
Sudah beberapa hari badan Najwa merasa lemas dan perutnya mual-mual seperti sehabis kemoterapi padahal ia belum kemo. Pagi ini Najwa benar-benar lemas hingga mau bangun saja ia begitu susah. Kepalanya seperti di putar-putar dan ia merasa sangat lemah belum lagi perut yang terasa di aduk-aduk.
" Masih tak enak badannya sayang kita ke dokter ya" Faras mendekati Najwa lalu memijat kepala istri nya.
" entahlah mas sudah dua hari Najwa begini dan tak mempunyai nafsu makan" Najwa masih meringkuk memeluk gulingnya ia tak ingin keluar ia juga takut mendekati Rafa takut Rafa ketularan virus penyakitnya ini.
" ya udah kita ke dokter ya mas telepon Zaskia dulu". Faras akhirnya menghubungi Zaskia. Zaskia ada di rumah sakit kebetulan ia sedang dinas, Faras mengantar Najwa di mintanya Zahra menemani Najwa.
" Mba sudah sampai". Zahra membangunkan Najwa yang memejamkan mata sebenarnya ia tidak tidur hanya ingin mengistirahatkan matanya saja. Faras dan Zahra menuntun Najwa pelan hingga sampai ke ruangan dokter.
" Beberapa hari Najwa merasa pusing, perutnya mual dan muntah." ucap Faras menuntun Najwa ke ranjang.
" baiklah saya periksa dulu, " Zaskia memeriksa detang jantung nya, tekanan darah.
" tekanan darah nya rendah sekali, saya coba USG ya". Zaskia punya perasaan yang kuat jika dugaan nya itu benar. di leletkan gel yang berada dingin di perut Najwa lalu Zaskia mulai menggerakkan alatnya di perut Najwa. Faras dan Zahra melihat ke layar tapi mereka tak faham apa yang terdapat di layar.
" subhanallah..." teriak Zaskia membuat semuanya ikut terkejut bahkan Zaskia mengulang kembali gerakan alatnya untuk memastikan.
" ada apa" Faras sangat khawatir.
" tidak akan pernah terjadi keajaiban Allah jika bukan karena Kun fayakun nya Allah". Faras dan Zahra saling pandang ia tak mengerti apa maksud Najwa yang sejak tadi memutar terus alatnya di perut Najwa.
" katakan yang jelas pada kami Zaskia apa yang terjadi". desak Faras.
" Najwa hamil..." membuat Faras dan Zahra saling pandang seperti tak percaya apa yang Zaskia katakan.
__ADS_1
" apa maksudmu Zaskia". desak Faras lagi yang melihat Zaskia nampak senyum.
" selamat Faras kamu akan mempunyai anak lagi Najwa hamil".
" hamil... Zaskia jangan bercanda". teriak Faras ia tak percaya begitupun dengan Najwa yang masih terbaring lemah.
" iya Faras kamu lihat di layar monitor itu yang masih berbentuk gumpalan darah itu adalah janin, Najwa hamil ia masuk trimester pertama yang begitu rentan".
" Alhamdulillah". ucap Najwa Zahra juga Faras mata mereka sudah berembun, Faras menghampiri Najwa lalu mencium kepala Najwa. Zahra juga menghampiri Najwa ia merasa senang kini Najwa bisa hamil.
" tapi...". semua berbalik menoleh ke arah Zaskia.
" Najwa harus kemoterapi terakhir itu akan mempengaruhi pada janinnya dan obat-obatan yang ia minum".
" adakah cara lain lagi agar keduanya bisa sehat dan selamat".
" aku tak mau kemoterapi lagi aku mau anakq, aku mau dia di lahirkan". ucap Najwa sembari memegangi perutnya dan menangis.
" sayang ini demi kamu, kita mau kamu sehat dan selamat sudah ada Rafa di antara kita". ucap Faras pelan menenangkan Najwa, jika di beri pilihan Faras tetap akan memilih Najwa bukan tak ingin punya anak dari Najwa tapi karena keadaan.
" Rafa tetap anak ku mas bagaimanapun Rafa anakku, dan ini adalah calon adik Rafa. apapun yang terjadi Najwa ingin anak ku di lahirkan". Faras menoleh ke arah Zahra dan Zaskia, lalu Zaskia memberi kode agar Faras tak mengatakan hal itu lagi agar jiwa Najwa tidak terguncang.
" iya Najwa kita beri kamu vitamin dan jangan banyak beraktivitas karena kandungan mu ini begitu rentan". Najwa mengangguk ia tersenyum kemudian memeluk Zahra.
" Rafa akan punya adik Zahra". Zahra tersenyum memeluk Najwa. perih rasanya hati Faras ia tak ingin kehilangan keduanya namun ia di hadapkan lagi dengan pilihan yang sulit, tapi bagaimana ia akan menjelaskan kepada Najwa jika kankernya juga harus di obati.
__ADS_1
Zaskia memberi resep dan memberi nasehat kepada najwa, Najwa di perbolehkan pulang oleh zaskia ia tidak perlu dirawat sudah di beri obat hanya di sarankan untuk banyak makan makanan bergizi juga perbanyak istirahat kandungan Najwa sangat lemah karena fisik ibunya juga lemah.
Di perjalanan hati Najwa begitu bahagia ia terus mengusap perutnya seakan tak percaya jika ia kini hamil, Zahra menemaninya di kursi jok belakang mendengar kan celotehan Najwa namun Faras terdiam ia bingung.
Sesampainya di rumah Najwa langsung memeluk umi ia memberitahu jika Najwa hamil alangkah senangnya umi mendengar kabar itu sama dengan yang lain seakan tak percaya. hanya Faras yang memiliki wajah teduh ia gusar, Najwa tetap kekeh mempertahankan anaknya. dan jika itu di lakukan otomatis Najwa akan berhenti mengkonsumsi obat-obatan untuk penyembuhan kanker nya. Rencana akan pergi ke Singapura akhirnya gagal. Najwa masih bersama umi di dapur merasakan kebahagiaan, Faras jalan ke atas menuju kamar Zahra. Zahra mengikuti ia tau apa yang suaminya rasakan sednag dalam kebimbangan.
" mas ..." Faras duduk di ranjang ia hanya diam tak menjawab panggilan Zahra. kemudian Zahra duduk di bawah ia sejajarkan dirinya dengan suaminya, di pegangnya tangan Faras untuk menenangkan nya.
" mas serahkan semuanya kepada Allah semoga semuanya akan baik-baik saja besok mas coba tanyakan lagi kepada dr Arif mungkin ada solusi mas". ucap Zahra ia mencoba menatap mata suaminya agar suaminya juga menatapnya. Faras langsung memeluk Zahra ia menangis.
" aku tak ingin kehilangan Najwa, aku lebih mempertahankan Najwa bukan aku tak mau punya anak dari rahim Najwa tapi Najwa lebih berarti bagiku"
" iya mas tenang itu menurut mas tapi menurut mba Najwa janin mba Najwa lebih berharga dari hidup mba Najwa sendiri kita banyak berdoa ya mas dan berikan pengobatan yang terbaik untuk mba Najwa". Faras masih menangis
" usap air mata mas jangan terlihat lemah di depan mba Najwa, kasihan mba Najwa mas". ucap Zahra ia mengusap air mata suaminya.
" terima kasih sayang sudah menguatkanku". Zahra tersenyum di ajaknya suaminya keluar untuk menemui Najwa ikut berbahagia. Rafa menangis mungkin ia sudah haus, zahra meninggalkan sejak dua jam dan stok asi di rumah habis. di raihnya Rafa lalu ia susui, Najwa langsung menghampiri Rafa yang masih menyusu.
" Rafa sayang kamu tau nak, Rafa akan punya adik". miris hati Faras mendengar ucapan Najwa.
" Nanti jagakan adik selalu ya nak, kamu kakaknya harus bisa melindungi adik". Najwa benar-benar terlihat sangat bahagia, akhirnya penantiannya yang panjang berbuah manis Allah titipkan janin di rahimnya
___
bersambung.
__ADS_1
tolong tinggalkan jejak ya kakak.