Rahim Untuk Suamiku

Rahim Untuk Suamiku
mencintai tanpa syarat


__ADS_3

Faras menatap Najwa dengan tajam mengunci netra Najwa, Faras memegang tangan istrinya. Faras hatinya sudah tercubit tatkala anak yang menjadi pembicaraan antara keduanya. Najwa hanya diam saja ia ingin berucap namun jari Faras menutup mulutnya. Faras tak ingin Najwa berkata-kata sebelum ia berbicara.


" Najwa aku mencintaimu tanpa syarat bahkan saat proposal ta'aruf yang menyatakan kamu adalah wanita biasa, cinta ini sudah memenuhi hatiku tak ada lagi ruang yang kosong. Darah daging ataupun bukan tak akan jadi masalah, kebahagiaan ku adalah kamu. anak hanya sebagai aksesoris saja karena anak adalah titipan yang kapan saja bisa pergi tapi kamu adalah istri ku yang akan menemani ku hingga aku tutup usia". Faras mengecup tangan istri nya berkali-kali. Sungguh ucapan nya sangat menohok diri Najwa, bukan itu yang Najwa pikirkan tapi kepergiannya sewaktu-waktu. bisa saja ia akan meninggalkan Faras kapanpun, kanker dengan stadium 3 sudah mengarah ke 4 yang artinya itu adalah akhir. meskipun Zaskia meyakinkan nya jika ia akan sembuh tapi Najwa hanya ingin meninggalkan kebahagiaan untuk suaminya agar ia tenang di alam nya nanti.


" mas, Najwa ingin mas punya anak tidak dari rahimku bisa dari orang lain". Faras menatap Najwa lebih tajam.


" tidak sayang, aku hanya mau dari rahimmu jika Allah mengizinkan. kalaupun tidak kita adopsi anak saja atau kita hidup tanpa seorang anak berdua supaya terus bisa menjadi pengantin baru". Faras tersenyum menetralkan suasana hatinya yang hancur atas ucapan istri nya.


" tapi mas..."


" sudah jangan bicarakan lagi ya, kita fokus ke kehidupan kita saja ke depannya". Faras langsung memotong ucapan Najwa.


Faras kembali melajukan mobilnya sesekali tangannya memegang tangan Najwa lalu mengecupnya. Faras sangat mencintai Najwa tak pernah terbersit sekalipun untuk menikah lagi, meski banyak sekali wanita yang mau menjadi istri keduanya. Faras tampan, kaya, seorang CEO mana ada yang mau menolaknya. Sesampainya di rumah ia di kejutkan oleh hadirnya Zayn yang baru saja mereka ceritakan dalam perjalanan pulang tadi.


" Tante Najwa" Zayn berlari menghampiri Najwa.


" Zayn kapan kamu ke sini". di lihatnya orang tua Zayn, dokter Zaskia dan suaminya.


" aku kangen Tante pulang jemput mama aku mampir mau bertemu Tante". Faras langsung menggendong Zayn.


" ternyata kamu berat juga jagoan." ucap Faras.


" aku kuat om supaya bisa jagain mama." anak itu begitu lucu.


" Zayn tadi ngotot minta bertemu dengan kalian, "


" ini mobil baru yang papa belikan om". Zayn menunjukkan mobil-mobilan nya yang baru.


" wah keren sekali ya".


" Zayn tadi janjinya apa ini udah sore ngga boleh lama-lama mama baru pulang kerja". ucap Zaskia mengingatkan karena waktu sudah sangat sore.


" baiklah om, Zayn pulang besok Minggu Zayn tunggu di taman jangan lupa". semuanya tertawa melihat tingkah lucu Zayn itu.


" oke om dan Tante akan datang, insyaAlloh". ucap Faras.


kemudian mereka pulang karena sudah sore, Zayn pamit mereka hanya sebentar saja mampir. Najwa tersenyum senang melihat Zayn. Faras kemudian menggemgam tangan istri nya di ajaknya masuk naik ke atas ke kamarnya karena hari sudah sore mereka harus lekas bebersih.

__ADS_1


" mandi bareng yuk sayang" ucap Faras ia tau jika hati istri nya sedang tak baik-baik saja.


" nanti kesorean mas, mas Faras duluan saja ya". ucap Najwa.


namun Faras tak mengindahkan ucapan istri nya ia langsung menggendong sang istri masuk ke dalam kamar mandi.


_


_


" Zahra nak antarkan singkong ini ke rumah pak azis ya beliau tadi beli tapi belum matang, tadi umi janji untuk mengantar kannya". sembari memberikan satu kantong plastik.


" iya umi akan Zahra antarkan". dengan sepedanya ia menuju ke alamat yang di maksud ibunya.


Zahra langsung masuk saja karena tak ada security mungkin sedang ke toilet dan gerbang belum di tutup sejak kepergian Zayn.


" assalamu'alaikum". Zahra mengucapkan nya hingga tiga kali.


" wa'alaikumsalam". jawab faras yang mendengar sapaan dari luar, kebetulan umi dan abinya pergi ke luar.


" maaf apa ini rumah pak Azis" Faras mengerut kan keningnya


" iya betul ada perlu apa". tanya Faras namun Zahra sejak tadi hanya menunduk.


" saya mengantarkan pesanan pak Azis". Najwa melihat nya dari atas ia tak turun meski tau jika itu Zahra. Terbersit dalam pikiran Najwa jika Zahra lah yang cocok untuk suami nya, anaknya sopan pintar dan salihah.


" oh iya saya terima, Abi sedang pergi. terimakasih banyak ".


" iya pak saya permisi , assalamu'alaikum".


" wa'alaikumsalam". Faras kemudian masuk saja ke dalam, ia membawa pesanan abinya dua kantung makanan.


" siapa mas". Najwa turun menghampiri suaminya.


" orang ngantar pesanan Abi". Najwa melihat dua kantong yang pasti berisi makanan itu.


" mas kenal".

__ADS_1


" ya ngga lah itu pedagang makanannya mungkin, punya Abi". Najwa tau jika itu makanan kesukaan Faras namun ia mengurungkan niatnya untuk memberitahu karena yang pesan adalah Abi Azis.


" anaknya cantik saliha dan sopan ia tak mendongakkan wajahnya MasyaAlloh jarang sekali di zaman begini ada wanita seperti itu".


" hmmm..." Faras hanya berdehem saja agar Najwa tak melanjutkan ucapannya.


Tak lama terdengar suara mobil itu Abi dan umi nya Faras mereka dari luar. Keduanya langsung masuk, Abi Farhan pun langsung menanyakan pesanannya.


" sudah ada yang antar pesanan abi belum". tanya Abi.


" memang abi pesan apa sih". tanya Faras penasaran namun ia tak mau membuka nya dan langsung menyodorkan pada Abi.


" si empuk". uminya tertawa selalu Abi bilang si empuk karena singkong yang di jual ibunya Zahra berbeda rasanya gurih sedikit manis dan empuk.


" apaan itu bi". Faras duduk di kursi meja makan penasaran dengan yang di beli Abi.


" kesukaan mu". faras langsung menarik satu bungkusnya.


" ye.. langsung comot aja."


" inikan yang satu buat Faras kan bi".


" bukan itu untuk menantu Abi yang cantik".


" isshh... Abi jangan genit sama istri Faras".


" Abi sayang sama Najwa sama halnya sayang dengan mu, kalau sayang nya abii dengan umi mu itu baru beda". umi dan Najwa tertawa melihat adu mulut kedua nya dengan masih santai melahap singkong nya.


" iya ya Faras tau, Faras juga sayangnya sama Najwa berbeda dengan sayangnya faras dengan umi dan Abi." Faras langsung meraih tangan Najwa dan menciumnya ia tak malu di hadapan orang tua nya justru Najwa yang menunduk malu.


" Alhamdulillah kamu memang dari dulu anak kebanggan Abi".


" ya iyalah anak Abi cuma satu". Faras terkekeh tapi tanpa sengaja itu melukai hati Najwa, Najwa hanya ikut tersenyum.


_


bersambung

__ADS_1


__ADS_2