Rahim Untuk Suamiku

Rahim Untuk Suamiku
saran dr Arif


__ADS_3

Bahagia itulah yang di liputi hati Najwa, kini benar-benar ada janin yang berada dalam perut nya. Najwa masuk ke kamar ia tersenyum tiada habisnya. Najwa memasukkan ke kotak sampah semua obatnya, ia sudah bertekad apapun yang terjadi Najwa akan tetap mempertahankan anaknya untuk di lahirkan ke dunia. berbeda dengan Faras hatinya begitu resah, seharusnya ia bahagia tapi tidak karena mengancam keselamatan Najwa.


Seharusnya malam ini Faras ada di kamar Zahra namun Zahra meminta agar Faras menemani Najwa. Faras mengikuti kata Zahra , memang Najwa butuh suport dari orang-orang yang ia sayangi. Faras mengusap kepala zahra ia senang karena istri mudanya itu sangat pengertian ia tak mau Najwa kecewa dan terluka.


" mas kok ke sini harusnya kan ke kamar Zahra". ucap Najwa ia bersemangat meski badannya masih lemah karena ia sulit kemasukan air dan makan.


" tak apa mas mau menemani kamu, cepet sehat sayang". Najwa tersenyum.


" Najwa sudah ngga sakit mas, ini karena efek kehamilan Najwa tidak apa-apa mas". ucap Najwa tersenyum didekapnya diri Najwa sangat erat.


" iya sayang kamu tak sakit, hanya butuh istirahat tapi besok kita ke dr Arif ya agar terlihat apa tindakan selanjutnya". ucap faras mengusap rambut Najwa yang kini tak tebal lagi seperti dulu karena rontok.


" mas apapun yang di katakan dokter Najwa akan tetap mempertahankan anak kita". ucap najwa memohon.


" sayang kita nurut ya apa kata dokter Arif yang penting terbaik untuk mu ". Faras mencoba memejamkan mata nya.


" iya mas tapi untuk masalah anak ini Najwa tidak mau, Najwa akan tetap pada keputusan Najwa." Faras mendesah kasar, kemudian ia terlelap.


" maaf mas, saat Najwa tiada nanti ada anak yang akan mendoakan Najwa. ku tinggalkan bukti cintaku padamu mas". Najwa menyelimuti Faras lalu mengecup kening suaminya, terlihat akhir-akhir ini Faras sangatlah lelah. mempunyai dua istri itu tak semudah yang di bayangkan, jika tak mendapatkan di sana akan dapat yang di sini. tapi bagi Faras sungguh menguras tenaga dan pikiran ia harus tetap terus menstabilkan emosi nya, berlaku adil juga berusaha menjaga hati istri keduanya. Kalau untuk masalah uang Faras tidak akan pernah khawatir karena orang tuanya kaya raya dan Faras anak satu-satunya.


Faras membuat janji bersama Dr Arif hari ini di ajaknya Najwa agar ia mengerti tentang penyakit nya. Rencana untuk ke Singapura mungkin sudah tak terlaksana dengan adanya kehamilan Najwa.

__ADS_1


" Sayang mas mau antar Najwa dulu ke dr Arif,". ucap Faras pamit kepada Zahra yang sedang menyusui Rafa di kamarnya.


" iya mas semoga mba Najwa bisa sembuh juga dengan janinnya" ucap Zahra tulus.


" anak Abi yang Soleh Abi pergi dulu ya, Rafa sama umi di rumah". ucap Faras, Rafa melihat ke arah nya dan tertawa. kini Rafa sudah merespon saat ada orang yang mengajaknya bicara, membuat semua orang makin kangen apalagi Zayn sering ke sini meski hanya di antar sopir. Zayn sangat berharap jika Rafa bisa ia ajak bermain.


Faras dan Najwa pamit ke dokter meski harus beberapa kali berhenti karena Najwa masih mengalami mual dan muntah namun Faras dengan sabar mendampingi istri nya. saat Zahra hamil tak begitu seperti najwa kali ini, sekarang Faras benar-benar sangat khawatir melihat Najwa.


" sayang bagaimana jika tak kuat berhenti saja kita batalkan pertemuan kita sama de Arif*.


" tidak mas, Najwa tidak apa-apa. kata orang-orang seperti ini itu hal biasa". Faras lalu dengan cepat mengemudikan mobilnya agar cepat sampai.


" nona Najwa Alhamdulillah anda benar-benar hamil namun perlu anda ingat jika anda kini sedang mengalami pengobatan untuk kanker anda, sayang sekali saya harus mengatakan. Pengobatan anda akan berpengaruh pada janin anda, jika boleh saya sarankan lebih cepat lebih baik kita bisa memilih ibunya atau janin". ucap dr Arif.


" tidak dok apa pun yang terjadi saya akan tetap melahirkan anak saya, apapun dok tolong jangan paksa saya untuk menggugurkan nya." ucap Najwa sembari menitikkan air mata, Faras terasa perih ia juga tersayat hatinya. ketika penantian nya berbuah manis justru sesuatu yang harus ia lakukan demi keselamatan ibunya.


" nona itu masih janin masih segumpal darah dan belum berbentuk bayi, akan dengan mudah melakukan nya sekarang".


" tidak dok ku mohon biarkan Najwa melahirkan nya dok. sekarang atau nanti saya pasti akan mati". ucap Najwa terdengar sangat miris di hati Faras.


" tenang kan dulu dirimu Najwa mohon petunjuk sama Allah semoga akan baik semuanya". Najwa masih menangis bahkan ia terlihat depresi karena ada yang berusaha mengambil kebahagiaan nya.

__ADS_1


" sayang kita pulang,". ucap Faras.


dokter memberi nya obat namun Najwa melempar nya tak suka, yang ia tau obat itu akan membahayakan bayi nya.


" sayang jangan begitu percaya sama dr Arif ia pasti akan memberi pengobatan yang terbaik untuk mu".


Faras lalu mengajaknya pulang namun sebelumnya Faras mengajak Najwa keliling mall agar ia bahagia, Faras mengajak makan siang di sana. terlihat tawa Najwa sangat bahagia ia memilih barang-barang untuk Rafa. Najwa selalu menunjukkan apa yang ia sukai untuk Rafa, troli sudah penuh akhirnya mengajak Najwa ke kasir.


" sudah lelah kita pulang ya sayang". ajak faras, Najwa beranjak dengan hati yang senanga sehingga ia lupa akan rasa mualnya.


Sampai di rumah pasti Rafa yang pertama mereka cari, Rafa masih berada di gendongan umi nya.


" MasyaAlloh nak kenapa tak tidur " ucap Faras.


" baru bangun tidur Rafa bi". ucap Zahra kemudian.


" umi bawa apa ini". di keluar kan nya semua yang Najwa beli tadi, lumayan banyak semua hanya untuk Rafa. Faras naik ke atas Zahra mengikuti, Zahra sangat mengerti apa yang sekarang suaminya rasakan, kesedihan takut kehilangannya. Faras masuk ke kamar mandi ia mencuci wajahnya agar terlihat segar, Zahra membuatkan minuman untuk Faras agar Faras tenang. hati nya benar-benar di liputi rasa bimbang. keinginan Najwa tak bisa ia tolak lagi, bahagia dengan janin yang ada dalam perut nya namun sedih karena pengobatan Najwa harus berhenti jika tidak akan membahayakan janin.


___


bersambung

__ADS_1


__ADS_2