
" Laila..." Zahra berteriak histeris Faras langsung memeluknya kembali menenangkan istrinya.
" tidak benarkan om yang om katakan tidak benar semuanya, Laila masih hidup ia belum bertemu dengan ku. Laila belum melihat ku sembuh. mas Faras katakan pada Zahra semua ini tak benar".
" tenang sayang kita dengar kan om Khoirul bicara dahulu ya."
" maaf om tolong jelaskan kepada kami". ucap Faras ia ingin mendengar penjelasan yang sebenarnya.
" Sebelum kecelakaan yang mengalami kalian Laila sudah di vonis dokter mengidap penyakit kelenjar, kelenjar getah bening yang tadinya kami mengira hanya penyakit biasa. tapi Laila sering mengalami badannya demam dan kepalanya sangat sakit. kami memutuskan untuk pergi ke Singapura untuk melakukan pengobatan maksimal penyakit Laila. dokter memvonis jika kelenjar ini ganas, dokter tak bisa menyimpulkan kesembuhan untuk Laila. sebelum Laila tiada ia mendonorkan matanya untuk mu Zahra ia sangat menyayangi mu, ia mengatakan raganya yang hanya pergi tapi ia masih hidup menatap kami semua lewat mata yang kini ada dalam tubuhmu". ..
" kenpa kamu lakukan ini Laila aku tak butuh donor matamu, jika ini membuatmu pergi biarkan aku buta seumur hidup ku".
" sayang tenang". Faras mengunci tubuh Zahra.
" Meskipun ia pergi tapi kami senang karena kami bisa menatapnya, Laila sudah tak bisa menahan sakitnya lagi dan ia menghembuskan nafas terakhir kalinya setelah kamu menerima donor mata darinya. Surat itu ditulis sebelum ia mendonorkan matanya untuk mu. ia sangat menyayangi mu Zahra, kami mohon jaga Laila yang ada dalam dirimu. kamu tidak bersalah dengan menerima mata Laila, ini permintaan tulus Laila dan kami mengizinkan nya. kami ikhlas zahra, kami bahagia dengan pengorbanan Laila karana kami yakin kamu akan menjaganya dengan baik". ucap Khoirul.
Zahra masih terus menangis ia terisak, Faras memeluk Zahra agar dirinya tenang. Zahra masih merasa sangat bersalah ia menerima donor mata dari Laila. pak Khoirul dan ibu nita pun masih menangis mereka tak tega melihat Zahra yang begitu histeris.
" dimana makam Laila om".
" akan kami antar tapi jangan menangis di depan makam Laila, itu permintaan nya. ia hanya ingin memberi kebahagiaan bukan untuk tangisan". Faras menatap wajah Zahra agar ia bisa kuat saat ada di makam Laila. kemudian Zahra mengangguk.
Orang tua Laila serta Zahra dan Faras mendatangi makam Laila. Faras memegang tangan Zahra dengan begitu erat, seperti yang dikatakan orang tua Laila ia tak ingin meninggalkan kesedihan.
__ADS_1
" sayang ingat kata om dan Tante kamu jangan menitikkan air mata di depan makam Laila". Zahra mengangguk ia gemetar saat berjalan langkahnya seperti terkecat namun ia berusaha untuk kuat menyampaikan salam terakhir nya.
" assalamu'alaikum Laila".
" kamu tau aku menunggu mu Laila, kenapa kamu tak pamit denganku jika ingin duluan ke surga malah menitipkan matamu untuk ku. untuk apa untuk Rafa, jangan bilang kamu menyukai anakku ya". Zahra terkekeh.
" aku akan berusaha menunaikan seluruh pesanmu yang kau tulis untuk ku, menjaga mata ini dan Rafa. Rafa adalah belahan jiwaku kamupun merasakan nya, kamu jahat Laila meninggalkan kami. bahkan aku tak sempat melihat mu untuk terakhir kalinya. Baik-baik di sana kami juga akan menyusul mu suatu saat Laila. your my best friend Laila". Zahra sudah tak bisa menahan lagi ia ingin menangis lalu Faras segera mengajaknya pergi. setelah itu di mobil Zahra terisak-isak, Faras hanya bisa memberikan bahunya memeluknya.
" berjanjilah sama Laila ini adalah tangisan terakhir mu untuk Laila. ia tak ingin melihatmu menangis". ucap Khoirul.
" iya om, Faras pastikan mata Laila tak akan pernah menangis untuk kesedihan". Faras lalu melajukan mobilnya untuk pulang, Zahra hanya diam saja di dalam mobil ia mengingat masa-masa nya dengan Laila .
Zahra masuk langsung naik ke atas, Najwa yang melihatnya cukup heran. bahkan ia tak menyapa Rafa sedikit pun, Zahra hanya tak ingin jika Rafa melihatnya masih dalam keadaan menangis. Faras mengikuti Zahra ke atas, Najwa tidak ingin mengganggu mungkin mereka butuh privasi saat ini.
" sayang mandi lalu istirahatlah, jangan kamu bikin Laila bersedih karena rasa bersalah mu. kamu tak salah tak ada yang salah, kita hanya menjalani takdir yang Allah tetapkan". Faras lalu menyiapkan aairnya agar Zahra mandi. Faras masih menunggu Zahra ia tak ingin jika Zahra masih menyalahkan dirinya. Zahra selesai mandi ia melihat Faras masih berada di kamar nya.
"ya sudah tapi kamu istirahat, ingat kata dokter masih harus banyak istirahat". Zahra mengangguk Faras lalu pergi meninggalkan kamar Zahra.
Najwa mengikuti suaminya yang berjalan menuju dapur, Faras haus ia mengambil air minum. Najwa duduk di samping nya sembari menunggu Faras meneguk minumannya.
" kenapa sayang" tanya Faras ia lalu mengusap perut Zahra.
" ada apa" Faras langsung menuntun Najwa agar Najwa duduk dalam keadaan tenang.
__ADS_1
" mas merindukan mu sayang".
" mas Najwa serius, ada apa dengan Zahra pulang matanya sembab. mas bertengkar dengan nya, kenapa".
" selama mas menikah dengan mu mas ttak pernah bertengkar dengan mu kecuali urusan yang terakhir ini. kini mas juga tak pernah bertengkar dengan zahra. tidak ada apa-apa hanya saja Zahra syok mendengar siapa yang telah mendonorkan matanya untuk Zahra". Najwa menuntut Faras dengan menatap matanya yang tajam.
" Laila telah tiada dan ia mendonorkan matanya untuk Zahra".
" Laila..." Najwa sedikit meninggikan suaranya.
" sayang jangan berteriak kasihan Zahra, ia masih syok kami pulang terlambat karena kami dari rumah orang tuanya dan mendatangi makam Laila". kemudian faras menceritakan semuanya kronologi pendonoran mata yang terjadi dengan Zahra. Najwa juga tak kuat ia menitikkan air mata mendengar cerita dari Faras suaminya. Faras kemudian memeluknya dengan sangat erat.
" Laila sungguh baik ya mas, Najwa juga tidak menyangka akan seperti ini."
" sekarang tugas kita adalah mendukung Zahra, ia sampai sekarang merasa sangat bersalah menerima mata Laila. jika saja ada yang memberitahu sebelumnya Zahra mungkin tak akan pernah mau".
" takdir mas semuanya takdir yang terjadi dan kita harus ikhlas menerimanya".
" iya sayang terimakasih, kamu istri ku yang terbaik menerima mas apa adanya".
" Najwa yang sangat berterima kasih mas, mas mau melakukan apapun yang Najwa minta. Najwa mencintaimu mas sangat mencintaimu". Faras kemudian memeluk Najwa ia menciumi seluruh wajah Najwa tanpa terkecuali.
Rafa merangkak menemui Faras dan Najwa yang sedang duduk di sofa. terlihat senyum Rafa yang lucu membuat semua orang terhipnotis dengan nya.
__ADS_1
" anak Abi MasyaAlloh sudah bisa menyusul umi Najwa ya". Rafa masih tertawa ia senang Faras mengangkat nya.
____