Rahim Untuk Suamiku

Rahim Untuk Suamiku
pergi ke dokter


__ADS_3

Di kampus Zahra fokus untuk mengerjakan kuis, memang Zahra anak yang meski sewaktu-waktu akan di adakan kuis Zahra tetap bisa mengerjakan nya. jika berada di kampus Zahra menggunakan waktunya untuk belajar karena jika di rumah sudah sibuk mengurus Rafa, meski Rafa banyak sekali yang merawat tetap saja Zahra adalah yang melahirkan Rafa otomatis saat Zahra di rumah ia terus menjaga Rafa kecuali jika suaminya pulang akan terbagi lagi untuk mengurus suaminya.


" Zahra maaf boleh aku bertanya".


" iya Laila tanyakan saja". ucap Zahra sembari ia mbolak balikkan bukunya.


" gimana rasanya jadi seorang istri kedua, maaf aku bukannya menyinggung". ucap Laila.


" berat Laila kamu jangan pernah mengikuti jejak ku". Zahra terkekeh.


" tapi suamimu sangat menyayangi mu juga istri tuanya juga menyayangi mu, kalian tak pernah bertengkar".


" iya mereka semua menyayangi ku tanpa terkecuali, aku bersyukur Laila mba Najwa ataupun mas fars sangat menyayangi ku".


" rasanya aku tak kuat jika jadi kamu".


" dengan itulah Allah membebankan nya kepadaku" Zahra terkekeh lagi.


" tak pernah terbayangkan aku Zahra kamu menjadi istri kedua suamimu dan tinggal satu atap dengan madumu. aku ngeri Zahra bisa-bisa setiap hari aku berantem dengannya". Zahra tertawa.


" tinggal bagaimana niat awalnya Laila, aku sungguh menolong bukan untuk mengambil mas Faras dari mba Najwa. entahlah kata orang atau pembaca aku ini bagaikan musuh baginya. aku tak ada niat apapun Laila demi Allah aku tulus" ucap zahra menikmati jus nya.


" aku berdoa untuk mu semoga kamu selalu bahagia Zahra".


" aamiin terimakasih doanya Laila". Laila mengangguk lalu mereka masuk kelas lagi masih ada satu mata kuliah.


-


Biasanya Faras pulang akan menjemput Najwa dulu namun sekarang Najwa tidak mau setelah adanya Rafa jika tak ada jam ia akan langsung pulang menemani Rafa di rumah, Zahra dan Najwa sedang berada di depan dengan Rafa di kereta dorongnya mereka berbincang banyak hal. Faras pulang langsung menghampiri keduanya kedua istri nya Salim lalu Faras mengecup kepala kedua istri nya seperti biasa.


" cuci tangan dan ganti baju dulu mas sebelun menyentuh Rafa, mas habis dari luar aku tak mau anakku kena virus yang mas bawa". ucap Najwa mendorong Faras yang akan mencium Rafa. Zahra terkekeh melihat Najwa mengusir Faras.


" hanya mau cium saja sayang mas rindu dengan Rafa".


" tidak mas harus cuci tangan dulu dan ganti baju itu peraturan baru".


" kapan peraturan itu di buat".

__ADS_1


" ya detik ini". Faras kemudian berlari ke atas ia langsung mandi dan berganti pakaian di kamar Najwa memang jatahnya ia ada di kamar Najwa, Najwa sudah menyiapkan air juga ganti pakaian nya.


" aku tak mau Rafa kena virus dari luar Zahra, jika kita habis bepergian sebaiknya langsung cuci tangan sebelum menyentuh Rafa."


" iya mba itu lebih baik demi keamanan Rafa". Rafa menggeliat seperti minta ingin di angkat, Najwa lalu mengangkat nya.


" sini sama Abi nak Abi kangen" Faras meminta Rafa dari gendongan Najwa.


" kangennya cuma Rafa sama umi-umi nya tidak kangen". goda Najwa kepada Faras.


" itu pasti sayang abinya juga sangat merindukan umi-umi nya. kalian semua adalah sumber kehidupan ku". Faras tersenyum kepada kedua nya.


" sungguh" ucap Najwa kembali


" belahlah dadaku sayang jika kurang yakin dengan semua ucapan ku" ucap Faras lalu fokus ke Rafa.


" yakin. mas adalah laki-laki terbaik untuk kami, suami yang baik dan Abi yang baik Rafa". ucap Najwa Zahra tersenyum. kini Najwa duduk bersisian dengan Zahra.


" sedang tertidur cucu Oma" umi menghampiri melihat Rafa masih nyenyak tidur di pangkuan Faras.


" iya Oma rafa tidur, nangis, pup gitu aja kerjaan nya". semuanya terkekeh ssketika Rafa langsung menangis.


" iya Rafa anak Soleh nya umi". ucap Najwa dan Rafa langsung berhenti menangis kemudian tertidur kembali.


" sayang tadi sudah izin di madrasah" tanya Faras.


" iya mas sudah"


" alhamdulilah semoga cepat teratasi tentang penyakitmu sayang".


" iya mba lakukan pengobatan mba Najwa jangan menyerah ya, mba Najwa harus sembuh"...


" iya, makasih semangat nya Zahra". Najwa memegang tangan Zahra, Zahra mengangguk.


Malam ini Faras akan tidur di kamar Najwa dan Rafa bersama Zahra. seperti itu seterusnya, Zahra setelah mengganti popok Rafa ia langsung istirahat untuk tidur. sedangkan Faras dan Najwa masih berbincang-bincang,


" sayang seharusnya dari dulu kamu memberi tahu mas soal penyakit mu".

__ADS_1


" maaf mas, Najwa tak ingin kalian sedih".


" sayang kita itu satu, jika sedih kita harus sedih bersama dan jika senang juga bersama tak ada yang boleh di tutupi apapun masalah kita".


" besok lagi katakan saja semuanya apa keluh kesah mu jangan kamu simpan sendiri". Faras mengecup kepala istrinya kemudian memeluknya erat.


" iya mas insyaAlloh"


" lihatlah pengorbanan Zahra untuk kita, ia rela menikah dengan ku demi keinginan mu. dan kamu tau dari kemarin aku di hujat sama pembaca". Najwa tertawa lebar.


" sabar mas sabar tidur yuk sudah ngantuk besok kita ke rumah sakit". faras lalu mengencang kan pelukannya mereka tertidur.


" Zahra kamu mau ke kampus".


" ngga mba hari ini Zahra libur tak ada mata kuliah".


" syukurlah kalau begitu, umi juga mau pergi ada acara dengan ibu komplek dan aku mau ke rumah sakit sama mas Faras". ucap Najwa.


" iya mba, lekas sembuh ya mba". ucap Zahra.


" insyaAlloh Zahra hidup kita sudah di gariskan oleh Allah SWT, antara kapan dan kafan". Najwa tersenyum ia mengamati Rafa yang sedang membuka matanya melihat ke sana ke mari membuat Najwa jadi gemas dengan anaknya itu.


" sayang umi najwa pergi dulu sama Abi ya, Rafa di rumah sama umi Zahra anak pinter anak Soleh Abi dan umi". Najwa pamit juga Faras kepada Rafa dan zahra.


" hati-hati mba". Najwa pamit ia mencium cipika cipiki dengan Zahra.


Faras melajukan kendaraannya dengan tenang tak ngebut sama sekali ia senang kini menemani Najwa ke rumah sakit berharap istrinya lekas sembuh.


" sayang setelah ini kita berobat ke LN ya, mas mau pengobatan terbaik untukmu. mas sama sekali tak tenang, mas takut jika kamu menyembunyikan sesuatu lagi sama mas". ucap Faras serius.


" Najwa membuat satu kesalahan dari itu mas sekarang mencurigai Najwa, *.


" mas ngga mau kecolongan lagi najwa, kamu tanggung jawabku dunia akhirat sayang. apa yang akan aku pertanggungjawabkan nanti di akhirat seakan aku tak mengurus mu saat sakit dan aku bersenang-senang dengan istri mudaku seperti yang di katakan pembaca". Najwa tergelak lagi.


" tak apa mas pembaca bebas berkomentar di sini, penulis juga panas dingin dengan komentar pembaca". Faras gusar untung pembaca jauh jika dekat Faras mungkin sudah di gantung.


__

__ADS_1


bersambung


__ADS_2