
Najwa izin kepada Faras untuk ke madrasah sebenarnya hari itu libur namun Faras mengizinkan karena Najwa akan ke rumah orang tua nya. Zahra akan datang mereka akan bertemu di rumahnya Jihan. Zahra tak mengucapkan apapun kepada Jihan ini akan ia katakan langsung kepada Najwa. Zahra merasakan degup jantung yang tidak normal bukan karena ingin bertemu kekasih hati namun bertemu seseorang yang akan menjadi madu.
" bagaimana kabarmu Zahra" . tanya Najwa yang baru sampai ke rumah jihan. Jihan tidak ingin berada dalam pembicaraan mereka berdua akhirnya Jihan meninggalkan Zahra dan Najwa agar mereka leluasa untuk berbicara. Jihan menyuruhnm suaminya untuk membawa anaknya ke toko saja supaya tidak menganggu.
" Alhamdulillah baik Bu, ibu sendiri bagaimana". tanya balik Zahra.
" aku baik sehat seperti yang kamu liat".
hening
" Bu"
" Ra "
ucapan itu mereka lontarkan secara bersamaan, keduanya lalu tersenyum.
" katakan Zahra "
" ibu dulu tidak apa-apa bu."
" ada apa kamu ingin bertemu dengan ku, kamu sudah mempunyai jawabannya Zahra. maaf jika kamu merasa tak nyaman sekarang jika bertemu ibu". ucap Najwa.
" tidak bu, Zahra masih tetap Zahra murid ibu. tak kan ada perasaan tak nyaman sedikit pun dalam diri Zahra".
" aku harap tentang semua hal ini tidak akan memutuskan silaturahmi di antara kita". ucap Najwa.
" Zahra insyaAlloh ikhlas menjadi ibu dari suami ibu". Najwa mendelik seperti tak percaya dengan apa yang di katakan Zahra. Najwa berfikir ia tidak akan mau karena Zahra memang masih muda, umur nya dengan Faras terlampau jauh 12 tahun.
" Benar apa yang kamu katakan Zahra, ibu tak salah dengar. Kamu mau menjadi ibu dari anak kami Zahra." Najwa berdiri lalu memeluk Zahra ia menitikkan air mata, entah kenapa dirinya justru malah sangat bahagia.
Zahra mengangguk saja ia mengeratkan pelukannya pada Najwa.
" bimbing Zahra Bu, ". ucap Zahra.
" itu pasti Zahra, mulai sekarang jangan panggil aku ibu lagi panggillah aku dengan sebutan mba kamu akan menjadi teman dalam hidupku Zahra". rona kebahagiaan tampak di wajah Najwa, jihan yang mendengar kan pun menitikkan air mata melihat sahabatnya sangat bahagia.
__ADS_1
" mba... ". Najwa mengangguk.
" terimakasih banyak Zahra, mba tak akan bisa membalas semua kebaikan mu ini."
" mba yang selalu berbuat baik kepada kami, apa yang Zahra lakukan tak akan mampu membalas kebaikan yang mba lakukan kepada keluarga kami". Najwa kembali memeluk Zahra.
Najwa pamit pulang hari sudah siang begitu juga dengan Zahra , kali ini Najwa meminta Faras untuk tidak menjemputnya Najwa pulng bersama sopir. Faras berfikir mungkin memang Najwa akan pulang lebih dulu, jika menunggu suaminya akan lebih lama karena Faras selalu pulang ba'da ashar jika memang tak ada kepentingan lain yang mendadak. Faras bos yang sangat disiplin bahkan jika ada yang melanggar peraturan ia tak segan-segan memberikan sanksi.
Sesampainya di rumah Najwa sangat bahagia ia semangat hari itu kemudian menuju dapur untuk membuat makanan kesukaan suaminya. Najwa bertekad jika malam ini ia akan berbicara kepada Faras tentang niatnya.
" masak apa ini Najwa baunya sampai keluar harum sekali" ucap umi mendekati Najwa.
" makanan kesukaan mas Faras umi sate Madura sama capcay". Najwa sembari tersenyum melanjutkan kegiatannya.
" iya dari dulu Faras memang sangat menyukai makanan itu, di mana bibi Najwa kenapa kamu kerjakan sendiri". tanya umi melihat ke sekitar tak ada bibi.
" Najwa minta ke supermarket umi sayuran bahan capcaynya habis". umi kemudian berlalu ke luar.
Selama dua jam Najwa sudah menyelesaikan masakannya, ia bergegas masuk ke dalam kamar mandi untuk bebersih menyambut suaminya pulang. Kebahagiaan itu terpancar dari wajah Najwa bahkan melupakan rasa sakitnya. Tak lama Faras pun pulang Najwa menyambut dengan senyuman wajah ceria dan sangat cantik. kecantikan Najwa selalu menghipnotis suaminya setiap kali Faras tak akan bisa melupakan senyuman manis Najwa.
" Dari dulu memang Najwa cantik mas, apa mas lupa". Najwa cekikikan membuat suaminya gemas dan langsung mengunci Najwa di dalam kamar.
" geli mas ". mereka tertawa bahagia Faras menciumi istri nya membuat Najwa tergelak geli, Faras yang wajahnya di tumbuhi bulu-bulu halus itu membuat Najwa tak sanggup lagi menahan geli sembari tertawa hingga perutnya merasa sakit.
" salah siapa mas pulang kamu menggoda mas begini".
" siapa yang menggoda mas, najwa berpenampilan seperti biasa". kata Najwa.
" mungkin karena mas rindu denganmu sayang" Najwa tersenyum wajahnya merona Faras pun tak tahan melihat bibir istri nya yang seksi itu.
" mas mandi dulu gi, udah Najwa siapkan airnya".
" baik sayangku mas mandi dulu". Faras melepas pakaian nya dan berlalu ke kamar mandi Najwa menyiapkan pakaian suaminya.
_
__ADS_1
Makan malam bersama keluarga Faras begitu lahap menyantap makanan kesukaannya apalagi tadi umi mengatakan yang memasak adalah Najwa sendiri begitulah faras ingin membuat istri nya senang, apa yang dilakukan sang istri terbayar dengan kenyang nya suami.
Mereka masuk ke kamar pukul sembilan malam, Najwa melepas jilbabnya kemudian mengganti pakaiannya dengan piyama tidur. Begitu juga Faras melakukan hal yang sama. Di ranjang mereka berbincang tentang semua hal, Faras duduk Najwa meletakkan kepala nya di dada suaminya.
" mas Najwa mau bicara"
" bicara saja sayang sejak tadi kita juga bicara kan". Faras mencubit hidung Najwa.
" Mas Najwa punya satu permintaan". Selama menjadi istri Faras Najwa memang tak pernah menuntut apapun karena najwa tipe orang yang sederhana.
" apa sayang, apapun akan mas penuhi". Faras berfikir selama menjadi istrinya Najwa tak pernah meminta apapun darinya.
Najwa duduk mengahadap Faras yang sedang bersandar di kepala ranjang.
" mas nikahi Zahra". Faras langsung mengangkat wajahnya melihat ke arah Najwa.
" sayang apa yang kamu katakan jangan bercanda, kamu sedang menguji kesetiaan ku".
" tidak mas, aku yakin kamu lelaki setia, mas ini Soleh".
" mas cukup punya satu istri sayang, Zahra itu masih sangat muda dan kamu liat sendiri kan mas ini udah om-om". Faras terkekeh.
" Justru karena Zahra sangat muda yang pasti dia sangat subur mas dan akan bisa melahirkan anak untuk kita darah daging mas Faras, ".
" sayang sudah ya jangan bicarakan itu lagi". Faras mulai merebahkan tubuhnya ia tak ingin menanggapi Najwa.
" aku tak pernah minta apapun dari mu selama ini mas, hanya ini permintaan dariku. Najwa ingin punya anak dari darah dagingmu mas". Faras kemudian menyelimuti dirinya menutupi hingga di kepalanya ia tak menjawab perkataan Istrinya.
" tidurlah sayang sudah malam mas ngantuk". dari selimut Faras berkata menyuruh najwa untuk tidur agar ia tak bicara lagi.
___
bersambung
kasih vote novel ini yuk
__ADS_1