
Di tatapnya foto-foto kebersamaan Zahra dan Laila saat mereka di kampus, mereka sering bersama saat di kampus.Zahra masih saja menangis ia masih terus mengingat kenangan bersama Laila. saat dirinya buta Laila sering sekali datang untuk membacakan buku untuk nya.
" Laila tak ingin engkau gunakan matanya hanya untuk menangis karena bersedih Zahra, sudah berhenti jangan menangis lagi ia pasti makin marah jika melihat mu begini". Najwa duduk di samping Zahra yang sedang memandangi foto Laila. Zahra makin terisak mendengar suara Najwa.
" Hargai pengorbanannya, ia ingin melihat mu selalu bahagia. jangan kamu sia-siakan pengorbanan Laila. ia akan bahagia melihat mu bahagia". zahra kemudian berhenti menangis ia mendongak ke arah Najwa.
" kenpa Laila harus melakukan nya pada Zahra mba, " Zahra masih tetap menitikkan air mata suara isakan itu berhenti.
" karena ia menyayangi mu, ia tak ingin meninggal dalam keadaan sia-sia. Sekarang tugasmu adalah merawat apa yang sudah Laila tinggalkan untuk mu Zahra". Zahra terdiam ia mencerna setiap pengucapan semua orang.
Faras membawa Rafa untuk masuk ke kamar Zahra, ia tersenyum melihat ibunya dan tangannya ingin meraih nya. Zahra kemudian menghapus air matanya lalu menggendong Rafa.
" Rafa adalah alasan utama kenapa ia menitipkan matanya untuk mu Zahra, karena Rafa sangat membutuhkan mu" Zahra mengangguk ia melihat ke arah Rafa yang tertawa sejak tadi.
***
Kandungan Najwa sudah sembilan bulan kini ia tinggal menunggu waktu yang tepat untuk melakukan operasi karena Najwa tidak diperkenankan untuk lahiran normal. Mereka sudah mencari tanggal yang tepat yaitu minggu depan.
" Sayang sudah nanti lelah biar bibik saja yang menyiapkan, masih Minggu depan kan". Faras melihat Najwa sudah tak tega dengan perutnya yang sudah besar.
" tak apa mas, Najwa masih bisa melakukannya". semua sudah Najwa siapkan dari baju bayi hingga baju ganti untuk nya.
Terdengar suara ketukan pintu, tak berhenti pintu itu di ketuk. Faras dan Najwa tersenyum pasti itu Rafa, Rafa yang sudah pandai berjalan sudah tau dimana letak kamar orang tuanya.
" sayang ada apa".
" umi..." Rafa berlari menemui Najwa. Rafa mengusap-usap perut Najwa membuat Faras dan Najwa tertawa. makin besar Rafa makin lucu dan pintar. sedangkan Zahra masih sibuk dengan kuliahnya.
__ADS_1
" sebentar lagi adiknya Rafa akan keluar, Rafa punya temen untuk main bola". Faras mengangkat Rafa untuk di pangkunya.
" adik...".
" iya di dalam perut umi Najwa ada adik Rafa". Rafa tertawa senang.
" ayo kita makan sayang, umi sudah lapar". Rafa mengangguk kemudian mereka turun untuk makan". sebenarnya ini hari libur hanya Zahra ada tugas dari kampus jadi ia keluar bersama teman kampus nya. mereka makan siang bersama, Rafa sudah bisa makan sendiri meskipun masih sangat acak-acakan tapi dibiarkan nya karena Rafa sangat menyukai.
Zahra pulang dari bertemu dengan temannya mengerjakan tugas, Zahra tersenyum senang melihat Rafa sedang makan. Zahra mencium tangan faras, ia cipika cipiki dengan Najwa lalu mencium Rafa.
" sudah pulang zahra, ayo sekalian kita makan".
" iya mba sebentar Zahra ke atas dulu". Zahra ke atas untuk meletakkan tas nya lalu kembali turn ke bawah.
" MasyaAlloh nak makannya sangat berantakan kamu pintar sekali". Zahra mengusap kepala Rafa kemudian ia duduk.
" Alhamdulillah sudah mba, ."
" Gimana masih semangat kan untuk menyelesaikan kuliah."
" insyaAlloh mba, impian Zahra bisa kuliah setelah lulus. terima kasih mba.".
" kamu dari dulu memang pintar sudah sepantasnya kamu kuliah, meskipun tidak kami biayai kamu bisa masuk kuliah dengan jalur beasiswa". Zahra tersenyum melanjutkan menyelesaikan makanannya.
***
Hari yang dinanti tiba, hari ini setelah Zuhur Najwa akan melakukan operasi pengangkatan bayinya. Zaskia yang akan mengoperasinya karana dia adalah dokter spesialis kandungan satu-satunya di rumah sakit itu. Zaskia sudah siap dengan semua alatnya, dan kemungkinan terburuk yang akan terjadi nanti pada Najwa. Dokter Arif sebagai dokter kanker pun sudah siap jika ada sesuatu hal, juga Bilal sebagai dokter umum ia juga siap mendampingi Najwa. Najwa akan melahirkan dengan operasi.
__ADS_1
Najwa sudah di letakkan di ranjang dengan di pasang infus. sebelum masuk ke ruang operasi semua menguatkan Najwa.
" Bismillah sayang kamu pasti bisa". Faras mengecup kening Najwa.
" mba pasti kuat kami menunggu mba Najwa".
" sayang bismillah kamu pasti mampu".ucap umi, semua menguatkan Najwa.
kemudian Najwa di bawa ke ruang operasi dimana akan di angkat nya janin milik Najwa. dokter Zaskia sudah mulai memasang selang oksigen di hidung Najwa. Najwa juga sudah mulai di bius di daerah punggungnya. semua tegang menunggu di luar, tak henti-hentinya Zahra mengusap punggung suaminya untuk menenangkan. Zahra tau begitu besar cinta suaminya untuk Najwa meskipun ia juga merasakan cinta yang sama. karena Faras begitu adil memperlakukan kedua istrinya.
Suara tangis bayi terdengar dari dalam, di ikuti tangis semua orang yang menunggu di luar. Faras memeluk zahra dengan erat mencoba berusaha untuk lebih kuat. Bukan bayi nya yang ia khawatir kan kini tapi istrinya Najwa. Bagaimana keadaan istrinya di dalam sana, Zahra berkali-kali mengusap punggung Faras.
" mba Najwa pasti akan baik-baik saja mas, mas tenang ya kita berdoa". Faras masih tak sanggup ia benar-benar sangat lemah.
Terlihat dokter Arif juga dokter Bilal berjalan cepat menuju ruang operasi, itu membuat semua orang ikut panik. Najwa meminta bantuan kepada kedua dokter itu karena Najwa pingsan setelah dioperasi. Di dalam Zaskia dengan dokter lainnya masih menangani Najwa, Najwa yang di beri selang oksigen karena ia berkali-kali tidak stabil. Dokter Arif juga dokter Bilal ikut menangani Najwa. Najwa setelah operasi tidak sadarkan diri membuat semua dokter panik. di ambilnya alat detakan jantung untuk najwa, ketiga dokter sudah berkeringat penuh kondisi Najwa tidak stabil.
Faras gemetar tangannya dingin pikiran nya sudah kacau, semua ia ingat dari pertama ia bertemu Najwa, pernikahan nya, kebersamaan nya, bagaimana Najwa meminta Faras untuk menikahi Zahra, masa kehamilannya hingga semua terlintas dari benak Faras. ia sangat takut begitu sangat takut jika terjadi apa-apa dengan Najwa. meski sebelum akan di Operasi Najwa stabil kondisi nya bagus, namun Faras panik ketika melihat dokter arif dan dokter Bilal berjalan cepat untuk masuk keruangan operasi.
Semua berdoa untuk keselamatan Najwa berharap semuanya akan baik. tak lain penulis juga berdoa semoga yang baca novel ini suka membuat penulis bisa semangat lagi untuk menulis kisah yang lain. insyaallah akan ada kisah Bilal dan arsi di novel selanjutnya.
______
tinggalkan jejak beri semangat untuk othor pemula ini.
Ig : @fenitri_azzukhruf
tiktok : Feni.t.azzukhruf
__ADS_1
visualisasi bisa di lihat di sini 👆