
Faras pamit untuk pergi ke Malaysia, ia sudah memesan tiket beberapa hari yang lalu. Hanya sendiri dan Malaysia itu tak begitu jauh, Faras sekitar dua atau tiga hari saja menyelesaikan pekerjaan nya di sana. Baju sudah di siapkan oleh Najwa di dalam koper, Faras meminta jika Najwa hari ini izin ke madrasah untuk mengantar nya ke bandara. Namun Najwa tidak izin ia hanya menukar jam pelajaran nya saja di siang hari.
Sesampai di bandara hanya menunggu 15 menit, para penumpang di panggil untuk masuk ke pesawat.
" sayang mas pamit ya jika ke madrasah minta antar sopir jangan pergi sendirian istirahat dan jangan lupa makan," pesan Faras terhadap Najwa.
" iya mas, mas Faras juga hati-hati" Faras mencium puncak kepala Najwa, Najwa mencium tangan suaminya dengan takzim. Najwa pun melihat pesawat hingga take off. Najwa meminta sopir mengantar nya langsung ke madrasah.
Di saat istirahat Najwa langsung menghubungi Zaskia teman faras, dokter spesialis kandungan. Zaskia melihat nomer asing di handphone nya, tak perlu berfikir lama ia langsung menerima telepon nya.
" assalamu'alaikum mba Zaskia ini Najwa istri mas Faras". Zaskia melayangkan senyumnya Najwa ternyata menghubungi nya.
" wa'alaikumsalam Najwa bagaimana kabarnya" tanya zaskia saat itu ia sedang istirahat setelah praktek di rumah sakit.
" Alhamdulillah baik mba, mba sedang ada di mana". Najwa langsung bertanya ia sangat ingin bertemu dengan Zaskia.
" sedang ada di rumah sakit tapi ini sedang istirahat". jawab Zaskia ia masih merapikan pakaian nya, jas putih sebagai pertanda seorang dokter ia lepas. Zaskia akan melaju ke kantin untuk makan siang.
" Najwa menganggu istirahat mba Zaskia dong mba".
" ngga Najwa santai saja, ada urusan penting atau hanya bertanya kabar saja. " Zaskia bisa membaca maksud Najwa.
" iya mba, Najwa ingin mba memeriksa najwa".
" tentang..." Zaskia sebenarnya sudah menebak.
" kesuburan Najwa mba".
" lalu Faras " tanya Zaskia karena Zaskia hanya menyebutkan nama nya saja tanpa Faras.
__ADS_1
" nanti akan Najwa ceritakan setelah kita bertemu mba, Najwa tutup teleponnya. Najwa akan datang ke rumah sakit mba". ..
" baiklah aku tunggu Najwa". Zaskia langsung menuju kantin ia segera makan siang terlebih dahulu sebelum melaksanakan shalat Zuhur.
Najwa memberitahu kepada sopir jika ia akan pulang sore hari. Najwa langsung bergegas menuju rumah sakit di mana Zaskia melakukan praktek. di perjalanan Najwa merasakan nyeri yang cukup lumayan namun ia menahannya dan meminum obat nyeri yang biasa ia konsumsi. Najwa naik taksi yang di pesannya, taksi itu mengantar Najwa sampai tujuan. Najwa menghubungi Zaskia, Zaskia langsung menyuruh najwa menuju ruangannya saat ini ia masih kosong.
Bertemu di ruangan Zaskia mereka langsung Salim dan cipika cipiki, Zaskia menyambut Najwa dengan hangat.
" mba kedatangan saya ke sini ingin memeriksakan kesuburan rahim saya mba". ucap Najwa langsung mengatakan nya maksud tujuan nya yang sebenarnya Zaskia sudah menebak dari awal.
" kenapa kamu hanya sendiri tidak mengajak Faras"
" Najwa sudah mengajaknya sejak lama mba, namun mas Faras tidak pernah mau. adanya anak atau tidak itu tak akan berpengaruh pada mas Faras."
" seharusnya mengecek kesuburan itu harus kedua pasangan, agar gamblang jelas". terang Zaskia.
" okey baiklah, kamu sudah siap dengan kemungkinan terburuk nya. maaf bukannya menakut-nakuti hanya saja mba ngga mau jika kamu akan syok mendengar yang terjadi." Zaskia mengucapkan nya dengan sangat hati-hati meski langsung kepada topik, karena Najwa orang terdekat menurutnya ia adalah istri dari temannya.
" iya mba lahir dan batin Najwa sudah siap bahkan sejak lama". ucap Najwa serius.
" sebenarnya umur pernikahan kalian masih sangat muda, bahkan ada yang lima tahun mereka baru di beri anak. bukan tak subur tapi Allah belum menghendaki". kata Zaskia ia memeriksa tekanan darah Najwa.
" pernikahan kami sudah dua tahun mba dan akan menginjak tiga tahun, ini sudah cukup lama menurut Najwa. teman-teman Najwa yang pernikahan umurnya sama dengan Najwa sudah memiliki anak semua bahkan ada yang udah mau melahirkan lagi".
" kamu tegang terlihat dari tekanan darah mu". angka menunjukkan jika darah Najwa cukup tinggi.
" maaf mba, Najwa gugup saja".
" aku akan mulai memeriksamu jika kamu benar siap bukan karena emosimu yang masih membara". Zaskia tak mau jika Najwa kecewa.
__ADS_1
" aku siap mba apapun hasilnya, itu akan lebih baik untuk ku" Najwa nyengir ia merasakan sakit lagi pada pinggangnya.
" okey kalau begitu berbaringlah di ranjang itu". Najwa berjalan ke ranjang dan berbaring sembari menunggu Zaskia menyiapkan alatnya.
" kamu kenapa aku liat dari tadi nyengir,". tanya Zaskia ia melihat ada yang tidak benar dalam diri Najwa.
" perutku sedikit sakit". ucap Najwa.
" kamu minum obat belum, perut bagian mana yang sakit".
" perut bagian bawah mba, ini sering nyeri dan aku pernah saat bak keluar darah tapi sedikit". deg Zaskia tidak ingin menduga ia langsung mencari alat yang mengarah pada pikirannya.
" sejak kapan kamu mengalami gejala itu".
" lumayan lama si mba, tapi aku selalu minum obat nyeri dan sembuh. sakit begini juga tak setiap hari aku rasakan". jelas Najwa, Zaskia terus mengorek keterangan dari Najwa. Zaskia selalu menepis pikirannya semoga tidak seperti apa yang ia pikirkan.
" Baiklah berbaring aku coba lakukan pemeriksaan". Zaskia mengerutkan keningnya seperti dugannya, namun Zaskia akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut supaya lebih jelas.
" Najwa jika aku lakukan pemeriksaan lebih dalam kamu bersedia, ". tanya Zaskia.
" ya apapun hasilnya aku siap dok"
Berbagai pemeriksaan di lakukan oleh Zaskia, ia makin penasaran kenapa dugaannya semakin kuat. Najwa sudah pasrah dan menurut dengan Zaskia. apa pun yang di lakukan Zaskia Najwa mengiyakan. Zaskia lesu ternyata apa yang di khawatir kan terdeteksi, Najwa mengalami kanker serviks hanya belum tau sampai ke mana penyakit itu menyebar. Kalau untuk kemungkinan hamil masih bisa namun kecil, Zaskia akan melakukannya pemeriksaan esok lagi untuk mengetahui sampai tahap apa penyakit ini. Zaskia belum memberitahu Najwa jika ia mengidap kanker serviks.
" tak bisa di lakukan hanya sekali besok kamu kesini lagi ya Najwa, kalau bisa datanglah pagi aku akan lakukan pemeriksaan lanjut". Zaskia mengakhiri pemeriksaan nya, besok akan ia periksa lagi Najwa dengan beberapa tahapan agar tau sampai di mana penyakit itu menyebar..
____
bersambung
__ADS_1