
Faras terbangun ia melihat jika jam menunjukkan pukul 3 dini hari, ia melihat istrinya masih terlelap Faras tak ingin menganggu Najwa kali ini Faras akan melaksanakan shalat istikharah seperti apa yang di sarankan baba. Faras mengambil air wudhu lalu merentangkan sajadahnya. Najwa juga terbangun dari tidurnya ia melihat suaminya sednag shalat, Najwa tidak beranjak ia ingin mendengar doa dari suami tercinta nya itu.
" Ya Allah aku bingung dengan keputusan yang di buat Istriku Najwa, ia memberikan ku pilihan yang sangat sulit untuk aku memilihnya. Dan aku tau jika Engkau membenci perceraian, mana yang terbaik untuk ku ya Allah menikahi Zahra atau tidak". Faras menangis di atas sajadah nya ia terus berdoa kepada sang khalik. Najwa yang mendengar pun ikut menangis tapi tak di ketahui oleh Faras. Setelah berdoa Faras melanjutkan nya dengan tilawah, Najwa baru beranjak dan hendak melakukan shalat malam faras mencegahnya kemudian ia mengajak Najwa untuk berjamaah.
_
_
Faras gelimpungan beberapa hari mimpinya tentang Zahra dan Najwa. ia terbangun ini hari ke sepuluh ia bermimpi hal yang sama. di mimpinya ini Najwa dan Zahra menemuinya datang beriringan memakai baju pengantin keduanya sangat terlihat cantik. Faras terbangun dan beristighfar berkali-kali. Faras hari ini berniat untuk menemui ustadz dulu yang mengantarkan ia ta'aruf pada Najwa dan yang sampai sekarang menjadi guru ngaji Faras.
" nak Faras sudah lama datngnya". tanya ustadz.
" belum lama ustadz sekitar sepuluh menit yang lalu".
" maaf ya menunggu tadi sebentar mengajar anak-anak".
" iya ustadz tidak apa-apa, saya ingin menanyakan sesuatu ustadz. sebelum nya Faras minta sudah mengganggu ustadz." ucap Faras.
" tidak nak Faras ustadz tidak terganggu ada apa gerangan sepertinya penting". tanya ustadz penasaran.
" iya ustadz Faras ingin menanyakan sesuatu".
" silahkan nak".
" bagaimana tanda istikharah itu ustadz". ustadz justru malah tersenyum.
" kenapa tanya ke saya dulu sebelum menikah dengan Najwa kamu juga melakukannya kan". fars tersenyum malu.
" yang sekarang saya bingung ustaz"" Faras lalu menceritakan semuanya kepada ustadz jika Najwa ingin suaminya menikah lagi.
" sepuluh hari terakhir ini saya memimpikan hal yang sama dan semalam mimpi itu datang lagi jika Najwa dan Zahra memakai
baju pengantin menemui saya ustadz". terang Faras.
__ADS_1
" nak bagaimana dengan hatimu". tnya ustadz.
" aku mencintai Najwa ustadz apapun yang terjadi pada kami tak akan mengubah perasaan ku" ucap Faras.
" perceraian itu memang sangat di larang dalam agama kita nak dan berpoligami itu tidak di larang. memang betul kamu tak menjamin dirimu bisa adil tapi dengan apa yang kamu ceritakan tadi tentang Najwa bahwa ia tak menuntut keadilan. pelan-pelan kamu bisa belajar bagaimana bersikap adil dengan bantuan istri-istri mu. Najwa anak yang baik juga saliha ia melakukan ini pasti sudah mempertimbangkan dengan matang. tetap semua keputusan ada di tanganmu nak". ucap ustadz panjang lebar. Faras diam ia berfikir, akhir-akhir ini pikirannya mengingat Zahra dan najwa terus.
" Baik ustadz terima kasih atas sarannya Faras pamit pulang dulu".
" Allah sudah memilih kan yang terbaik untuk mu nak Faras". Faras mencerna ucapan sang ustadz.
Sepulang dari rumah ustadz, Faras berniat datang untuk menemui mertuanya yaitu kyai Umar. Saat ini kyai sedang berceramah mengisi pengajian jamaah di masjid Al Muttaqin tetangga desa. Faras tak mau pembicaraan nya di dengar oleh orang rumah lebih baik ia menemui kyai di tempat ceramah.
" Kamu sudah hubungi sopir baba agar tak menjemput".
" iya ba sudha, kita ke taman kota ya ba Faras ingin bicara". baba mengangguk mengikuti menantunya.
" maaf ba Faras hanya tidak ingin pembicaraan kita di dengar oleh siapapun makanya Faras menjemput baba". baba tersenyum menantunya itu sangat sopan sekali.
" bagaimana menurut baba".
" lakukan pernikahan nak Allah sudah memberi jawabannya jika Zahra akan menjadi istri mu. Kamu bisa pelan-pelan untuk bersiakp adil Najwa akan membantu mu. " Faras bingung semua menyuruhnya untuk melakukan pernikahan.
" tapi ba Faras tak ingin menyakiti hati Najwa".
" Najwa yang memintanya ia pasti sudah memikirkan nya jauh-jauh hari, anak itu selalu mengambil keputusannya dengan banyak pertimbangan nak".
Begitu hati Faras terasa sesak semuanya justru mendukung keinginan Najwa tinggal kedua orang tuanya yang belum ia beri tahu. Faras kemudian mengantar baba nya puknag namun Faras minta izin kepada baba bahwa ia akan pulang dulu. baba mengizinkan Faras ia lalu beranjak untuk pulang ke rumah.
" ini sudah hampir dua Minggu kalian tidak tidur di rumah dan Najwa tidak pulang sebenarnya ada apa nak dengan kalian". kini umi sudah tidak tahan akhirnya ia menanyakan hal ini.
" ada yang mau Faras bicarakan mi, Abi di mana". Abi turn dari atas mendengar suara Faras.
" umi Abi, Faras minta izin untuk menikah lagi".
__ADS_1
" astaghfirullah faras jadi ini yang membuat Najwa pergi dari rumah, umi tidak pernah mengajarkan ini padamu. apapun Najwa kamu harus ikhlas menerimanya, umi dan Abi tidak mempermasalahkan jika kami tak akan punya cucu Faras". umi marah terhadap Faras.
" umi dengarkan Faras bicara dulu ini semua kemauan Najwa". umi dan Abi tercengang seperti tak percaya.
" apa maksudmu nak".
" Najwa yang memintanya umi, najwa tinggal di rumah orang tua nya karena ia memaksa Faras dengan pilihan yang sulit untuk Faras. menikahi zahra atau meninggalkan Najwa."
" siapa Zahra Faras". tnaya umi ia penasaran dengan cerita Faras.
" zahra adalah wanita yang najwa pilihkan untuk Faras, ".
" apa najwa tak salah mengambil keputusan sebesar itu nak".
" Faras sudah mencoba berbicara kepada Najwa berkali-kali umi agar Najwa mengubah keputusan nya, tapi tetap Najwa tidak mau tetap pada keinginan yang sama menyuruh faras menikah".
" astaghfirullah Najwa apa kamu tidak tau bagaimana sakitnya di madu nak, tak ada wanita yang mau suaminya bersanding dengan laki-laki lain". umi menangis mengingat betapa ia sangat menyayangi Najwa.
" Zahra siapa dia nak".
" Zahra adalah anak dari pak Zainal yang istri nya jualan singkong di ujung jalan itu ". jelas Faras.
" itukan masih sangat muda nak dan Abi tau masih sekolah"...
" tahun ini Zahra lulus Abi dan ia murid dari Najwa". umi masih menangis.
" tenang umi kita bertemu Najwa ya, kita tanya dengan keputusan nya. Abi juga berharap jika Najwa mengubah keputusan nya,". Abi menenangkan umi yang masih menangis.
Faras bebersih, malam ini ia akan mengantar umi dan abinya untuk menemui Najwa.
_______
bersambung
__ADS_1