
Perjanjian nya dengan zayn Faras dan Najwa menuju taman seperti apa yang sudah menjadi kesepakatan keduanya. Berlari kecil dulu sebelum ketemu Zayn jika sudah bertemu mereka hanya akan asyik bermain. Zayn sudah menunggunya dari tadi ia bersama papa dan mamanya, Zayn senang ketika melihat Faras dan Najwa berjalan ke arahnya.
" Hay anak pintar sudah lama menunggu" tanya Faras sembari mengacak rambut Zayn gemas.
" kaki ku sudah kesemutan om". Najwa terkekeh.
" lagian tadi papa ajak kamu lari dulu tak mau". ucap suami Zaskia.
" nanti Zayn lelah dulu sebelum bermain papa". papa nya mendengus kasar.
Zaskia dan Najwa duduk tempat biasa mereka duduk. kini Zayn bermain bersama Faras dan papa Zayn melanjutkan olahraga nya. Najwa tersenyum senang melihat suaminya tertawa lepas, begitu juga Zayn ia sangat akrab dengan Faras.
" bagaimana keadaan mu Najwa"
" Alhamdulillah mba aku baik tak ada keluhan" .
" semoga lekas sembuh, tapi mba harap kamu segera kemoterapi Najwa. " nasehat Zaskia sebenarnya Zaskia sangat ingin memberitahu faras namun Najwa mencegahnya.
" aamiin mba, Najwa belum siap mba untuk kemoterapi".
" kenapa, ini akan mempercepat proses penyembuhan mu Najwa sebelum merambah lagi". terang Zaskia.
" entahlah mba, aku belum sanggup melihat mas Faras sedih."
" ia akan lebih sedih lagi jika kamu tak memberitahu nya"
" ku mohon mba berjanjilah padaku jangan beritahu mas Faras". mohon Najwa berkali-kali kepada Zaskia.
" lalu apa yang akan kamu lakukan lambat laun Faras pasti akan tau dan penyakit mu...". Zaskia berhenti ia tak ingin melanjutkan ucapannya yang sangat pedih terdengar.
" aku akan mencarikan istri untuk mas Faras mba"
" apa maksudmu Najwa Faras pasti tak akan setuju, ia sangat mencintaimu".
" maka dari itu mba, mas Faras harus bahagia aku tak bisa memberikan kebahagiaan itu". ucap Najwa ia menahan tangisnya.
" ia sudah sangat bahagia hidup bersama mu Najwa, kamu jangan lakukan hal nekat ini. mempunyai madu itu tak seperti yang kita bayangkan, akan sakit merasakan sakit keduanya. Tapi di sini mba lihat Faras yang justru akan merasakan sakit yang luar biasa".
__ADS_1
" Najwa tidak tau mba sampai kapan umur Najwa, Najwa akan meninggalkan dunia ini sewaktu-waktu. Najwa ingin memberikan kebahagiaan untuk mas Faras mba hanya itu keinginan di akhir hidupku" .
" Najwa kamu akan sembuh, kamu jangan pesimis begitu. kita tidak boleh mendahului takdir Allah kamu taukan itu Najwa". Najwa terdiam mendengar penjelasan Zaskia. kemudian Najwa memegang tangan Zaskia memohon.
" ku mohon mba jangan katakan sama mas Faras".
" mama... lihat om Faras hebat sekali memainkan mobilnya". keduanya hilang fokus lalu menatap Zayn yang tertawa senang. Faras masih menjalankan mobil remot milik Zayn arena balap yang mereka pilih berbelok-belok.
" iya sayang, ayo kalahkan om Faras". teriak Zaskia.
" lihatlah mba, mas Faras bahagia bermain dengan Zayn. pasti dia juga sangat menginginkan hadirnya seorang anak". ucap najwa sembari tersenyum.
" yah semua orang yang menikah tak lain memang memimpikan hadirnya keturunan, pasti kalian juga. namun takdir Allah mengatakan hal berbeda, Allah sangat menyayangi kalian hingga menguji kalian seperti ini. kalian adalah pilihan Allah kalian pasti bisa melewatinya tanpa kamu harus mencarikan Faras istri ke dua". keduanya matanya mengarah kepada Faras dan Zayn yang sednag asyik bermain.
Zayn berlari ke arah Najwa dan mama nya ia menarik tangan Najwa untuk di ajaknya bermain. bukan bermain mobil-mobilan lagi namum kejar-kejaran yang tertangkap yang akan jaga. kini Najwa tertangkap oleh Faras dan gantian Najwa yang jaga, ketika ia mengejar suaminya Najwa merasakan sakit di kepalanya ia pusing dan akhirnya Najwa pingsan. Zaskia yang melihatnya langsung berlari ke arah Najwa.
" cepat bawa ke rumah sakit" tanpa bertanya Faras menggendong istrinya naik ke mobil, langsung suami Zaskia mengarahkan mobilnya langsung ke rumah sakit. Zayn juga ikut panik melihat Faras panik.
" Tante Najwa kenapa ma".
" tidak apa-apa sayang mungkin Tante Najwa kelelahan saja". ucap Zaskia menenangkan.
" tidak sayang Tante hanya kelelahan saja ia tidak apa-apa nanti setelah mama periksa dan kasih obat pasti sembuh". Zaskia melihat anaknya panik ia tak mau Zayn ketakutan.
Suster berlarian mendorong ranjang untuk najwa, Faras menggendong najwa ia mengikuti sampai ke ruang UGD.
" tunggu di luar saja Faras saya akan memeriksa nya". Faras menunggu Najwa di luar ia panik berfikir kenapa istrinya bisa pingsan.
" om maafkan Zayn". ucap Zayn panik.
" tidak sayang bukan karena Zayn Tante Najwa belum sarapan saja jadinya kelaparan terus pingsan". Faras tersenyum ia duduk mensejajarkan tubuhnya dengan Zayn.
Zaskia memeriksa keadaan Najwa , Najwa begitu lemah. ada dokter lain yang saat itu piket ia juga ikut memeriksa najwa.
" ini pasien anda". tanya dokter arif spesialis kanker.
" iya dok, ia menderita kanker serviks stadium 3 ". terang Zaskia.
__ADS_1
" oh ini bukan lagi stadium tiga dilihat dari gejala dan riwayat nya sudah mengarah ke stadium 4". ucap dokter arif.
" ya Allah apa benr dok, Najwa.."
" sebaiknya segera lakukan kemoterapi".
" tapi pasien menolak dok".
" mungkin cepatnya kanker itu menyebar karena pasien tak ada semangat lagi untuk sembuh, bagaimana dengan keluarganya sudah membujuknya". tanya dokter arif lagi.
" pasien tidak ingin keluarga nya tau dok, ia meminta saya untuk merahasiakan nya". dokter arif melakukan pemeriksaan dengan sneli yang tergantung di lehernya. Najwa Bergerak ia sadar dan melihat jika ia sudah berada di ruangan.
" mba Zaskia saya di rumah sakit". tanya Najwa ia melihat ada dokter lain yang sedang memeriksa nya.
" iya Najwa tadi kamu pingsan, "
"ku mohon mba jangan katakan pada mas Faras tenteng penyakit ku, dok jangan katakan apapun pada keluarga ku". Najwa wajahnya memelas ia memohon dengan sangat. Zaskia menoleh ke arah dokter arif mereka menghela nafas kasar.
" penyakit mu sudah menyebar sebaiknya cepat lakukan kemoterapi".
" tidak dok jangan sekarang, saat ini atau nanti saya pasti akan mati". pilu rasanya hati Zaskia mendengar ucapan najwa.
" saya tak bisa melakukan lebih jika pasien menolak" . ujar dokter arif menyayangkan sikap Najwa.
" biarkan saya memberi kebahagiaan untuk suami saya sebelum saya pergi dok, ia akan sedih jika tau saya sakit" .
" Najwa saya bingung.. ".
" tak apa mba ini kemauan ku sendiri" .
" Faras menunggu di luar"
" mba tidak mengatakan nya kan".
" tidak Najwa seperti apa yang kamu mau" .
" terimakasih banyak mba". dokter arif dan Zaskia keluar ruangan ia memberitahu jika Najwa sadar.
__ADS_1
____
bersambung