Rahim Untuk Suamiku

Rahim Untuk Suamiku
salam terakhir


__ADS_3

Faras melihat Zahra yang sedang tertidur dengan kedua anaknya, sedangkan di kamar yang lain Najwa tidur dengan sangat pulas. Ia mendekati istri pertamanya itu mengusap kepalanya iapun menitikkan air mata. sudah banyak pengorbanan yang Najwa berikan demi kebahagiaan dirinya bahkan ia berani untuk berbagi suami. padahal hal itu sangat menyakitkan benar-benar sakit, berada di atap yang sama dengan madu nya. tapi apa mau dikata semua adalah permintaan Najwa istri pertama nya.


Najwa merasa ada yang memegang kepalanya ia terbangun menggeliat. Faras buru-buru mengusap air matanya agar Najwa tak mengetahuinya. Faras tersenyum melihat Najwa terbangun, Najwa pun balas dengan senyuman nya.


" sudah pulang mas". tanya Najwa.


" iya sayang hanya sebentar urusan kecil." Faras kemudian naik ke ranjang lalu memeluk Najwa.


***


Dua bulan berlalu pasca Najwa melahirkan, kini Najwa senang ia bisa menyusui bayinya. Dengan keras najwa yang memperjuangkan ia tak mau haknya untuk menyusui di renggut. Najwa ingin menjadi ibu seutuhnya, di lain waktu ia pun pernah merasakan hidung nya keluar darah lagi. namun Najwa tak pedulikan, ia tak mau melakukan kemoterapi lagi juga berobat ke LN dengan alasan tak mau jauh dari Fathan.


" kebersamaan ku dengan Fathan tak akan lama mas biarkan Najwa selalu bersama dengannya". ucap Najwa ia merasa tubuhnya sudah tak lagi kuat, Najwa setiap hari menhan sakitnya tanpa seorang pun tau. karena Najwa sendiri yang menahannya.


" sayang jangan mendahului Allah, kita harus tetap ikhtiar mas yakin kamu pasti sembuh". ucap Faras menguat kan sebenarnya Faras juga sudah putus asa dengan keputusan Najwa yang tak mau melakukan pengobatan.


" jagakan Rafa dan Fatih mas serta bahagiakan Zahra nanti"


" itu pasti sayang mas akan bahagiakan kalian selalu". Najwa menggenggam tangan Faras dengan lembut.


" berjanjilah padaku mas, cukup aku yang merasakan mempunyai madu tapi jangan kamu lakukan pada Zahra. tak semua wanita bisa seperti Zahra, ia wanita yang sangat baik mas."


" sayang, aku tak pernah mau melakukan semua ini. jika dulu kamu tak memintanya tak mungkin aku akan menikahi Zahra. aku sangat mencintaimu, yang aku lakukan karena cintaku padamu. mas selalu ingin kamu bahagia sayang".


" terima kasih mas kamu laki-laki terbaik dalam hidupku,"


" kamu juga wanita terbaik dalam hidupku". Faras lalu memeluk Najwa dengan erat ia tak ingin Najwa mengucap kan kata-kata yang membuat Najwa bersedih dan semakin putus asa.


Di waktu sore ketika sedang bermain bersama tiba-tiba Najwa terjatuh pinsan. suster berteriak keras melihat Najwa yang sudah tergeletak, Zahra yang sedang menyiapkan makan untuk Rafa berlari.

__ADS_1


" ada apa sus". tanya Zahra.


" ibu Najwa pingsan mba". Zahra langsung menoleh ia melihat Najwa sudah tergeletak.


" astaghfirullah mba Najwa". Zahra langsung memanggil semua yang ada di rumah.


Mobil menuju ke rumah sakit dengan kecepatan penuh, pak sopir sudah kalang kabut melihat majikan nya tak sadarkan diri.


Faras yang berada di perjalanan menuju pulang dari kantor pun melajukan mobilnya dengan kecepatan penuh, ia di beri kabar oleh Zahra saat itu juga.


Panik semua dalam keadaan panik, keluar darah dari hidung Najwa. dokter juga berlarian menolong Najwa, kebetulan hari itu dr Arif dan Bilal dinas mereka belum pulang karena habis rapat. Faras berjalan cepat sedikit berlari menuju ruangan UGD.


" mas,,,," Zahra langsung memeluk Faras, perasaan Zahra tak enak. ia merasa akan ada sesuatu dengan kejadian sore ini. Faras tau jika Zahra panik, ia lalu mengeratkan pelukannya, kini Faras harus kuat ia tak boleh lemah seperti kemarin. ia sudah siap dengan segala sesuatu yang terjadi, melihat keinginan najwa yang tak mau melakukan pengobatan nya.


Dr arif keluar dari ruangan, ia langsung menepuk bahu Faras kemudian langsung berlalu ke ruangannya tanpa mengucap kan satu patah katapun. Faras menyusul mengikuti dr Arif keruangannya. dr Arif tau jika Faras mengikuti nya ia namun hanya diam, tak menutup pintu nya.


" duduklah". ucap dr Arif sedang mengambil minuman dari kulkas.


" terlambat semuanya terlambat, kanker dalam diri istri anda sudah menyebar". ucap dr Arif lesu.


Faras tak berkedip mendengarkan ucapan dr Arif. ia hanya diam mematung.


" lalu bagaimana dok apa yang bisa saya lakukan".


" saya juga tak bisa lagi berbuat apapun pak Faras, yang kita lakukan sekarang adalah berdoa demi keselamatan nya". faras di depan dr Arif, dr Arif tak bisa berbuat apapun ia menepuk bahu Faras.


Najwa sudah sadarkan diri, Zahra menemani Najwa yang telah membuka matanya. Faras yang baru saja datang ia melempar senyum kepada Najwa, tak ingin ia bersikap sedih takut yang lain bersedih. Najwa meletakkan tangan Zahra di atas perutnya dan meminta Faras untuk mendekat kemudian tangan Faras ia letakkan di atas tanahn Zahra.


" kalian harus selalu bersama, kalian harus selalu bahagia. jagakan kedua anak kita jadilah orang tua yang selalu baik ya mas Zahra.".

__ADS_1


" mba kita akan bahagia". ucap Zahra, Najwa tersenyum.


" mas, Najwa mau pulang". ucap Najwa.


" tapi sayang kamu harus di rawat." Najwa menggeleng.


" Najwa ingin bertemu Rafa juga Fathan".


" tenang sayang mas akan bawa kesini saja." Najwa tetap menggeleng ia melepas paksa infusnya.


" astaghfirullah mba Najwa." Zahra berteriak ia tak menyangka jika Najwa akan melakukan hal itu. najwa meringis menahan sakit karena melepas infus dengan kuat.


" kita pulang". Faras tak bisa berkata-kata lagi, Bilal yang melihat sosok Najwa ia izin untuk mengikuti Najwa pulang di rumahnya.


" aku tak apa Bilal". Najwa melepas senyumnya. namun Bilal tetap mengikuti Najwa pulang, arsi di beri kabar oleh Bilal arsi pun bergegas menuju rumah faras.


Sesampainya di rumah Najwa langsung membawa fathan untuk di susuinya. faras menahan kesedihannya namun ia berusaha untuk tetap tegar.


" istirahat lah sayang fathan sudah kenyang". Faras mengambil Fathan dari pelukan nya, namun tiba-tiba kembali najwa jatuh pingsan. Bilal langsung memeriksa Najwa, najwa lemas tubuhnya sangat lemah.


" bawa ke rumah sakit saja mas, tubuhnya sangat lemah". Faras lalu menyiapkan mobil untuk membawa Najwa. Najwa kembali lagi di rawat di rumah sakit, Faras dan Zahra menungguinya.


" Najwa ingin sholat berjamaah mas". Faras lalu membantu Najwa untuk berwudhu.


Faras , Najwa dan Zahra shalat berjamaah di ruang rumah sakit. Faras terus menitikkan air mata dalam shalat nya perasaan nya sudah sangat kacau. Shalat pun selesai Faras mengucapkan salam, ketika menoleh ke arah Kiri Najwa limbung tubuhnya jatuh di pangkuan Zahra.


" mba Najwa, mba Najwa..." luluhan Aira mata Zahra sudah tiada henti ia melihat Najwa pingsan kembali, Faras langsung merengkuh tubuh Najwa sembari berteriak memanggil dokter. para dokter dan suster berlarian masuk ke ruangan Najwa. Bilal yang ikut berjaga memeriksa Najwa, ia menggelengkan kepalanya ia menunduk.


Faras maksud dengan sikap Bilal, kembali Faras merengkuh tubuh Najwa yang sudah Allah jemput dalam salam terakhir nya. Najwa menghembuskan nafas terakhir ketika sudah selesai dalam shalat nya.

__ADS_1


_________


__ADS_2