Rahim Untuk Suamiku

Rahim Untuk Suamiku
rindu Rafa


__ADS_3

Pertemuan antara Najwa dan Faras membuat hati Abah Hasan lega, kewajiban nya adalah menasehati Najwa. ia berharap Najwa dan Faras kembali lagi, mereka menjalani hari-hari nya menjadi suami dan istri. Kini Faras istirahat bersama Najwa ia sangat merindukan Najwa nya, cinta pertamanya istri pertamanya yang rela berkorban untuk nya.


Di sore hari Faras terbangun tangannya mencari Najwa namun Najwa sudah tak ada di kamar nya, Najwa sedang ada di belakang membantu umi Aisha. Arsi sedang mengajar ngaji anak-anak TPA . tempat itu memang sangat menyenangkan, siapapun yang tinggal di sana pasti akan merasa betah. Setiap waktu selalu mendengar santri mengaji, hal yang sama dengan tempat kiyai Umar.


Faras bangun ia mencuci mukanya lalu mencari Najwa, di lihatnya sekelebat istrinya di belakang bersama umi Aisha sedang memasak untuk makan malam. Najwa memasak untuk suaminya Faras, kini ia lebih baik setelah Abah Hasan memberi nasehat untuk Najwa. Keluar lagi darah dari hidung Najwa, Najwa merasakan nya kemudian ia bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan nya. Ia tekan agar tidak keluar lagi, Faras sudah sampai di dapur namun ia tak melihat Najwa lagi.


" nak Faras gimana keadaan nya, sudah lebih baik ". tanya umi Aisha yang sedang mengaduk sayur sopnya.


" Alhamdulillah sudah lebih baik umi, di mana Najwa umi". tanya Faras ia celingukan mencari istri nya.


" lagi ke kamar mandi mungkin merasa mual lagi, biasa hamil muda seperti itu tapi tak apa itu wajar nak". ucap umi aisha melanjutkan masakannya.


Faras menunggu namun Najwa tak kunjung keluar, di dalam Najwa masih mencoba menekan hidung nya agar darah tak keluar lagi. setelah setengah jam lamanya akhirnya Najwa berhasil membuat darahnya berhenti. Faras mendekati kamar mandi lalu ia mengetuk nya, Najwa langsung membuka pintunya Untung saja darah tidak ada yang menempel di bajunya.


" kenapa lama sekali, masih merasa mual". najwa lega suaminya mengira jika Najwa hanya merasa mual saja.


" sudah ngga mas, ini yang di nantikan ibu hamil mas mual dan muntah". Najwa terkekeh agar suaminya tidak curiga terhadap nya.


" panggil mas jika perutmu merasa mual lagi, mas bisa buat ngga mual". Najwa tergelak ada aj suaminya emangnya ia dukun.


" mandi dulu mas ini sudah sore, nanti kita jalan sore di sekitar sini yuk udaranya sangat sejuk". Najwa menarik Faras ke kamarnya lagi. Faras kemudian mandi ia bersiap untuk menyusuri jalan di desa itu. desa yang masih banyak pepohonan nya, terlihat sangat asri.


" sudah yuk kita jalan, jalan kaki saja mas tak perlu jauh-jauh kita lihat di sekitar" Faras lalu menggandeng tangan Najwa mereka menyusuri jalan pesantren.

__ADS_1


" pantas kamu betah di sini sayang, tempat nya sangat sejuk".


" maaf ya mas di sinilah tempat Najwa saat Najwa sedih, Najwa akan merasa lebih baik bersama dengan keindahan alam ini".


" jika kamu ingin ke sini lagi suatu saat bilang sama mas, mas akan antar tak perlu kabur begini membuat mas jadi kalang kabut. Beberapa hari mas sedikit tidur, begitu pula dengan Zahra. bahkan Rafa merasakan jika umi nya Najwa tak ada di sana, ia ikut rewel rindu dengan uminya ingin di gendong". ucap Faras masih berjalan menggandeng tangan Najwa.


" maafkan Najwa mas, Najwa tak akan mengulanginya lagi". Faras berhenti di sana ada tempat duduk di bawah pohon, Faras mengajak Najwa duduk di sana.


" sayang mas juga minta maaf, mas salah tak mau mendengar keinginan mu. Kita bicarakan semuanya baik-baik ya jangan mengambil keputusan dengan kepala panas. besok kita pulang kasihan semua orang mencari mu". Faras memegang tangan Najwa dan menatapnya dengan intens.


" iya mas, jika mas sudah benar-benar pulih kita pulang" terdengar suara handphone Faras kebetulan di saat mereka keluar ada sinyal, di lihatnya di layar kaca ternyata itu Zahra istrinya.


" Zahra menelpon sayang". Faras meminta izin terlebih dahulu kepada Najwa, ia tak ingin Najwa kecewa karena saat ini mereka masih berdua. Najwa tersenyum ia juga senang zahra menghubungi nya.


" assalamu'alaikum Zahra". Najwa melambaikan tangan nya tersenyum bahagia.


" wa'alaikumsalam mba, gimana keadaan mba". Zahra langsung menanyakan nya, Faras tampak senang melihat kedua istrinya begitu akur mereka saling membutuhkan satu sama lain.


" Alhamdulillah mba baik Zahra, mana Rafa mba kangen banget".


" beberapa hari Rafa rewel mba, ia pasti rindu sama mba.". ungkap Zahra.


" maafkan mba ya Zahra, mba terlalu mengikuti nafsu mba tanpa melihat ke belakang yang akan terjadi". Faras mengusap kepala Najwa, Zahra sudah tidak canggung lagi melihat kemesraan mereka berdua. Zahra tau posisi nya jika ia adalah seorang madu, meskipun mempunyai hak yang sama namun Faras selalu memperlakukan Zahra dengan sangat baik.

__ADS_1


" mba cepat pulang ya kami semua rindu sama mba". wajah Zahra sendu berharap jika Najwa lekas pulang.


" iya jika mas Faras sudah lebih baik kami akan pulang, kenapa kamu tak melarang mas Faras jika ia demam". tanya Najwa menyalahkan Zahra, ia tak ingin suaminya terjadi sesuatu.


" Zahra sudah memeringati mba tapi mas Faras sangat ingin menemui mba, Alhamdulillah akhirnya mba bisa di temukan. mas Faras bahkan waktunya habis untuk mencari mba".


" kamu juga Zahra, mas Faras sudah cerita semuanya sama mba. terima kasih mba tak pernah salah memilihmu menjadi teman ku.". Najwa sangat senang semuanya memperhatikan dirinya. umi datang membawa Rafa, ia memperlihatkan Rafa dari layar kaca. terlihat Rafa yang menggeliat dan tersenyum.


" ya Allah nak umi kangen". Najwa meneteskan air mata ia sangat menyesal dengan perbuatannya.


" cepat pulang Najwa kami merindukan mu".


" iya umi setelah mas Faras lebih baik kita akan pulang". sinyal sudah mulai susah suaranya putus-putus dan hilang koneksi, Najwa masih senang melihat Rafa.


" Sinyal nya susah memang di sini mas, kartu kita tak bisa di pakai di sini dengan baik".


" iya meski sebentar rasa rindumu sudah terobati, Rafa merindukan mu.". Najwa tersenyum senang, ia melihat ayam yang berjalan bersama induknya.


" iya mas kita cepat pulang tapi mas sehat dulu, Najwa ngga mau naik mobil lalu oleng karena mas pusing". Faras terkekeh istri nya itu terlihat lucu jika sednag manja.


" iya sayang tak akan aku biarkan istriku ini celaka". Najwa mencubit pinggang suaminya gemas.


" sudah sore mas yuk kita pulang kerumah paman sebentar lagi Maghrib". Berjalan ke rumah paman, banyak santri yang lalu lalang pergi ke masjid pondok mereka akan berjamaah menunaikan shalat Maghrib.

__ADS_1


____


__ADS_2