Rahim Untuk Suamiku

Rahim Untuk Suamiku
permintaan maaf faras


__ADS_3

Malam ini mereka benar-benar menginap di rumah pak Zainal, Zahra sudah tidak lagi merasa terpukul. Najwa dan Zahra sedang berada di kamar nya menemani Rafa yang akan tidur, Rafa adalah hal yang di impikan Najwa.


" Zahra jangan lagi ada cemburu di antara kita ya, kita jalani rumah tangga ini bersama dan saling mengingatkan tidak ada boleh yang pergi dari sisi kita masing-masing. Rafa membutuhkan mu Zahra, dia akan tumbuh menjadi pemuda yang salih dan cerdas". ucap Najwa sembari memandangi wajah Rafa.


" insyaAlloh mba kita doakan dan didik Rafa dengan baik". najwa tersenyum kali jni benar-benar bahagia.


" bagaimana kuliah mu"


" Alhamdulillah lancar mba". jawab Zahra.


Najwa merasakan pusing di kepala nya ia berjalan ke kamar mandi yang ada di kamar, darah keluar lagi dari hidung nya. pekat hitam dan kental, Najwa mengusap dengan tisu ia basuh lagi supaya berhenti. hampir satu jam Najwa ada di kamar. Zahra heran kenapa Najwa lama sekali di kamar mandi di ketuknya pintu oleh Zahra.


" mba ada apa kenapa lama sekali di dalam".


" tidak apa-apa Zahra perut mba sedikit mulas saja". jawab Najwa. Najwa senang karena darahnya kini sudah berhenti, lalu ia keluar.


" mba minum obat ya ini Zahra ada stok di kotak obat". Zahra menyodorkan obat sakit perut.


" mba sudah bawa ini mba minum dulu ya". itu adalah obat Najwa yang biasa ia minum menahan rasa sakit dan menghentikan perdarahannya.


" Mungkin sulit menjadi seperti mu Faras menghadapi dua istri dalam atap yang sama, Abi tak habis pikir Najwa bisa melakukan nya". ucap Abi.


" Faras juga masih terus belajar bi untuk adil, Faras hanya manusia biasa tak bisa sepenuhnya bersikap adil". ucap Faras.


" Allah memilihmu karena Allah tau jika kamu bisa dan mampu". ucap Abi.


" Faras takut tak bisa membahagiakan keduanya Abi"


" lakukan semuanya karena Allah nak, lakukan adilmu dengan maksimal"


" insyaAlloh bi tegur Faras jika salah"


" pasti itu nak" Faras pamit untuk naik ke atas.

__ADS_1


Kedua istri nya sudah tertidur mungkin karena mereka lelah, Faras menyelimuti keduanya lalu mengecup kepala keduanya. memberikan keadilan untuk kedua istri memang tak mudah, Faras akan terus belajar dan belajar lagi.


Rafa terbangun ia menangis kemudian Faras memeriksanya ternyata Rafa pup, Faras menggantinya kemudian meninabobokan hingga Rafa tertidur kembali.


Keesokan harinya mereka pamit untuk pulang, Zahra juga ikut pulang. Rafa di gendong oleh Najwa, zahraa yang membawa barang-barang Rafa.


" satu pesan umi nak, bicarakan semuanya jangan kamu pendam sendiri. setiap kehidupan berumah tangga itu pasti ada ujian, itu bumbu dalam menjalani rumah tangga kalian. dan Zahra jangan pernah pergi dari rumah tanpa izin suami" pesan umi kemudian.


" insyaAlloh umi tegur Zahra jika salah umi"


" dan nak Faras bimbinglah istri-istrimu dengan baik, mereka butuh dukungan mu. umi yakin kalian bisa menjalani kehidupan rumah tangga kalian. Rafa membutuhkan kalian semua karena kalian orang tuanya".


" iya umi insyaAlloh doakan kami umi bisa terus menjalani dengan baik".


mereka pamit untuk pulang, Najwa sangat senang bisa membawa pulang kembali Zahra ke rumah suaminya. umi dan Abi pun ikut senang kini Zahra kembali, umi memeluk Zahra dengan erat.


" jangan pergi lagi ya nak". ucap umi dan Zahra mengangguk.


Hari ini Zahra harus berangkat ke kampus ada kuis, dan Najwa juga akan ke madrasah. jagoan Rafa akan bersama suster dan umi serta Abi di rumah, Zahra memompa asinya sebelum berangkat ke kampus. Sebelum berangkat ketiganya mencium rafa jagoan kebanggaan mereka. Najwa dan Zahra jalan beriringan masuk ke dalam mobil, mereka akan mengantarkan Zahra terlebih dahulu karena Zahra harus benar-benar pagi ke kampus. setelahnya Faras akan mengantar Najwa, Faras memang sengaja ia tak menyuruh sopir di pagi untuk mengantar istri-istrinya agar kedekatan mereka terus terjalin tanpa ada kesalah pahaman lagi.


" Najwa kapan kamu kemo lagi".


" bulan depan insyaAlloh kemo terakhir mas". ucap Najwa.


" Alhamdulillah mas harap kesembuhan untuk mu Najwa". Faras mengusap kepala Najwa.


" aamiin "


" apa tidak sebaiknya kita berobat ke luar negeri saja sayang, akan lebih baik jika segera melakukan pengobatan". ucap Faras.


" di sini juga dr Arif memberikan pengobatan terbaik mas". Najwa tak ingin jauh dari Rafa.


" sayang mas ingin tau sampai mana sebenarnya penyakit mu ini, besok kita ke dr Arif ya. demi mas Zahra juga Rafa." faras mengobrol di dalam mobil dengan Najwa

__ADS_1


" tapi mas Najwa tak mau jauh dengan Rafa".


" sayang berobat di luar negeri tak akan lama jika selesai kita bisa langsung pulang dan kita juga masih bisa melihat Rafa setiap hari dengan video call". saran Faras ia ingin memberikan pengobatan yang terbaik untuk istri nya.


" asal tak akan lama Najwa mau mas".


" insyaAlloh tidak sayang, mas mau kamu sembuh kita bisa merawat Rafa mendidik nya bersama". ucap Faras.


" dan Najwa juga ingin zahra hamil lagi mas". Faras mengerutkan keningnya Najwa begitu bersemangat.


" baru saja kemarin sayang Zahra merasakan sakit, kamu sudah mau Zahra hamil lagi". Najwa mengangguk.


" Najwa mau rumah kita di penuhi dengan tawa anak-anak mas" Faras mengusap kepala Najwa.


" insyaallah sayang tunggu Rafa bisa berbicara dulu ya baru kita bicarakan lagi soal adiknya Rafa". Najwa terkekeh ia membayangkan betapa ramainya rumahnya dengan tawa anak-anak.


" sayang maafkan mas ". ucap Faras ia merasa belum bisa bersikap adil terhadap istri-istrinya.


" memang mas Faras salah apa kok minta maaf dengan Najwa, justru Najwa yang seharusnya minta maaf".


" bantu mas bersikap adil dengan kalian". ucap Faras.


" mas memang manusia tak bisa selayaknya seperti nabi bersikap adil terhadap istri-istrinya, tapi mas bagi Najwa jauh lebih baik dari laki-laki di luaran sana. Najwa mencintai mas karena Allah". fars mengecup tangan Najwa, mobil Faras berhenti karena sudah sampai di depan madrasah.


" besok kita ke dokter arif, melihat perkembangan penyakit mu. dan jika bisa memungkinkan kita langsung ke luar negeri melakukan pengobatan. jangan menolak sayang ini permintaan mas, mas mohon". Faras wajahnya sendu melihat ke arah Najwa, Najwa mengusap pipi Faras dengan lembut.


" iya mas besok kita ke dokter".


" Alhamdulillah". Najwa pamit turun dan masuk ke madrasah, Faras melajukan mobilnya kencang menuju kantor.


__


bersambung

__ADS_1


__ADS_2