Rahim Untuk Suamiku

Rahim Untuk Suamiku
petir


__ADS_3

Terdengar suara kaki melangkah, Zahra pulang dari kampus sopir yang menjemputnya. ia tidak tau jika Najwa pulang Zahra langsung masuk ke kamarnya ia lelah dan langsung beristirahat. Najwa keluar untuk mengambil minum rasanya sangat haus air di atas habis.


" bik belum ada yang pulang ya". tanya Najwa melihat bibik sedang menyiangi sayuran.


" non Zahra sudah pulang non langsung naik ke atas seperti nya ia sangat lelah"


" pulang sendirian "


" iya non". Najwa mengetuk kamar Zahra namun tak ada jawaban ia mencoba membuka pintu nya ternyata Zahra tidur. Najwa kemudian kembali ke kamarnya di lihatnya ponsel Najwa namun tak ada balasan satu pun dari Faras, tak biasanya Faras melakukan hal itu kepada Najwa. Najwa merasa sangat kecewa kenapa Faras tak membalasnya.


Setelah meeting selesai Faras cepat-cepat pulang karena waktu sudah sangat sore ia tak mengembalikan mode diam hp nya ia juga tak membukanya. Faras bergegas menyambar kunci mobil dan melaju dengan sedikit kencang. Zahra yang sudah terbangun sejak tadi sedang menyirami tanaman di depan, biasanya di lakukan oleh umi. Zahra sembari menunggu suaminya pulang setelah selesai ia duduk di depan. Rasa rindu itu kini telah ada dalam diri Zahra untuk Faras, mungkinkah Zahra sudah mulai mencintai Faras. Terdengar suara deru mobil Faras, Zahra tersenyum ia merapikan hijab dan gamisnya untuk menyambut suaminya. sedangkan Najwa yang berada di atas ia melihat mobil Faras yang datang, Najwa berlari ke bawah seakan ia lupa jika di rumah ini juga ada Zahra.


Zahra langsung menyambut Faras ia Salim, Faras kemudian mengecup kening Zahra, itu tak pernah ia lakukan jika ada Najwa. Faras langsung melingkar kan tangannya di pinggang Zahra, Najwa melihat adegan suaminya dengan Zahra hatinya seperti tersayat. Zahra dan Faras berjalan ke dalam ia melihat sosok Najwa keduanya kaget dilepasnya tangan faras yang tadi melingkar juga Zahra kikuk ia merasa tak enak. namun Najwa tersenyum untuk menutupi lukanya.


" kamu kapan pulang sayang kenapa tak hubungi mas". tanya Faras mendekati Najwa ia mencium keningnya lalu Najwa salim. Najwa dan Zahra seperti biasa cipika cipiki.


" mba kapan pulang, Zahra ngga tau dari tadi di rumah". Zahra terkejut melihat Najwa.


" Tadi siang Najwa pulang, mas sudah Najwa hubungi tapi tak bisa. Najwa kirim pesan tak di balas". Faras ingat jika hpnya ia silent sejak tadi.


" astaghfirullah maaaf sayang mas tadi meeting dan hpnya mas silent". Faras merogoh saku nya, memang terdapat pesan Najwa juga ada panggilan tidak terjawab.


" ya sudah mas bebersih dulu Najwa mau ngobrol sama Zahra kangen". Faras lalu berlari mau naik ke atas tapi ia berbalik melihat kedua istri nya.


" ke kamar mba Najwa" ucap zahra


" ke kamar Zahra". ucap Najwa


kedua ucapan istri nya itu bersamaan membuat Faras bingung.


" tak apa mas ke kamar Zahra saja memang malam ini jatah ada di kamar Zahra kan" kata Najwa.


" tidak mas ke kamar mba Najwa saja, kemarin semenjak di tinggal pergi mas Faras sudah tidur di kamar Zahra". Zahra memohon.


" baiklah..." Faras naik ia pergi ke kamar Najwa.


" sebaiknya di kamar kamu Zahra jatah mba kan memang kemarin tapi karena mba pergi ya sekarang mas Faras harusnya tidur di kamar kamu"


" ngga mba, biar mas fars dan mba Najwa kangen-kangenan " Zahra terkekeh.

__ADS_1


" ih kamu sudah pinter ya". Najwa dan Zahra tertawa bersamaan.


Najwa mengusap perut Zahra yang sudah sedikit menonjol terasa. Najwa justru merasa geli sendiri.


" sayang kamu ngga nakal kan sama umi Zahra, jadi anak salih ya biar bisa jagain umi zahra dan Abi Faras".


" juga umi Najwa". sela Zahra kemudian. Najwa tersenyum mendengar nya senang.


" mba bagaimana perjalanan sama mba Jihan".


" Alhamdulillah lancar, mba senang bulan depan mba mau ikut lagi insyaAlloh" ucap Najwa.


" jadi penasaran seperti apa tempat nya sampai mba Najwa ketagihan".


" tempatnya sejuk Zahra enak banget".


" wah jadi Zahra pengen ke sana"


" nanti sekarang kamu harus jaga kandungan kamu "


" iya mba anak kita". Najwa tersenyum saat zahra mengatakan ank kita.


Mereka berbincang hingga Maghrib berkumandang, Faras sudah siap dengan pakaian shalat nya namun di luar hujan sangatlah deras membuat Faras tidak jadi ke masjid.


" iya yuk sudah adzan".


" ke kamar Zahra mas ia pasti takut suara petirnya keras banget". Faras mengekori Najwa yang berjalan ke kamar Zahra.


Benar yang di katakan Najwa Zahra takut petir ia meringkuk di pinggir kasur masih mengenakan mukena, Zahra akan melaksanakan shalat Maghrib.


" Zahra jangan takut ya ada mas Faras , kita shalat berjamaah bersama". Zahra hanya mengangguk.


Hujan masih saja mengguyur, setelah shalat Maghrib mereka tilawah kemudian makan malam.


" sayang gimana kemarin pergi sama Jihan"


" seperti nya setiap bulan Najwa mau ikut temenin Jihan deh mas, boleh ya" Najwa merajuk, Zahra yang melihatnya terkekeh baru kali ini ia melihat Najwa yang merajuk.


" memang harus setiap bulan"

__ADS_1


" iya mas, neneknya minta di tengokin setiap bulan. Mumpung masih sehat ia ingin di jenguk cucunya". Faras hanya mengangguk saja tapi tidak memberi pernyataan jika Najwa di perbolehkan ikut.


" Zahra bagaimana kuliahmu" tanya Najwa.


" Alhamdulillah mba lancar, tidak ada hambatan".


" jika kamu lelah ambil cuti saja Zahra, ingat calon anakmu "


" anak kita mba". Najwa tersenyum lagi-lagi Zahra mengingatkan. Faras tersenyum ia bangga kepada Zahra tanpa sengaja Faras menyentuh tangan Zahra tak luput dari pandangan Najwa.


" iya anak kita, anakku , kamu dan mas Faras". mereka bertiga terkekeh, bibik yang tak sengaja melihat nya terharu menitikkan air mata.


Zahra masuk ke kamarnya ingin istirahat setelah mereka berbincang sejenak di depan televisi sedangkan Najwa ke kamarnya di ikuti Faras.


" sayang kenapa kemarin jarang sekali kamu hubungi mas". tanya Faras bersandar di kepala ranjang dan Najwa meletakkan kepalanya di dada fars. Najwa sangat merindukan suaminya.


" di sana sinyal cukup susah mas Najwa tak bisa mencari sinyal, memang kenapa kangen ya..."


" jangan di tanya sayang, pasti lah kangen sama kamu".


" kan sudah ada Zahra di rumah mas". ungkap Najwa.


" iya mas tau sayang, kamu dan Zahra tetap berbeda. hanya sama-sama istriku, kamu istri pertama ku dan cinta pertama ku sampai kapanpun". ucap Faras sembari mengecup kepala Najwa.


" dan Zahra mas, mas Faras sudah mencintai nya". Faras diam tak menjawab. terdengar lagi suara petir yang sangat keras.


derrrrrr...


"mas Zahra mas..." Faras bingung ingin lari ke sana tapi najwa, mereka sudah beberapa hari tak bertemu.


" temani Zahra mas, jangan pikirin Najwa ia pasti ketakutan". pinta Najwa


derrrrr...


lagi-lagi suara petir yang lebih keras.


" cepat mas, Zahra..." Faras langsung loncat dari ranjang ia berlari menemui Zahra, benar Zahra meringkuk ketakutan di pojok ranjang. lalu Faras memeluknya dengan erat, Zahra mencium bau suaminya yang khas ia mendongak kan kepala setelah tau itu benar suaminya ia beringsut ke pelukan Faras.


___

__ADS_1


bersambung


jangan lupa jejaknya ya reader, kasih hadiahnya lagi.


__ADS_2