ia tak akan punya anak hidup bersama Najwa hingga menua.


" kamu itu egois Najwa, seharusnya kalian sama-sama bahagia tak begini menanggung derita untuk dirimu sendiri sedangkan suamimu bahagia dengan wanita lain".


" Jihan, aku juga bahagia "


" munafik" ucap Jihan tegas Najwa terkekeh.


" terimakasih kamu sahabat terbaikku selalu menemani ku saat aku senang bahkan susah begini" ucap Najwa.


" jika saja bukan kamu sudah ku tinggal dari sejak lama Najwa, untungnya itu kamu sahabat terpayahku". Najwa tertawa lucu melihat Jihan sejak tadi emosi.


" okey Jihan maafkan aku, aku memang payah selalu merepotkan mu"

__ADS_1


" iya memang betul seharusnya suamimu yang berada di sini menemanimu tapi ini kamu bebankan kepadaku. kamu meyiksaku beberapa bulan terakhir ini, aku harus jauh dari suami dan anakku. semuanya aku lakukan demi kamu Najwa, aku menyayangimu". Jihan memeluk Najwa ia menitikkan air mata.


" kenapa kamu sedih Jihan kamu bilang sebentar lagi aku sembuh dan kamu sudah tidak akan lagi menemani ku di sini, mungkin Allah mendatang kanmu untuk ku agar kita bisa lebih lama bersama sebelum aku pergi jauh". ucap Najwa.


" Najwa jangan katakan hal itu lagi, kamu pasti sembuh kamu harus yakin Najwa".


" insyaAlloh aku tidak akan menyerah melakukan pengobatan semuanya demi kamu juga".


" nah itu baru sahabat ku Najwa lathifa yang selalu tegar kuat menghadapi semua kenyataan hidup". Najwa terkekeh.


Di depan petugas masih terus mencari nama daftar pasien namun belum ketemu, ini rumah sakit besar hari ini juga banyak sekali pasien masuk. Jika Faras tau penyakitnya mungkin akan dengan mudah petugas mencari nya Najwa di ruangan apa.


" pak coba hubungi pasien yang sakit ia di ruangan apa nanti kami tunjukkan tempat nya".


" maaf mba tak bisa di hubungi mungkin hp nya lowbad atau mati". ucap Faras berbohong, ia beristighfar Faras melakukan dusta lagi dengan sadar. kemudian Faras duduk ia melihat Zaskia datang begitupun Zaskia ia melihat Faras, Zaskia senang hari ini Faras mengantar Najwa.


" Faras kamu mengantar Najwa, Alhamdulillah jadi kamu sudah tau semuanya". ucap Zaskia sembari tersenyum lebar.


" Najwa, tau soal apa Zaskia...


___


bersambung....


tinggalkan jejak berikan hadiah sebanyak-banyaknya untuk othor reader.

__ADS_1


__ADS_2