
Dua bulan kemudian
Hari-hari yang mereka lalui masih sama seperti biasa, Faras bisa menempatkan dirinya menjadi suami yang baik bagi keduanya. Najwa dan Zahra tak pernah mengeluhkan akan diri Faras, Faras benar-benar bisa menumbuhkan keadilan. Hidup dalam atap yang sama dengan kedua istri nya, umi dan Abi orang tua Faras juga menyayangi keduanya.
Zahra selalu mbantu bibik memasak, kali ini Zahra tak ke kampus karena libur. Dari kemarin Zahra merasa badannya tidak enak namun Zahra tak mengatakan nya pada siapapun, Faras tak tau karena tiga hari ini Faras tidur di kamar Najwa. Zahra merasa perutnya sangat di aduk apalagi saat ia mencium bau bawang, bibik sedang mengupas bawang. Zahra langsung berlari ke kamar mandi ia muntah, bibik khawatir melihat Zahra terus saja muntah.
" non Zahra istirahat saja ya ngga perlu bantu bibik"
" Zahra tidak apa-apa bik".
" tapi wajah non pucat". Zahra akan melangkah tapi seketika ia ambruk pinsan.
" non Zahra..." bibik berteriak terdengar oleh seisi rumah. umi, Abi, Najwa juga Faras berlari menuju dapur.
" ada apa dengan Zahra bik".
" ngga tau den, tadi ia muntah wajahnya pucat lalu pingsan setelah keluar kamar mandi". Faras mengangkat tubuh Zahra .
" bawa ke kamar Faras". pinta Abi, semua panik. Najwa langsung menelepon Zaskia, beruntung Zaskia mau datang.
Zahra masih belum sadarkan diri, Faras terus memberinya minyak angin tapi tak berpengaruh sedikit pun. Zaskia datang ia membawa sneli yang biasa ia kalungkan di leher. Najwa dan Faras sangat khawatir dengan Zahra.
" kenapa Zahra tak mengatakan jika ia sakit mas". tanya Najwa masih berdiri di samping faras, Faras merangkul istri nya yang gugup.
" mas juga ngga tau sayang, tiga hari ini memang jatah mas berada di kamarmu". Najwa merasa sangat bersalah hingga membuat Zahra sakit jatuh pingsan.
Zahra bergerak ia sadar dan Zaskia tersenyum malihat Zahra membuka matanya. Faras dan Najwa mendekati Zahra memastikan jika Zahra akan baik-baik saja.
" apa yang kamu rasakan Zahra". tanya Zaskia penuh dengan senyuman.
" beberapa hari memang badanku tak enak dok, pagi tadi aku pusing dan perut ku berasa seperti di aduk saat menghirup bau bawang aku tak suka baunya". ucap Zahra.
__ADS_1
" kapan biasanya kamu haid, bulan ini sudah terlambat atau belum". tanya Zaskia membuat Faras dan Najwa saling pandang, umi dan Abi saling pandang, dan Zahra melihat ke arah Faras dan Najwa. Zahra mengingat-ingat iya benar sudah tiga Minggu lebih Zahra terlambat datang bulan.
" bulan lalu Zahra haid di awal bulan dan bulan ini sampai akhir bulan Zahra belum haid, aku lupa tak memperhatikan nya". ucap Zahra. umi yang tau akan pembicaraan dokter Zaskia tersenyum senang. Faras dan Najwa belum mengerti karena mereka belum pernah mengalami sebelumnya.
" semoga tebakanku benar, pakailah ini ke kamar mandi". Zaskia menyodorkan tespek, Zahra bingung tak mengerti.
" apa ini dok".
" masukkan air senimu pada wadah ini dan celupkan sampai batas ini ". Najwa senang ia baru tau maksud Zaskia. Najwa membantu Zahra untuk bangun.
" mas gendong Zahra ke kamar mandi". Faras menurut apa yang Najwa katakan seperti biasa Faras tak pernah menolak. Di kamar mandi Zahra melakukannya, kemudian ia keluar dengan memegang alat tespek. Najwa langsung meraih alat itu untuk melihatnya,.Zahra kembali ke ranjang di bantu oleh Faras. Najwa menitikkan air mata membuat Faras dan Zahra bingung.
" mas..." Najwa langsung memeluk suaminya ia menangis bahagia. Faras tak mengerti dengan Istrinya itu lalu ia meraih alat itu dari tangan Najwa. Faras pun ikut menangis ia memeluk erat Najwa lalu menciumi istri nya itu tanpa peduli ada siapapun di sana. Dr Zaskia tersenyum namun Zahra masih bingung kenapa suaminya Faras dan Najwa menangis ada apa sebenarnya.
" ada apa sebenarnya dok, saya kenapa mereka menangis karena saya dok".
" mereka yang akan menjelaskan nya padamu Zahra,". ucap Zaskia. Faras dan Najwa menemui Zahra, Faras langsung mengecup kening Zahra lebih lama. Najwa melihat suaminya sangat bahagia tak di lihatnya sebelumnya.
" mba, mas ada apa Zahra tak mengerti, Zahra sakit apa". Najwa lalu mengusap perut Zahra.
" di sini ada Faras junior " ucap Najwa senang. Zahra melongo seperti tak percaya pernikahannya dengan Faras kini berumur enam bulan.
" terimakasih sayang". Faras kembali mengecup kening Zahra. hati Najwa sedikit tercubit ketika mendengar Faras mengucapkan kata sayang untuk Zahra, itu untuk pertama kalinya Najwa mendengar dari bibir Faras.
" mba apa benar mba najwa, dokter apa benar yang dikatakan mba najwa". Zahra bingung ia tak ingin berharap lebih.
" iya Zahra dari alat ini terbukti jika kamu hamil, jika kamu ingin melihat dan memastikan besok temui aku di rumah sakit kita lakukan USG". terang Zaskia.
Zahra lalu menangis di genggam nya tangan Najwa, najwa mengangguk untuk memastikan jika benar apa yang di bilang dokter Zaskia.
" Perbanyak istirahat, makan-makanan sehat, jangan terlalu lelah, dan jangan stress." zahra mengangguk.
__ADS_1
Zaskia mberinya obat dan vitamin untuk Zahra lalu ia pamit pulang, hari ini adalah hari libur semuanya berada di rumah. Najwa kemudian mengantar Zaskia hingga ke depan.
" Najwa aku harap kamu cepat lakukan kemoterapi". Najwa mengangguk bersemangat.
" iya mba, Najwa akan cari waktu yang tepat untuk melakukan kemoterapi". Zaskia tersenyum memegang bahu Najwa.
" tidak ada yang tak mungkin bagi Allah, optimis lah untuk sembuh Najwa hanya itu obat paling mujarab". Zaskia menguatkan Najwa mengangguk kembali.
Di kamar Zahra, umi dan Abi juga memberikan ciuman kening untuk Zahra. Najwa yang melihatnya senang ia merasa sangat bahagia melihat keluarganya bahagia, melihat suaminya Faras juga sangat bahagia. Najwa menghapus air matanya kemudian ia masuk ke dalam. Umi langsung memeluk Najwa, tak ada yang bisa umi ucapkan selain menitikkan air mata.
" terimakasih nak". hanya kata-kata yang keluar dari mulut umi.
Faras masih terus memegang tangan Zahra ia seperti tidak percaya jika istri kecilnya akan hamil. Zahra memandangi wajah suaminya tersenyum bahagia.
" umi buatkan sarapan untuk mu nak Zahra, sebentar ya." ucap umi.
" biar Najwa saja umi". Najwa mendahului, kemudian kedua wanita itu pergi ke dapur. Najwa membuat kan sarapan untuk Zahra dan umi mbuat kan minuman hangat untuk zahra agar rasa mualnya berangsur berkurang.
Tinggal Faras dan Zahra di kamar itu, Faras menciumi tangan Zahra ia kembali menangis.
" terima kasih sayang kita akan menjadi orang tua". Zahra mengusap air mata di pipi Faras .
" Alhamdulillah mas, Allah memberi kepercayaan untuk kita. Zahra tak ingin melihat mas menangis, keluarga ini menangis. Zahra ingin semuanya juga bahagia mas". ucap Zahra lagi-lagi Faras menciumi Zahra.
___
bersambung
jangan lupa beri hadiah othor ya, berikan vote biar othor semangat nulis.
trimakasih atas like dan. komennya 😘
__ADS_1