Rahim Untuk Suamiku

Rahim Untuk Suamiku
operasi


__ADS_3

Para perawat mendorong Abi nya Zahra ke ruang operasi, sudah tak bisa di tunda lagi pasien harus segara dilakukan tindakan. umi dan Zahra hanya menangis abinya, umi juga malu lagi-lagi Najwa yang menolong mereka dari kesusahan.


" ibu, Zahra kita berdoa semoga operasi nya berjalan lancar serahkan semuanya kepada Allah". ucap Najwa memegang tangan umi nya Zahra menguatkan.


" maaf nak Najwa kami selalu merepotkan mu, umi sebenarnya malu." Najwa menggenggam lebih erat lagi


" tidak bu yang penting suami ibu sehat, jangan pikir kan soal ini ya. sekarang kita berdoa untuk kelancaran operasi suami ibu". ucap Najwa tulus yang sebenarnya ia tak bermaksud untuk yang lain murni menolong.


Najwa mengeluarkan handphone nya ia akan menelepon suaminya jika sekarang berada di rumah sakit, Najwa meminta Faras untuk menjemput nya di rumah sakit. Dan untuk motor akan ada murid Abah yang mengambilnya. Tadinya Faras terkejut siapa yang sakit najwa menjelaskan jika ayah Zahra Operasi. Sehabis Ashar Faras menghampiri Najwa ke rumah sakit, ia mencari dimana istri nya berada. Faras melihat sosok sang istri yang sedang duduk bersama dua wanita, Najwa langsung mencium tangan suaminya saat faras datang menghampiri.


" semoga suami ibu lekas sembuh". ucap Faras ia tak biasa berbicara banyak dengan orang lain, sikapnya akan dingin jika dengan orang yang tak begitu ia kenal...


" aamiin terimakasih nak doanya". Faras hanya mengangguk.


" pulang sekarang". tanya Faras kepada Najwa yang masih saja duduk sedangkan Najwa belum tenang jika belum mendengar kabar ayah Zahra dari ruang operasi.


" mas boleh Najwa temani ibu dan Zahra di rumah sakit sampai operasi selesai". Najwa memasang wajah memohon. Faras tak mengucapkan kata apapun hanya diam, menuruti maunya istri.


jam 17.15 lampu di ruang operasi di matikan tampak dokter keluar dari ruangan. Semua berdiri meminta penjelasan sang Dokter, dokter tersenyum membuat semua sedikit lega meskipun belum ada kata-kata yang keluar dari dokter.


" Alhamdulillah operasi nya berjalan dengan lancar jika malam ini pasien melewati masa kritis besok akan bisa di pindahkan ke ruang rawat inap".


" Alhamdulilah". ucap semuanya serentak.


" terimakasih banyak dokter". dokter mengangguk dan ia pamit.


" nak Najwa terimakasih banyak" ucap umi Zahra.


" Bu terima kasih banyak".

__ADS_1


" udah sewajarnya suami ibu mendapat perawatan ini".


" mas Najwa minta tolong belikan makan untuk mereka". Faras mengangguk lalu ia pergi membeli makanan di depan, ada restauran kecil yang menyediakan banyak menu.


" tidak perlu nak Najwa nanti kami akan cari sendiri".


" dari tadi siang ibu dan Zahra belum makan, ingat juga kesehatan kalian supaya bisa merawat bapak".


karena Faras tak menanyakan apa kesukaan mereka Faras membeli beberapa lauk.


" Ibu tidak tau dengan apa ibu harus membalas kebaikan nak Najwa, bagaikan malaikat untuk kami".


" kita di pertemukan karena Allah Bu, dan semua ini rezeki ibu Allah yang memberi jalan". ucap Najwa mengusap bahu ibu menenangkan.


Faras memberikan bungkus makanan itu diterima nya Zahra seketika tak sengaja tangan mereka bersentuhan membuat keduanya berdesir. Faras dan zahra mengucapkan istighfar dalam hati mereka tanpa sengaja bersentuhan.


" kami permisi dulu bu, assalamu'alaikum"


Faras dan Najwa membalas ucapan salam dan berlalu pergi dari rumah sakit.


" Sebenarnya apa yang terjadi pada suami ibu itu sayang" tanya Faras sejak tadi ia enggan ingin bertanya.


" Abi nya Zahra semalam jatuh di kamar mandi mas dan mengalami ada gumpalan di kepalanya harus di operasi". jawab Najwa .


" innalilahi semoga lekas membaik".


" aamiin".


Sesampainya di rumah Faras langsung mandi sebentar lagi akan adzan Maghrib, Najwa menyiapkan pakaian dan alat solat untuk Faras di pakai ke masjid. Seperti biasa setelah selesai shalat magrib mereka berdua mengulang hafalan nya, lebih sulit mempertahankan hafalannya dari pada menghafal.

__ADS_1


" sayang kenapa ada sedikit yang lupa dengan hafalanmu, apa yang sedang kamu pikirkan". tanya Faras ia menyimak hafalan Najwa namun Najwa salah ia terus mengulang tapi lupa tak bisa.


" entah mas pikiran ku akhir-akhir ini tak fokus ada sesuatu yang terus Najwa pikirkan"


" katakan pada mas apapun jangan kamu simpan sendiri". Faras menarik istri nya di letakkan kepalanya di dada Faras agar istrinya mendapatkan ketenangan.


" maafkan Najwa mas maaf, seperti yang selalu Najwa katakan akhir-akhir ini"


" sudah jangan bicarakan lagi soal anak atau pun madu, buat mas itu rasanya akan pahit sayang" .


" tapi tidak akan dengan yang ini mas, Najwa ikhlas".


" seikhlas apapun dirimu pasti akan ada rasa yang sakit dalam hatimu, mas tak bisa itu juga menyakiti hati mas. Mas sudah bahagia hidup dengan mu sayang."


" tapi mas harus punya pewaris,".


" jika memang kita tak akan punya keturunan dan tidak mengadopsi anak biarkan harta yang tidak kita bawa mati ini kita sumbangkan kepada panti asuhan". Faras dengan lembut menjelaskan kepada istrinya, tetap bersikeras untuk tidak mau menikah lagi.


" kita harus ikhtiar mas, Rasulullah saja memiliki banyak istri dan mas hanya akan menambah satu istri".


" kenapa kamu terus menyuruh mas melakukan nya, Sekarang mas tanya." Faras menghadap ke arah istri nya yang selalu merajuk itu.


" apa Najwa istri mas salihah dan cantik ini sudah tidak mencintai mas lagi". jatuhlah air mata Najwa tanpa ia mengeluarkan kata-kata apapun.


" mas sangat mencintaimu sayang, kamu yang akan menemani mas sampai surgaNya nanti. Kamu masih bisa melayani mas dengan baik, untuk apa mas harus mencari yang lain. Jangan hanya dengan emosi kamu memutuskan hal besar ini." kali ini Faras benar-benar lemah lembut ia tak marah seperti kemarin. Faras tak tega memarahi istri nya, lalu ia mengusap air mata Najwa dan memeluk istrinya.


' kamu terlalu baik mas aku gak sanggup membuatmu hancur akan kehilangan ku, aku mencari kan seseorang agar di saat aku pergi sudah ada yang melayani mu mas'. batin Najwa .


" ayo makan sayang, mas sudah lapar". ajak faras melerai pelukannya. Najwa mengangguk kemudian kedua nya turun ke bawah bergabung dengan umi dan Abi. Tangan Faras tak lepas dari Najwa hingga menuruni tangga, umi dan Abi melihat keduanya ada saling pandang tersenyum. mereka senang kini anaknya tak marahan seperti kemarin, pemandangan yang sangat membahagiakan bagi keduanya. Najwa menaruh nasi ke piring, Najwa begitu memanjakan suaminya saat di rumah. pelayanan Najwa patut di puji, hingga membuat Faras makin jatuh cinta setiap harinya. Najwa memiliki wajah yang manis jika tersenyum, ia hanya bersolek saat di rumah saja.

__ADS_1


___


bersambung


__ADS_2