Rahim Untuk Suamiku

Rahim Untuk Suamiku
Zayn


__ADS_3

Najwa masih memandangi Faras yang tampak bahagia bermain dengan Zayn, Zayn begitu sudah akrab dengan Faras. memang Zayn tipe anak yang mudah menerima orang lain di sekitar.


" begitulah Zayn ia sangat mudah sekali menerima orang lain, kadang membuatku takut ". Zaskia yang masih memandangi Faras dan Zayn bermain.


" iya Zayn begitu akrab dengan mas Faras seperti sudah mengenal cukup lama saja". ucap Najwa sembari tersenyum manis.


" mba Zaskia boleh aku minta no telepon mu, kali aja nanti aku akan konsultasi dengan anda". Najwa menoleh ke arah Zaskia meminta persetujuan.


" sebentar, ini simpan no ku. jika mau bertemu langsung saja hubungi aku." Zaskia memberikan kartu nama kepada Najwa.


" terima kasih ya mba nanti saya akan simpan, oh ya mba di mana ayah nya Zayn". tanya Najwa penasaran saja mereka tidak bersama laki-laki dewasa.


" suamiku sedang perjalanan bisnis ,". Suami Zaskia seorang pengusaha properti juga seorang arsitek.


" mampir ke rumah kami mba tidak jauh dari sini ".


" pasti lain kali aku mampir nanti aku menghubungi mu, jangan lupa ping no ku ya. pasti Zayn senang bisa bermain lagi, Zayn menginginkan papanya selalu ada di dekatnya tapi bagaimana lagi papa nya harus bekerja". suara handphone Zaskia berbunyi, ia tersenyum senang baru saja di bicarakan suaminya sudah menelepon. tak kurang perhatian nya untuk Zaskia dan zayn selalu menelepon jika ia tak sibuk bekerja. Zaskia permisi kepada Najwa untuk mengangkat telepon dari suaminya.


" assalamu'alaikum mas"


" wa'alaikumsalam sayang, dimana Zayn". Zaskia langsung mengarahkan video call nya di mana Zayn sedang bermain bersama Faras.


" Zayn sedang bermain bersama Faras teman Zaskia mas, ini juga sedang duduk dengan istri nya". handphone pun di arahkan ke Najwa.


" Zayn...papa telepon nak". teriak Zaskia memanggil zayn, alangkah bahagianya ketika Zayn menerima telepon dari ayahnya ia langsung berlari menghampiri ibunya. Faras pun menghampiri Najwa yang masih duduk, Faras kembali berkeringat lagi ia begitu asyik bermain bersama zayn.


" halo papa kapan pulang". teriak Zayn membuat ibunya tertawa, Zayn selalu berteriak.


" iya sayang besok papa pulang". jawab papanya dari seberang telepon, senyum lebar ada di wajah Zayn.

__ADS_1


" asyik, papa jangan lupa bawa mainan Zayn mau mobil remot terbaru papa.." Faras dan Najwa tersenyum melihat Zayn berlonjak.


" iya sayang tapi janji ya, zayn jadi anak yang pintar jagain mama" itulah pesan papa nya jika Zayn punya permintaan.


" pasti pa Zayn janji". Zayn menunjukkan kelingkingnya seakan ia menautkan di kelingking papa nya.


" anak pintar papa, ya sudah lanjutkan saja bermain nya papa tutup teleponnya" .


" baik pa cepat pulang, assalamu'alaikum".


" wa'alaikumsalam". Wajah Zayn makin bersinar selalu saat papa nya menelepon.


" om Faras papa ku besok akan pulang bawa mobil-mobilan remot terbaru nanti kita main ya om". ucap Zayn dengan begitu semangat.


" oke nanti Zayn telepon om Faras, kita bermain lagi di sini". Faras mendekat ia sejajarkan dirinya agar tinggi nya sama dengan Zayn.


" insyaAlloh Zayn nanti kita bermain bersama". ucap faras sembari mengusap kepala Zayn.


" ma Zayn punya teman baru, hore..." Zayn memang jarang sekali bermain dengan seusia nya, ia bilang tidak menyenangkan. Zayn lebih suka bermain dengan orang yang lebih dewasa, rasa ingin tahunya begitu tinggi.


" oke Zayn lain kali kita bertemu lagi ya, ini sudah siang om Faras sama Tante Najwa mau pulang." Zayn mengangguk ia juga akan pulang perutnya terasa lapar.


Faras dan Najwa berpamitan dengan Zaskia dan Zayn, pertemuan yang di bilang asyik namun membuat Najwa begitu teriiris. walaupun Faras tak pernah mengatakan jika ia ingin punya anak tapi terlihat dalam dirinya saat Faras bermain dengan anak-anak. apalagi saat tadi Faras begitu semangat bermain dengan Zayn, Najwa merasa dirinya bersalah sampai saat ini belum bisa memberikan keturunan.


Hari libur hanya mereka habiskan di rumah saja, Najwa juga tidak ingin keluar meskipun Faras mengajak nya. Benar-benar mereka menikmati hati libur untuk istirahat di rumah.


" mas, Zayn begitu lucu ya. anaknya cerdas dan pintar". ucap Najwa sembari mengeringkan rambutnya setelah mandi.


" iya dia anak pintar". Faras tau di mana arah Najwa berucap, pasti ia akan mengarahkan soal anak. Faras selalu mengelak ia tak mau membuat Najwa sedih. Faras mengambil pengering rambut dari tangan Najwa kemudian ia membantu mengeringkan rambutnya.

__ADS_1


***


baba dan umma Najwa masih berbincang, lambat laun pembicaraan nya mengarah ke Najwa. sebagai orang tua mereka sangat tau Najwa pasti sangat bersalah jika sampai saat ini belum bisa hamil, temannya yang nikah bersamaan dengan nya sudah punya anak.


" umma berharap Faras dan Najwa mau memeriksakan diri mereka ke dokter ba, umma juga tak tega melihat Najwa. biar semuanya jelas kira-kira siapa yang tak bisa memberikan keturunan di antara mereka". ucap umma sembari mengupas kan buah apel untuk baba.


" umur pernikahan mereka juga baru dua tahun ma, banyak yang umur pernikahannya sampai tahun ke lima baru juga punya anak. mungkin memang Allah belum memberi amanah untuk Najwa. kita doakan saja ma semoga lekas mereka di berikan keturunan". baba mulai memakan buah apel yang sudah selesai umma kupas.


" aamiin. Najwa pasti punya beban yang teramat dalam dirinya ba, meskipun kelihatan baik-baik saja tapi umma mengerti hatinya pasti sedih. Najwa dari dulu sangat menyimpan kesedihan nya ia selalu berusaha untuk tegar".


" Allah menempatkan ujian untuk hambanya itu sesuai dengan kemampuan nya ma, ingat kan itu". ucap baba ia tak ingin berpikir pesimis, baba selalu optimis jika ini adalah ujian bagi anaknya. baba tau Najwa itu anak tegar dan kuat ia pasti bisa melalui nya.


" iya ba umma ingat,".


" baba cuma takut saja jika Najwa dan Faras tersinggung ma, biarkan mereka yang menjalani kehidupan rumah tangga mereka. kita hanya bisa mendoakan untuk mereka berdua saja".


" iya ba, Zaskia anak yang kuat. Faras begitu menyayangi nya, ".


" pasrahkan saja semuanya kepada Allah ma, apapun yang terjadi dalam hidup ini semua atas kehendaknya. kita harus syukuri semuanya ma, lagian kita sudah punya cucu". senyum terukir dari wajah baba, ia merindukan cucu nya yang tak bisa setiap hari bermain dengan nya karena jarak.


" iya ba itu kita, tapi bagaimana dengan orang tua Faras. anak mereka hanya Faras, pastinya semua tergantung dari diri Faras, tingkat kebahagiaan itu bukan hanya materi saja namun kasih dan sayang."


" terus mau bagaimana lagi ma jika memang Allah belum memberi kan kepercayaan itu".


" iya ba". wajah lesu terlihat di wjaah umma ia tak ingin menyakiti besannya.


____


bersambung

__ADS_1


__ADS_2