
Setiap pagi Najwa membuatkan susu untuk Zahra, Zahra tak di perbolehkan sedikit pun melakukan pekerjaan. Zahra merasa tidak enak padahal ia tidak apa-apa jika melakukan pekerjaan.
" sayang susunya sudah jadi belum". teriak Faras kepada Najwa.
" sudah mas ini". Najwa menyodorkan segelas susu hangat untuk zahra.
" di minum dulu susunya Zahra, jika masih mual tidur lagi aja ngga usah ke kampus dulu".
" Zahra tidak apa-apa mas, Zahra mau ke kampus supaya Zahra tidak tertinggal pelajaran". ucap Zahra lalu meminum susunya.
" Zahra kamu mau makan apa, biar di masakkan sama bibik". ucap Najwa.
" tidak ada yang Zahra inginkan mba, terima kasih. nanti Zahra makan apa saja yang ada di meja makan".
" masa kamu ngga pengen makan apa-apa".
" ngga mba, mba tenang aja nanti jika Zahra ingin sesuatu Zahra pasti bilang ke mba". ucap Zahra ia lalu ke kamar mandi untuk mandi, Zahra mau ke kampus.
_
" mas Najwa minta izin besok mau ikut Jihan ya ke rumah neneknya,"
" kan ada suaminya sayang, kenapa kamu yang nemenin Jihan".
" mas dia itu sahabat aku, cuma lima jari saja. mas jaga Zahra, Najwa udah lama lo ngga pergi. suaminya bekerja makanya ia minta temenin Najwa".
" mas selalu ajak kamu pergi tapi kamu tak pernah mau". Faras sebenarnya ingin tak mengizinkan tapi Najwa terus merajuk.
" mas Jihan sahabat aku, hanya aku yang dekat dengan nya. ku mohon mas"
" tapi lama sayang lima hari itu"
" tidak mas mumpung sekolah lagi libur, mas jaga Zahra Najwa titip Zahra". Faras mengusap kepala Najwa dan menciumnya menimbang-nimbang permintaan Najwa. Najwa tiada henti terus merajuk.
" baiklah tapi kamu hati-hati ya, sebenarnya mas ngga mau jauh dari kamu sayang".
" hanya sebentar mas lima hari saja, sudah ada Zahra yang nemenin mas tidur."
" bukan itu sayang mas juga bisa tidur sendir, hanya mas kangen".
__ADS_1
" di sana nanti memang sinyal agak susah jadi mas jangan hubungi Najwa jika Najwa tak menghubungi mas ya". akhirnya Faras mengizinkan Najwa.
Najwa akan melakukan kemoterapi nya di rumah sakit besar di mana dokter arif melakukan praktek. tidak di rumah sakit Zaskia meskipun nanti Zaskia juga akan menangani nya namun Najwa yang meminta Zaskia agar tak di rumah sakit yang biasanya. Takut jika bertemu faras, Zahra adalah pasien Zaskia.
Faras mengantar Najwa ke rumah jihan bersama Zahra. ia memberikan koper Najwa.
" jaga Zahra dan calon anak kita ya mas".
" iya sayang kamu juga jaga dirimu, jangan lupa makan telepon mas jika sudah sampai". Najwa mengangguk.
" Zahra mba berangkat ya, jaga kesehatan jangan lupa minum susu mas Faras yang akan membuatkan susunya. mba pergi dulu hanya sebentar".
" iya mba, mba hati-hati juga ya". Najwa dan Zahra saling berpelukan, Jihan yang melihatnya merasa pilu hatinya. kedua istri yang saling menyayangi.
Faras dan Zahra pergi, ia akan ke rumah sakit karena hari ini adalah jadwal Zahra memeriksakan kandungan nya. umur kandungan Zahra sudah menginjak umur tiga bulan. Faras sudah membuat janji dengan Zaskia hari ini ia akan ke rumah sakit memeriksakan kandungan Zahra.
" masih merasa mual Zahra".tanya Zaskia.
" sedikit dokter, gak begitu hanya di pagi hari saja tapi setelah minum susu Zahra tak merasa mual"
" jangan sampai perut kosong ya, dan makan makanan sehat juga bergizi". Zaskia meletakkan alat USG ia berikan gel pada perut Najwa, terdengar suara detak jantung bayi yang membuat Faras menitikkan air mata.
" Adakah pantangan untuk ibu hamil Zaskia" tanya Faras ia ingin tau apa yang tak boleh di lakukan.
" jangan mengangkat beban berat dan yang paling utama jangan stres, orang hamil itu emosinya labil kamu jaga tingkat emosi Zahra dan satu lagi boleh bersenggama tapi pelan jangan sampai janin terguncang kuat. waktu tiga bulan masih rentan untuk janin". jelas Zaskia.
" terima kasih Zaskia"
" terima kasih dok" ucap Zahra ia senang bisa memberi kebahagiaan untuk keluarga suaminya.
Setelah selesai mereka pamit, ada beberapa vitamin yang di berikan Zaskia untuk Zahra.
Faras beejalan menggandeng Zahra ada pasang mata yang melihatnya lalu ia bersembunyi.
" Jihan sini".
" ada apa Najwa". jihan menoleh seketika ia tau jika ada Faras dan zahra berjalan menuju parkiran dengan bergandengan tangan. Hati Najwa bener-bener merasakan sakit yang teramat Jihan merangkul sahabatnya itu.
" Najwa sampai kapan kamu kuat dengan keadaan ini". Jihan sangat kasihan dengan Najwa.
__ADS_1
" hingga ujung waktu ku jihan, aku bahagia melihat mas Faras bahagia. ia lelaki terbaik yang pernah aku miliki".
" tapi lihatlah dirimu kamu selalu merasa tersakiti melihat mereka bermesraan"
" mas Faras tak pernah melakukan nya jika di depanku Jihan, mereka berdua sangat menghormati ku".
" lalu apa ini, aku saja tidak tega melihat mu menangis. kamu yang membuat luka ini Najwa". Najwa masih memegang dadanya yang terasa sesak.
Sebenarnya mereka berniat langsung ke rumah sakit dr Arif namun dr Arif meminta untuk mengambil surat rujukan dulu ke ruamh sakit yang biasa di gunakan Najwa kontrol.
Faras dan Zahra bergandengan tangan hingga ke parkiran, Faras membukakan pintu mobil untuk Zahra. Dengan sangat hati-hati Faras membantu Zahra.
" Sayang mau makan apa" tanya Faras ia ingin Zahra mengatakan nya apa yang Zahra inginkan.
" boleh Zahra minta es krim mas". Faras tersenyum mengusap kepala Zahra.
" boleh sayang apapun yang kamu mau insyaAlloh akan mas kabulkan, iya sayang mau apalagi". ucap Faras ia terus mengusap perut Zahra merasakan sedikit menonjol perut Zahra.
" sudah mas itu saja,". Zahra ia merasakan kasih sayang suaminya. ketika ada Najwa ia tak bisa sedekat itu dengan Faras kecuali mereka berada dalam kamarnya. Faras kini begitu perhatian terhadap Zahra.
Najwa dan Jihan keluar dari persembunyiannya ketika melihat mobil Faras sudah beranjak pergi dari rumah sakit. Najwa juga sudah berhenti menangis ia lalu tersenyum menguatkan dirinya. Jihan merasakan apa yang di derita sahabat nya itu.
" kini aku sudah puas Jihan, sudah tenang melihat Zahra hamil. mas Faras juga terlihat bahagia."..
" tapi dirimu Najwa".
" aku juga sangat bahagia Jihan".
" tapi tidak dengan hatimu Najwa kamu selalu menangis dalam diammu dalam kesendirian mu".
" sudah yuk Jihan nanti kita kesiangan, bismillah aku akan kemoterapi pertama kalinya".
" semoga lekas sembuh Najwa".
" yang pasti ini hanya memperpanjang umur ku hingga aku bisa melihat anak mas Faras". Jihan hanya menghela nafas kasar.
Keduanya lalu masuk ke ruangan dr Zaskia.
___
__ADS_1
bersambung