Rahim Untuk Suamiku

Rahim Untuk Suamiku
Najwa pingsan lagi


__ADS_3

Faras dan Najwa pulang ke rumah, Zahra sudah menunggu nya di depan. Faras sudah memberitahu jika meraka hari ini akan pulang. Rafa masih tertidur setelah ia menyusui, namun Zahra menggendongnya agar bisa bertemu dengan ibunya yang lain juga ayahnya.


Mobil sudah sampai di halaman rumah dan security menghampiri untuk membantu tuannya. Faras menurunkan semua oleh-oleh yang di bawanya dari rumah Abah Hasan. mobil memang penuh tak hanya hasil tani tapi makanan khas daerah nya mereka bawakan.


" assalamu'alaikum Zahra". Najwa langsung berhamburan memeluk Zahra


" wa'alaikumsalam mba". Zahra senang ia mengeratkan pelukan Najwa.


" masuk dulu istirahat pasti kamu lelah Najwa sayang".


" iya mas sebentar Najwa cium Rafa dulu, umi kangen sekali sayang". Najwa menghujani ciuman di wajah Rafa yang membuat Rafa menggeliat ia merasakan jika ada yang mencium, Rafa jadi terganggu tapi ia tidak menangis kemudian tidur lagi.


" ya ampun liat mas Rafa tidur lagi, hmmm kenyang ya sayang". Zahra terkekeh melihat Rafa .


Najwa akan naik ke atas namun tiba-tiba Najwa menjadi limbung kepalanya pusing dan ia terjatuh pingsan, darah segar mengalir dari hidungnya.


" mba Najwa, mas mba Najwa jatuh" Faras langsung berlari menghampiri Najwa.


" keluarkan mobil Najwa harus di bawa ke rumah sakit". sembari menggendong Rafa Zahra memanggil sopir untuk membawa mobilnya.


Faras mengangkat tubuh Najwa yang lemah, hidung nya masih mengeluarkan darah segar. Faras panik juga Zahra, Zahra meminta suster untuk menjaga Rafa kemudian ia ikut bersama Faras ke rumah sakit.


Faras berteriak memanggil suster agar cepat membawakan ranjang untuk Najwa. Zahra hanya menangis melihat Najwa pingsan.


" ada apa Faras". tanya Zaskia yang saat itu ia masih praktek.


" Najwa pingsan".


" innalilahi, kamu tenang aja kami akan ssgera menangani nya.". Zaskia dengan cepat ikut masuk ke dalam ruangan UGD.


" Pasien mengalami penurunan imun, kita tambah saja asupan vitamin yang masuk ke dalam tubuh".


" jangan lupa dok jika pasien hamil". dokter Arif mengangguk, hampir saja ia akan memasukkan obat kanker dalam tubuh Najwa.


" Kita tidak bisa melakukan apapun tanpa persetujuan dari pasien". ucap dr Arif.


" iya dok semoga ada keajaiban tuhan hanya itu harapan kita".


Dokter Arif keluar dalam ruangan, meskipun ia panik dengan pasiennya namun dokter Arif tak akan mengatakan yang bisa membuat panik keluarga.


" bagaimana dok istri saya". tanah Faras panik.


" ia lelah dan juga stress, apa ada masalah akhir-akhir ini dengan pasien". tanya dr Arif memastikan.

__ADS_1


" ia Najwa baru pulang dari rumah pamannya".


" pasien akan siuman setelah dua jam, kalian silahkan tunggu. maaf kamu taj bisa melakukan apapun tanpa persetujuan pasien" Faras pun mengerti dan ia sudah berjanji tidak akan melarang Najwa untuk merawat janinnya hingga ia melahirkan.


" Berdoa lah kepada Allah Faras hanya ia yang bisa di mintakan pertolongan atas diri Najwa, bukan kami tak mau menangani semua atas persetujuan pasien. Untungnya saja janin dalam perut Najwa sangat kuat".


" Aku juga tak bisa berbuat apa-apa Zaskia hanya bisa pasrah, aku sudah berjanji pada diri Najwa ia tidak mau meminum obat kankernya lagi".


" yakinlah Najwa pasti sembuh". Zaskia pamit ke ruangan nya ada pasien.


Kini Faras dan zahra masuk melihat Najwa, hanya di perbolehkan 10 menit saja oleh suster penjaga. Setelah puas melihat istrinya yang terbaring lemah Faras dan Zahra keluar. tiba-tiba Faras menangis, membuat hati Zahra juga terasa sakit melihat suaminya menangis.


" mas harus kuat ya, mba Najwa kuat janin mba Najwa juga kuat mas". Zahra mengusap punggung Faras menenangkan.


" Ia terbaring sangat lemah di ranjang itu, aku tak sanggup melihatnya lagi". ucap afaras.


" mba Najwa sedang melakukan pengobatan mas kita harus dukung dia. tak ada obat yang paling mujarab selain dukungan dan doa dari kita keluarga nya mas".


" aku gak menyangka jika Najwa juga akan hamil, mas senang tapi kondisi Najwa jadi begini sangat lemah. "


" ikhlaskan atas takdir yang sudah berkehendak mas" Faras mengangguk Zahra selalu menguatkan nya.


" insyaAlloh jangan pernah pergi dari mas, mas juga sangat membutuhkan mu"


Menunggu hingga dua jam akhirnya Najwa siuman, suster lalu memanggil dokter agar memeriksa Najwa.


" semuanya normal tidak apa-apa pasien sudah bisa langsung pulang" ucap dokter Arif.


" saya mau pulang dok".


" iya nanti pulang setelah infus ini habis, ingat Bu Najwa jika pulang anda jangan stres jangan memikirkan hal yang menganggu pikiran mu".


" anak saya masih kan dok" dokter Arif tersenyum ia baru ini menemui pasien yang tak mau di obati.


" ia baik-baik saja Najwa, janin mu sangat kuat".


" Alhamdulillah". ucap Najwa.


Najwa tersenyum senang, dokter pamit keluar Kemudian ia mempersilakan Faras dan zahra untuk masuk.


" mas Faras, Zahra kalian di sini lalu Rafa".


" Rafa sama suster mba, ada umi dan Abi juga di rumah".

__ADS_1


" seharusnya kalian jangan tinggalkan Rafa sendirian".


" kami tadi panik melihat mba Najwa pingsan".


" maafkan mba Najwa"


" tak apa mba, mba harus janji sama zahra. mba harus semangat untuk sembuh".


" insyaAlloh Zahra mba akan sembuh".


__


Di pesantren arsi masih sibuk mengajar, ada seseorang yang datang ke rumah Abah Hasan. Umi dan Abah saling pandang mereka tak mengenal laki-laki itu, namun Abah Hasan menyambutnya dengan baik. Biasanya juga ada orang yang datang untuk mengantarkan dana untuk pembangunan pesantren.


" assalamu'alaikum"


"wa'alaikumsalam " Abah menyambut nya.


" maaf Abah saya Bilal ada perlu dengan Abah". Abah mempersilahkan masuk.


Bilal membawa orang tuanya bertamu ke ruamh Abah Hasan. Mereka berbincang dulu basa nasi membicarakan pesantren.


" maaf Abah kedatangan kami ke sini untuk mengkhitbah arsi anak Abah". Abah dan umi saling pandang.


" iya kiyai, anak saya Bilal ingin mengkhitbah anak kiyai".


" Nak Bilal sudah tau anak saya arsi".


" iya Abah dari sejak SMA Bilal tau arsi, Bilal adalah kakak tingkat nya arsi".


" MasyaAlloh, Abah menerima khitbah nak Bilal namun sepenuh nya tetap arsi yang akan menentukan khitbah nak bilal. umi panggilan arsi". umi masuk ke dalam lalu memanggil arsi.


Arsi datang dengan wajah menunduk ia tak berani menatap orang di situ. betapa saliha nya arsi ini hingga apapun itu ia ikut dengan keputusan abahnya.


" nak Bilal ini datang untuk mengkhitbah mu nak". arsi mendengar nama Bilal dadanya berdegup kencang ia mengingat kakak kelasnya tempo SMA.


" semua arsi serahkan keputusan kepada Abah."


" Abah memang ayahmu tapi untuk jodoh sepenuhnya Abah serahkan kepada arsi, boleh ta'aruf dulu dan lakukanlah shalat istikharah". arsi belum melihat siapa Bilal yang datang.


" lihatlah dulu nak Bilal arsi". arsi kemudian mengangkat wajahnya dan terkejut benar Bilal adalah kakak kelas nya tempo SMA.


___

__ADS_1


__ADS_2