
Najwa sudah stabil pasca ia melahirkan dan kini dirinya sudah di perbolehkan pulang oleh dokter. Zahra juga datang untuk menjemput nya, ia yang akan menggendong Fathan. Kebahagiaan tak hanya di rasakan oleh keluarga Faras namun juga yang lainnya pada dokter yang sudah bisa menyelamatkan Najwa pasca melahirkan.
" Nona Najwa harus melakukan kembali pengobatan untuk kankernya, saya merasa keadaan nya sudah cukup buruk. kini tubuhnya hanya bertahan untuk sang bayi saja, bersyukur bayinya tumbuh sehat meski lahir dalam keadaan kurang berat badan". ucap dkter Arif kemudian kepada Zaskia, mereka berjalan menuju ruangan masing-masing setelah visit pasien.
" lalu apa yang harus kita lakukan dok".
" bayinya sudah keluar seperti yang ia inginkan, kita harus membujuknya kembali untuk melakukan kemoterapi mulai dari awal lagi." dokter Arif menyarankan agar zaski bisa membujuk Najwa.
" baik dok akan saya bujuk kembali nona Najwa".
" itu lebih baik dan segera lakukan pengobatan, aku tak yakin ia bisa bertahan lebih lama lagi".
" jika melakukan kemoterapi otomatis ia tak bisa menyusui dok".
" bukan hal yang buruk, anaknya bisa meminum susu formula atau bisa di susui oleh madu nya seperti yang kita lihat". mereka berhenti di depan ruangan dokter Zaskia sembari membicarakan tentang Najwa.
" tapi jika hanya dengan asi Zahra apa itu akan cukup dok mengingat Zahra juga punya anak laki-laki"
" jalan terakhir adalah susu formula". Zaskia mengangguk dokter Arif kemudian pamit menuju ruangan nya.
Zaskia berfikir sejenak, mau tak mau ia harus menyampaikan hal ini kepada Najwa juga Faras. melakukan pengobatan segera seperti yang dokter Arif katakan. Namun Zaskia tak yakin karena Najwa selalu menolak dengan alasan bayinya. Zaskia memukul kan bolpoin yang dipegangnya di kertas ia buntu tak ada yang bisa ia lakukan lagi untuk istri dari temannya itu.
__ADS_1
Zaskia mengirim pesan kepada Faras agar ia menemui nya, hal penting mungkin itu yang bisa ia lakukan. sudah tak ada rahasia lagi dengan Najwa semua tentang Najwa Zaskia akan langsung sampaikan kepada Faras...
Semua menyambut bahagia dengan kedatangan Najwa juga bayi mungil Fathan, Rafa berlari menghampiri Najwa yang berada di kursi roda. Faras tak membiarkan Najwa untuk berjalan, najwa masih merasakan kesakitan pasca operasi.
" adik..." ucap Rafa sedikit terbata ia tersenyum lebar saat Zahra membungkuk kan badannya agar Rafa bisa melihat Fathan adiknya.
Rafa tertawa saat ia bisa menoel pipi fathan yang masih lembut. fathan hanya bisa menggeliat merasa terusik tidurnya, Rafa semakin cekikikan ia merasa lucu.
Faras mendorong najwa hingga ke tangga, dan faras menggendong Najwa naik ke atas menuju kamarnya yang ada di atas. baby Fathan Zahra yang mengurus nya karena Zahra yang mengasihi Fathan, sudah tiga hari lamanya Najwa belum keluar juga asinya. hal itu menjadi Najwa berfikir jika dokter memberinya obat agar asinya tak mengalir.
" mas kenapa asi Najwa belum mengalir sejak kemarin, Najwa juga ingin menyusui seperti Zahra". Najwa merengek layaknya anak kecil. tak biasanya ia begini membuat Faras tersenyum dan membelai kepala Najwa lalu mengecupnya.
" Bersyukurlah Allah sudah menitip kan janin di rahim mu hingga Allah mengizinkan janin itu di lahirkan, itu sudah cukup nikmat yang Allah berikan untuk kita sayang. Jangan kamu terus merasa kurang, Fathan masih bisa minum asi dari Zahra jikapun tak cukup kita bisa membelinya susu formula terbaik untuk Fathan". Najwa menitikkan air mata ia beristighfar beberapa kali.
" maafkan Najwa mas, maaf Najwa selalu merasa iri dengan sosok ibu yang sempurna seperti Zahra". baru kali ini Najwa jujur kepada Faras jika ia iri. itu membuat Faras teriris hatinya Najwa menyimpan banyak sesuatu yang tak ia ketahui dalam hatinya.
" untuk itulah Allah tidak memperbolehkan kita iri kepada apapun dan siapapun, kita sudah di ciptakan sempurna sangat sempurna, perbanyak bersyukur sayang. kita sudah memiliki apa yang orang lain tak punya, bahkan mungkin orang lain ingin punya posisi seperti kita yang serba kecukupan. kamu tau mereka di luar sana mau makan saja susah kita tak pernah merasakan hal itu". najwa menenggelamkan kepalanya di dada sang suami, benar yang semua Faras katakan.
" Najwa minta maaf mas". Faras mengecup kepala Najwa berkali-kali, ia tak mau jika istrinya stres karena itu bisa berakibat pendarahan pasca ibu melahirkan.
" sekarang istirahat lah supaya lekas pulih, Fathan juga sudah tak sabar di gendong oleh uminya." Najwa tersenyum mengingat bayinya Fathan, ia kemudian merebahkan tubuhnya. Faras menyelimuti Najwa membiarkan nya istirahat. Faras ada janji dengan Zaskia siang ini yang tak di ketahui oleh siapapun. Zaskia sangat ingin menyampaikan hal yang dokter Arif sampaikan. kemudian Faras izin untuk keluar ia ada pekerjaan mendadak dan itu si angguki oleh Najwa, Najwa tertidur.
__ADS_1
Faras melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang, ia akan menemui Najwa di rumah sakit agar lebih formal. tak mungkin akan bertemu dua mata saja, nanti pembaca kira calon istri ketiga Faras wkwkwk. just kidding readers.
Najwa sudah menunggu di ruangannya, ia kosongkan di jam tersebut khusus untuk berbicara dengan Faras. Faras berjalan sedikit cepat ke ruangan Zaskia, dimana di dalam ada satu asisten dokter Zaskia agar tak ada salah paham bagi keduanya.
" duduklah". pinta Zaskia, Faras tau jika ini pembicaraan yang serius, jika tidak tak mungkin Zaskia memintanya untuk menemuinya.
" Lakukan yang terbaik untuk Najwa, sejak kemarin ia mengeluh karena asinya tak keluar".
" maaf, memang kami memasukkan sesuatu ke dalam suntikan najwa. " ungkap zaksia meskipun itu sudah wewenang dokter namun Zaskia ingin Faras tau penyebab asi istrinya tidak keluar.
" jadi bagaimana apa ada yang lebih serius lagi dengan istri saya Najwa".
" ya, dokter Arif menyarankan agar Najwa melakukan kemoterapi lagi. tubuhnya sangat lemah untuk melawan penyakitnya, tak ada jalan lain lagi Faras. bujuklah ia sampai ia mau, dokter Arif tak ingin terjadi sesuatu pada Najwa".
" itulah yang membuatnya stres saat ini, asi nya tak keluar seperti Zahra. aku sudah memberitahu nya namun najwa merajuk tak seperti biasanya. akan aku coba untuk membujuknya, aku juga akan segera bawa ia ke Singapura".
" bisa tapi tunggu Najwa pulih baru ia bisa di bawa pergi ke LN, harapan kami adalah kamu Faras suaminya. Dan serahkan semuanya pada Allah, tak ada yang bisa mengelak atas kehendak Nya. Pantang menyerah Faras demi kalian." Faras mengangguk.
Faras kemudian pamit untuk pulang, di perjalanan Faras berfikir panjang apa yang harus ia lakukan. untuk saat ini tak mungkin ia akan menekan Najwa, itu akan membuatnya semakin terpuruk.
______
__ADS_1