Rahim Untuk Suamiku

Rahim Untuk Suamiku
merasakan sakit hati


__ADS_3

Faras pelan-pelan membuka pintunya takut jika Najwa terganggu tidurnya, nampak nya Najwa belum tidur masih murajaah hafalannya. Najwa terkejut melihat suaminya datang ke kamarnya lagi, ia lalu menutup mushaf nya.


" ada apa mas, kenapa ke sini lagi". tanya Najwa.


" mau menemanimu sayang". Faras naik ke ranjang masuk ke dalam selimut.


" mas, Zahra sendirian ini waktunya mas sama Zahra, jangan membuatku merasa bersalah mas". ucap Najwa bijak.


" tidak sayang sekarang tidurlah "


" mas bagaimana dengan Zahra ".


" Zahra yang memintaku menemanimu, kamu lebih membutuhkan ku sayang. Zahra mengusirku ". Najwa terkekeh.


" mengusir mas Faras". Najwa menekankan kata-katanya.


" iya tapi benar apa yang di katakan Zahra kamu lebih membutuhkan ku, kamu baru keluar dari rumah sakit. segera pulih ya sayang, sekarang tidur jangan malam-malam, Zahra tadi bilang jika ia butuh akan langsung menghubungi kita".


" Zahra baik sekali ya mas, dulu memang Najwa kekeh memilih dia karena Najwa tau ia punya hati yang besar"


" Alhamdulillah kalian semua wanita yang sangat baik Allah hadiahkan untuk ku"...


" jaga Zahra baik-baik ya mas bahagiakan dia". ucap Najwa meyakinkan.


" insyaallah sayang mas akan berusaha membahagiakan kalian". Najwa tidur dalam pelukan Faras ia sangat bersyukur dengan kehidupan nya di kelilingi orang-orang yang menyayangi nya.

__ADS_1


Zahra juga langsung terlelap tidur ia rebahkan tubuhnya berdoa mengikhlaskan semua yang terjadi dalam hidupnya, mendoakan kebaikan untuk semua khususnya suaminya dan Najwa. Benar yang dikatakan ustadzah jika kita ikhlas menjalani takdir hidup insyaallah ke depannya tidak berat.


Lagi-lagi Zahra bermimpi soal Najwa yang tenggelam, ia terkesiap bangun membaca banyak istighfar di lihatnya sudah jam setengah empat lalu Zahra mengambil air wudhu dan melakukan shalat.


Di kamar Najwa dan Faras juga sedang melakukan shalat malam berjamaah. Terlihat Najwa sudah lebih baik, Faras senang mereka tilawah sampai adzan subuh berkumandang. Faras berangkat ke masjid sedangkan Najwa shalat di kamarnya.


Faras mengurus Najwa dengan baik hari-harinya ia fokuskan untuk Najwa meski tak mengurangi perhatian nya kepada Zahra. bahkan keduanya sangat pengertian saling memberi nasehat untuk suaminya. Faras masuk ke kamar Zahra si lihatnya Zahra sedang membereskan barang-barangnya mengibaskan sprei. Faras pulang kerja menuju kamar Zahra memang saatnya di rumah Zahra, Faras memeluk Zahra dari belakang membuatnya kaget Faras lupa menutup kamar nya hingga pintu itu sedikit terbuka tanpa sengaja Najwa lewat dan melihat adegan mereka berdua rasanya sesak hati Najwa ia berlari kecil menuju kamarnya dan menangis.


" ya Allah kenapa perih sekali rasanya, apa aku cemburu melihat mereka berdua bermesraan. astaghfirullah kenapa aku lemah lagi aku sendiri yang meminta suamiku menikah lagi, membagi suami dengannya kenapa sekarang aku yang tak kuat melihat mereka bermesraan". suara kecil yang di dengar Najwa sendiri. beberapa hari ini Najwa memang merasa cemburu melihat Faras dengan zahraa bermesraan apalagi saat Faras tersenyum mengusap perut Zahra, perasaan iri dalam diri Najwa hadir tanpa permisi. Faras dan zahraa tak pernah mengumbar kemesraan di depan Najwa tapi tanpa sengaja Najwa melihatnya. apalagi kemarin saat Faras mel**at bibir Zahra, Najwa melihatnya karena Najwa tak mengetuk kamar Zahra untuk permisi masuk. Adegan demi adegan antara Faras dan Zahra terngiang dalam diri Najwa yang membuat Najwa limbung jatuh pingsan, kebetulan saat itu umi naik ke atas untuk ke kamar Najwa memberikan satu minuman untuk Najwa.


" astaghfirullah Najwa" umi berteriak meminta bantuan, Faras yang mendengar langsung berlari ke kamar Najwa.


" ada apa umi". tanya Faras.


Faras lalu mengangkat tubuh Najwa untuk langsung ia bawa ke rumah sakit. Zahra di tenangkan oleh umi, umi tidak mau jika Zahra syok itu akan tidak baik untuk kehamilan nya.


dokter langsung menangani Najwa di berikan obat lalu Najwa harus di rawat kondisinya tidak stabil. Faras tetap menemani namun sesekali ia menghubungi Zahra, saat ini membagi waktu untuk kedua istri nya sulit. ia tetap berusaha bersikap adil untuk kedua istri nya. Faras akan ke kantor sebentar ada yang harus ia selesaikan kebetulan ada Jihan ia akan menemani Najwa.


" kamu kenapa Najwa kok sampai drop begini". Najwa justru menangis hanya kepada jihanlah Najwa mau berkata jujur apa adanya.


" katakan padaku Najwa sebenarnya ada apa".


" entahlah Jihan aku tidak tau kenapa sekarang aku egois aku cemburu dengan maduku jihan'"


" apa maksudmu Najwa, kamu yang meminta Zahra untuk menikah dengan suamimu. dan tak mungkin antara mereka tidak adanya cinta najwa, sudah satu tahun mereka bersama Najwa sudah sepantasnya faras akan mencintai Zahra dan sebaliknya. kamu menyesal hmmm..." Jihan merasa kesal dengan Najwa, dulu Najwa kekeh menikahkan Faras dan Zahra. Jihan sudah memperingati berkali-kali tapi ia tak mau mendengarkan, Najwa tetap pada keputusan nya.

__ADS_1


" aku tidak tau Jihan, otakku kepikiran mereka saat berdua dan itu membuatku terasa sangat sakit hatiku. kenapa aku egois Jihan kenapa". Najwa menangis dipeluknya oleh Jihan.


tanpa mereka ketahui ada Zahra yang mendengar semua perkataan Najwa dan Jihan, saat ini Zahra mau menjenguk Najwa, memang sendirian karena Faras di kantor. namun saat sampai pintu Zahra mendengar semua ucapan Najwa dengan pengakuan nya.


" terus sekarang apa yang akan kamu lakukan". tanya Jihan.


" tidak ada, aku akan menanggung nya seumur hidup ku. aku berusaha menata hatiku kembali untuk ikhlas seperti Zahra yang ikhlas mau menikah dengan suamiku".


" astaghfirullah Najwa..." Jihan bingung juga dengan sahabat nya itu, luka yang ia torehkan pada dirinya sendiri terus lebar dan menganga.


Zahra pelan-pelan ia berjalan menuju taksi yang ia pakai ke rumah sakit, biasanya Zahra pakai sopir kebetulan sopir sedang antar umi ke acara arisan. Zahra menangis di dalam taksi, ia baru tau jika Najwa tersakiti selama ini. Zahra tak tau arah, ia pergi ke pantai di mana saat pertama kali dirinya dekat dengan suaminya, mengenang masa itu yang indah. Zahra ada di situ hampir sore ia sengaja mematikan handphone nya ia butuh ketenangan.


Hingga Zahra merasakan sakit yang teramat di perutnya, memang kandungan Zahra sudah berumur sembilan bulan. Zahra berjalan mencari taksi lagi, karena taksi yang ia naiki tadi sudah pulang. Zahra hampir tak kuat merasakan sakitnya perut nya, Zahra berjalan sembari terseok ia duduk di tempat di mana ada sebuah kursi terbuat dari kayu. ia meringis kesakitan, Habibi saat itu sedang berada di pantai bersama istrinya ia melihat zahra. setelah ia amati Zahra memegang pinggangnya seperti kesakitan, Habibi mengajak istrinya untuk mendekat.


" astaghfirullah Zahra kamu kenapa". tanya Habibi salah satu dosen Zahra.


" tolong saya pak perut saya sakit".


" sepertinya akan melahirkan ini pa ". ucap istri Habibi.


mereka mbawa Zahra ke rumah sakit, di perjalanan Zahra merasakan sakit yang teramat.


___


bersambung

__ADS_1


__ADS_2