
"Faras kamu mengantar Najwa, Alhamdulillah jadi kamu sudah tau semuanya". ucap Zaskia sembari tersenyum lebar.
" Najwa, tau soal apa Zaskia katakan padaku" Zaskia terkejut ia kira jika Faras sudah tau semuanya.
" jadi kamu ke sini ada perlu apa".
" jelas kan padaku Zaskia sebenarnya ada apa". tanya Faras mencecar Zaskia.
" tolong Zaskia jangan sembunyi kan lagi padaku beritahu aku ada apa dengan Najwa, aku ke sini mengikutinya." Zaskia terhenyak jika ia katakan sama saja dengan Zaskia mengingkari janjinya, Zaskia pikir jika Faras benar-benar sudah tau penyakit Najwa dan ia mengantar Najwa untuk kemoterapi. Zaskia bingung makin bingung ketika tatapan sendu Faras mengunci netranya, Zaskia tak tega melihat Faras.
" Najwa ingin menyembunyikan semuanya bahkan tak ada yang tau keluarga nya, hanya aku, dr Arif dan Jihan sahabat Najwa." ucap Zaskia membuat Faras makin penasaran.
" katakan Zaskia ada apa dengan Najwa".
" Najwa mengidap penyakit kanker serviks "
Faras terhenyak ia begitu kaget semenjak masuk ke rumah sakit ini, dadanya berdebar kuat seperti akan terjadi sesuatu dengannya. kini rasanya dirinya bagaikan terlempar jauh dihantam batu yang sangat besar, ada Zahra juga yang mendengar tak sengaja memang Zahra turun karena lama menunggu suaminya ia berniat mencari Faras. Zahra juga kaget ia membuka mulut nya dan menutup dengan tangan Zahra seperti tak kuasa mendengar nya lalu Zahra duduk ia mengeluarkan bulir air mata rasanya sesak di dada mendengar kabar buruk ini.
" apa maksudmu Zaskia" seperti zahra, Faras pun seperti tak percaya.
" yah itu benar ini kemo ke limanya, kami sudah lama menyarankannya untuk ia kemoterapi. tapi Najwa tidak mau. setelah ia tau Zahra hamil baru ia mau melakukan kemoterapi. "
" ya Allah Najwa" Faras memegang kepalanya rasanya berdenyut. Zahra juga menangis di sana ia menutup mulutnya rapat agar tak bersuara.
" maafkan aku Faras itu permintaan Najwa aku tak bisa memberitahu mu".
" beritahu aku di mana ruangannya". tanya Faras kemudian.
" jaga emosimu Faras ku mohon Najwa dalam masa penyembuhan ia tak boleh stress". ucap Zaskia ia tak ingin terjadi sesuatu pada Najwa.
__ADS_1
Zaskia mengantar Faras di mana Najwa di rawat namun Zaskia hanya memberitahu ruangannya ia tak ikut masuk. Najwa dan Jihan masih tertawa mereka bersenda gurau. Faras kakinya melemah seakan tak kuasa masuk ke ruangan itu tapi sudah tak bisa menahan untuk bertemu Najwa. Bahkan Faras lupa jika Zahra ia tinggalkan di mobil. Faras masuk di ketahui oleh Jihan, Jihan kaget ia gemetar. Langkah kaki Faras perlahan mendekati Najwa, Jihan memberitahu Najwa namun Najwa tidak percaya ia masih asyik melihat handphone nya.
" Najwa ada Faras suamimu"
" dia sedang menemani Zahra kontrol Jihan aku mau mengirimnya pesan mas Faras pasti sudah memvideo calon anakku". Najwa tetap asyik dengan handphone nya. Jihan menggoyang-goyangkan tubuh Najwa.
" mas Faras ke sini Najwa suamimu". setelah Jihan mengatakan nya dengan jelas Najwa pun terhenyak kaget ia langsung berusaha untuk duduk di bantu oleh Jihan.
" mas Faras...". Faras berjalan dengan berderai air mata ia tak kuasa menahannya melihat istri yang sangat di cintai nya terbaring di ranjang rumah sakit.
" aku keluar dulu". ucap Jihan ia tak ingin mengganggu suami istri itu.
Najwa pun sesak rasanya melihat Faras berjalan menangis menemuinya ia pun tak bisa menahannya dan jatuhlah air matanya. itulah yang di takutkan Najwa melihat kesedihan di mata suaminya, ia tak ingin semua ini terjadi. Faras sudah ada di dekat nya di lihatnya wajah Najwa lekat seperti tak percaya jika istri nya sakit. Najwa mengusap wajah Faras yang berlinang air mata.
" mas ku mohon jangan menangis, Najwa tidak apa-apa hanya butuh obat sedikit saja agar tak lemah" Najwa terus mengusap air mata Faras, seketika Faras sadar dan langsung memeluk Najwa ia tumpahkan semua tangis dalam dirinya.
Sedangkan di luar ada Zahra yang juga menangis, Zahra hampir limbung namun ada Jihan yang segera menolongnya di usapnya air mata Zahra. Zahra menangis di pelukan jihan.
" maaf kan Najwa mas, siapa yang memberitahu mu". tanya Najwa penasaran tak ada yang tau kecuali para dokter dan Jihan.
" aku mencari tahunya sendiri, aku mengikuti mu. mas curiga padamu setelah mas menyisir rambut mu yang rontok begitu banyak". Najwa terhenyak ia lupa semalam menolak Faras menyisirinya.
" Zahra mas di mana ia". seketika Faras teringat Zahra yang ia tinggalkan di mobil.
" Zahra di sini mba". Zahra melangkah masuk menahan air matanya.
" Zahra..." Faras kaget ternyata Zahra ikut masuk, Faras takut terjadi apa-apa dengan Zahra jika tau semuanya. Faras melepas Najwa ia mendekati Zahra.
" kenapa kamu turun".
__ADS_1
" Zahra sudah tau semuanya mas". Faras terkejut.
" mba..." Zahra pun tak bisa mengeluarkan kata-kata nya ia langsung memeluk Najwa madunya.
" maafkan mba Zahra" Zahra menggeleng rasanya perih hatinya ketika melihat Najwa terbaring di ranjang. kini tumpahan air mata itu terluap kepada mereka. Faras memeluk kedua istri nya, berasa ada kekuatan dalam diri Najwa dan Zahra.
Faras membantu Najwa berbaring kembali dan Zahra untuk duduk. Najwa masih memegang erat tangan Zahra ia masih terdiam merasa bersalah kepada suaminya dan madunya.
" mba tak seharusnya melakukan ini, jika mba sedih kami juga ikut sedih. berbagilah mba dengan ku". ucap Zahra.
" Zahra , mas." Najwa mengambil tangan Zahra dan Faras ia jadikan satu.
" Zahra berjanjilah padaku untuk tidak meninggalkan mas Faras begitu juga dengan mu mas". Zahra menarik tangannya ia tidak mau berjanji.
" maaf mba, kita tidak tau apa yang terjadi esok. jangan membuat janji dengan zahra"
" iya Najwa jangan lakukan itu".
" jika aku pergi kalian harus tetap bersama".
" mba berhenti lah mengatakan hal ini, mba Najwa dan mas Faras akan terus bersama hingga menua". ucap Zahra.
Najwa mengusap perut Zahra ia merasakan ada gerakan di dalamnya, Najwa tersenyum senang.
" ini anak kita mba, ia butuh mba. mba Najwa harus sembuh mba Najwa harus berjuang dan kuat demi anak kita. Tinggal dua bulan lagi ia akan bersama kita mba mengisi kebahagiaan keluarga kita". Faras mengusap kepala Zahra, sungguh Zahra bersikap dewasa sekali menanggapi masalah ini ia ikhlas...
" iya sayang kamu harus sembuh, ini kan yang kamu impikan melihat anak kita. semua terjadi berkat dirimu pengorbanan mu, " Zahra mengusap tangan Najwa. Najwa tersenyum ia bahagia memiliki madu yang baik juga suami yang sangat baik.
___
__ADS_1
bersambung