Rahim Untuk Suamiku

Rahim Untuk Suamiku
kesedihan faras


__ADS_3

jangan terlalu emosi agar setan tak masuk dalam pikiran mu berdoalah.


____


Sedangkan Najwa masih berada dalam taksi ia pun menangis juga, tak tau arah yang akan ia tuju. Bingung kemana ia akan melangkah untuk jauh demi melindungi janinnya.


flashback on


Najwa termenung di dalam kamarnya ia memikirkan apa yang Faras katakan tadi pagi, bahwa dokter Arif menyarankan untuk menggugurkan kandungan Najwa demi Najwa. mereka akan mengobati penyakit Najwa namun dengan terpaksa juga harus obat itu juga akan berpengaruh kepada janinnya.


Najwa tidak mau ia sangat berharap jika Najwa bisa melahirkan calon anaknya, apapun yang terjadi pada dirinya Najwa akan tetap mempertahankan janinnya. Najwa keluar melihat sekitaran rumah, ada Zahra yang sedang menyusui Rafa. Entah kenapa pikiran Najwa beralih jika ia akan pergi demi janinnya.


Zahra pergi ke kampus suster dan umi menemani tidur Rafa, Abi juga pergi ke kantor. siang itu tak ada orang di rumah, pikiran Najwa kalut ia ingin pergi. akhirnya tanpa berpikir panjang Najwa memasukkan beberapa pakaian nya, ia hendak pergi belum tau mana yang harus ia tuju.


Security tau jika Najwa pergi namun ia tak berani bertanya, Najwa menarik kopernya menaiki taksi.


flashback off


Faras lalu menghubungi saudara Najwa juga kerabat dekatnya, semua memiliki jawaban yang sama tidak ada yang tau keberadaan Najwa. Faras menyahut kunci mobilnya ia bergegas akan pergi untuk mencari Najwa.


" mas mau ke mana Zahra ikut". Zahra menghadang suaminya ia takut jika Faras tak bisa mengontrol emosi.


" Kamu jaga Rafa ya sayang biar mas sendiri kasihan Rafa ".


" tapi mas..."


" mas akan cari Najwa kamu baik-baik di rumah, mas tidak akan hilang akal mas janji mas juga akan pelan melajukan mobilnya". Faras lalu mencium kepala Zahra ia langsung berlalu pergi. Zahra kembali menangis mengingat Najwa yang sedang sakit.

__ADS_1


" ya Allah mba Najwa kemana kamu mba, semua orang mencari mu". gumam Zahra.


umi pun ikut menangis, Zahra berusaha menenangkan umi.


Faras berjanji kepada Zahra bahwa ia tak akan hilang akal, dengan kecepatan sedang Faras menuju rumah baba. baba pun sudah menunggu karena sebelumnya Faras sudah menghubungi jika Najwa pergi. Faras langsung Salim baba pun memeluk Faras menantu nya.


" sabar nak ini ujian kalian, baba tau jika Najwa tak akan berbuat sesuatu yang membahayakan nyawanya. Najwa butuh sendiri, ia ingin menyendiri untuk sementara waktu. baba yakin Najwa akan pulang jika ia sudah tenang." ucap baba menjelaskan.


" tapi ba Faras tak akan tenang jika belum tau kabar Najwa, dimana dia dengan dirinya yang masih sangat lemah".


" tenang kan dirimu Faras, jangan terlalu emosi agar setan tak masuk dalam pikiran mu berdoalah untuk Najwa semoga ia baik-baik saja. untuk saat ini Najwa masih butuh menyendiri."


" tapi ba Faras tak mungkin bisa tenang". Faras melorot terduduk dan menangis. Sebenarnya baba sangat kasian dengan Faras tapi mau gimana lagi itu permintaan Najwa, dan saat ini hati Najwa sedang keras ia belum bisa menerima nasehat.


" iya baba tau perasaan mu Faras, Najwa berada di tempat yang aman dan baba tak bisa memberitahu kan nya padamu maafkan baba. biarkan Najwa merenungi dirinya dulu".


" Faras akan ikuti apapun kemauan Najwa baba, asal ia tak pergi dari sisi Faras. kemana Faras akan mencari nya baba. Faras yakin ia masih dalam keadaan kesakitan kali ini." ucap Faras sembari tersedu.


" tolong beritahu Faras dimana Najwa ba Faras mohon". baba menggeleng.


" pulanglah, Najwa suatu saat akan pulang setelah kandungan nya benar-benar kuat. ia tak membenci siapapun hanya saja ia ingin menyendiri demi janinnya. najwa masih berharap memiliki anak dari darah daging mu Faras" Faras semakin terisak.


" Faras akan tetap mencari Najwa baba di manapun". ucap Faras lalu ia pamit untuk pergi. Faras mendatangi rumah jihan ia berharap jika Najwa berada di situ.


" apa yang kamu katakan Faras, Najwa kemana apa yang kamu lakukan padanya hingga membuatnya pergi". Jihan malah meledak-ledak marah kepada Faras.


" aku tak melakukan apapun Jihan demi Allah". Faras lalu menceritakan kejadian sebenarnya kepada Jihan.

__ADS_1


" astaghfirullah Najwa kenapa kamu gegabah cepat pergi, tidakkah kamu bicarakan secara baik-baik". Jihan pun menangis.


" Tolong beritahu aku dimana Najwa sekarang". cecar Faras yang ia tau Jihan adalah orang terdekat Najwa.


" demi Allah aku tak tau Faras dimana ia sekarang apalagi keadaan nya yang masih mengandung."


" tolong hubungi aku jika kamu di hubungi Najwa, ku mohon Jihan". Jihan mengangguk tanda mengerti. kemudian Faras pamit ia melajukan lagi mobilnya mencari kemana pun Najwa. bahkan hingga larut malam, Zahra gelisah menunggu di rumah suaminya yang tak kunjung pulang.


terdengar suara deru mobil Zahra langsung membuka pintunya ia melihat mobil suami nya yang pulang. Dengan keadaan yang masih lusuh serta acak-acakan Faras pulang, ia langsung memeluk Zahra istrinya lalu menangis kembali.


" mas ..." Zahra pun tak ingin melanjutkan kata-katanya, takut membuat suaminya tambah sedih. Zahra hanya bisa mengusap punggung Faras suaminya. Faras kali ini benar-benar rapuh, ia tak bisa menemukan istri nya Najwa.


" aku tak menemukan Najwa, aku tak bisa melindungi Najwa aku laki-laki bodoh".


" hussst... mas tak boleh bicara seperti itu. mas laki-laki terbaik yang pernah kami punya juga seorang Abi terbaik". ucap Zahra menguatkan.


" tapi mas tak bisa menjaga Najwa".


" mungkin mba Najwa masih ingin sendiri mas, mba Najwa wanita saliha dan ia pasti tau batasan nya. kita cari mba Najwa lagi besok lagi ya, kita doakan mba Najwa semoga baik-baik saja dan lekas pulang". ucap Zahra mengusap kepala Faras dan mengusap air mata Faras yang mengalir tiada henti.


" nak kamu seorang ayah dan suami dari kedua istri mu, kamu tak boleh lemah kamu harus kuat. jika kamu seperti ini dan sakit kita tidak bisa mencari Najwa. sekarang istirahat lah agar kamu fit kembali kita cari Najwa besok lagi ya.". ucap Abi sejak tadi tak tahan melihat anaknya yang benar-benar rapuh.


" percaya sama umi Faras, Najwa itu wanita saliha ia pasti akan pulang nak. mungkin saat ini Najwa masih ingin sendiri saja.


Faras diam Abi dan umi menasehati Faras dan akhirnya Faras mau Zahra tuntut hingga ke kamar nya untuk bebersih.


___

__ADS_1


bersambung


mohon tinggalkan jejak ya reader.


__ADS_2