Rahim Untuk Suamiku

Rahim Untuk Suamiku
panggilan sayang


__ADS_3

Malam ini malam terakhir Faras tidur di kamarnya Zahra besok akan berpindah ke kamar Najwa. memang pembagian nya selalu begitu, tiga hari istri pertama tiga hari istri kedua. Selama ini mereka masih menikmati hari-harinya. Faras dan Najwa pulang, Faras masuk ke kamar Zahra dan Najwa berlalu ke kamarnya. Tidak boleh ke kamar lain sebelum waktu tiga itu berlalu kecuali urgent, itu Najwa yang membuat peraturan. Zahra dan Faras selalu mengiyakan apa yang di katakan Najwa.


Faras menghirup bau lebih harum dari sebelumnya, wewangian ini membuat Faras menjadi bergairah. Ia senang memandang Zahra yang sudah rapi dengan gamisnya.


" mandi dulu mas air sudah Zahra siap kan". Faras mengangguk ia pergi ke kamar mandi. Zahra tertawa kecil melihat suaminya, entah kenapa dia merasa aneh sama dirinya sendiri.


Faras selesai mandi pakaian juga sudah si persiapkan oleh Zahra. Zahra pergi ke balkon kamar ia berdiri sembari melihat melihat keluar menghirup udara sore hari. Zahra tidak ingin melihat faras ganti pakaian di depannya ia malu, meski pada area terlarang nya selalu tertutup handuk. Bau wangi Zahra membuat Faras ingin mendekati nya, Faras berdiri di samping Zahra.


" sudah lebih baik Zahra ". Faras melihat Zahra sudah lebih baik jalannya juga tak seperti tadi.


" Alhamdulillah mas sudah". ucap Zahra masih memandangi kota itu. ia malu memandang Faras, entah apa yang membuat Faras memeluk Zahra dari belakang. Zahra terkesiap kaget ia belum terbiasa dengan kedekatan ini.


" kenapa kaget". Zahra menunduk malu.


" Selama tiga bulan ini sudah cukup perkenalan kita, semalam berkat Najwa kita sudhw melakukan penyatuan".


" berkat mba najwa apa maksud nya". tanya Zahra tak mengerti.


" Pernikahan ini terjadi karena najwa yang memintanya, maafkan aku Zahra. Kemarin aku belum siap melakukan penyatuan karena setiap aku melihat mu aku mengingat Najwa. Aku tau semalam Najwa pasti yang memasukkan obat kuat dalam minumanku hingga aku tak bisa menahannya. Saat aku akan keluar pintu kamar kita terkunci dan aku yakin Najwa juga yang melakukannya. Aku pasrah karena semalam hanya kamu yang ada di depan ku, aku tak bisa menahannya lagi. Maafkan aku zahra kamu boleh memarahiku tapi tolong jangan Najwa." terang Faras ia jujur. Zahra berbalik memandang Faras ia lingkar kan tangannya di leher fars, entah Zahra reflek aja melakukan nya.


" tidak mas, mba Najwa itu orang yang paling baik selama aku mengenalnya. Aku tidak akan pernah menyalahkan mba Najwa, aku yang menyetujui pernikahan ini dan yang pasti Zahra harus lebih mengerti. seperti mba Najwa yang selalu perhatian dengan ku". Faras memegang dagu Zahra dirinya menegang melihat bibir Zahra yang tipis namun s**si dan yang pasti manis.


" terima kasih Zahra , Najwa tak salah memilihmu". Zahra ingat saat ia pergi Najwa berhenti di apotek untuk membeli sesuatu.


" maaf mas kemarin saat Zahra jalan sama mba najwa, mba Najwa bertanya tentang hubungan kita. mba Najwa juga bertanya..."


" dan pasti kamu menjawab belum". Zahra mengangguk, Faras memencet hidung Zahra.


" gini kalau nikah sama bocah urusan ranjang di omongin orang".


" sakit mas,". Zahra memegang hidung nya yang sudah sedikit merah, Faras gemas dengan kepolosan Zahra.

__ADS_1


" cukup sampai di sini pembicaraan soal ranjang, besok lagi jika ada yang bertanya jangan bicarakan apapun tentang soal pribadi mu apalagi itu ranjang. dari itu Najwa membeli obat untuk mas".


" sepulang dari mall memang mba Najwa berhenti ke sebuah apotek". ucap Zahra.


" betul kan memang Najwa yang melakukan nya untuk kita semalam". Zahra menunduk malu.


" ya sudah yuk masuk, sebentar lagi adzan magrib". Faras menggandeng tangan Zahra untuk masuk.


_


_


Najwa senang melihat Zahra sudah turun ke bawah bersama Faras. ia tersenyum melihat keduanya turun berjalan bersisian, Najwa berfikir jika Zahra dan Faras sudah mulai dekat.


" gimana nak sudah lebih enakan badannya". tanya umi ia melihat Faras turun bersama Zahra.


" Alhamdulillah umi sudah lebih baik" jawab Zahra.


" insyaAlloh Faras akan datang" ucap Faras ia mulai berdoa dan makan hidangan yang Najwa siapkan untuk Faras.


" ajak istri-istri mu" ucap Abi.


" maaf Abi Zahra tak bisa ikut." sahut Zahra langsung.


" ikutlah temani fars dan Najwa".


" zahraa harus menyelesaikan tugas kampus". alasan yang tepat Zahra tau ke pesta dengan membawa dua istri itu tak akan nyaman dengan Faras, Zahra juga tak mau mendengar suara-suara pedas di luar. Sudah cukup para tetangga dan saudara yang mengatakannya. Faras berkumpul dengan teman-teman bisnisnya Zahra juga tak mau faraas malu.


" baiklah kalau begitu terserah kamu nak". Faras dan Najwa diam saja ia tak berucap memang tak mungkin juga Faras membawa dua istri di acara besar di luar.


Waktunya istirahat Zahra masuk ke kamar namun sebelumnya ia harus menyiapkan buku yang akan ia bawa ke kampus besok. Zahra itu memang pandai dan sangat rajin Faras menyukainya, ia terus memandangi Zahra. Zahra dengan rambutnya hitamnya yang panjang di ikat ke atas, namun Zahra masih biasa memakai piyama panjang. Setelah selesai Zahra naik ke atas saat ia akan menarik selimutnya Faras memintanya untuk mendekat, Faras lalu memeluknya memberikan kenyamanan Zahra saat tidur.

__ADS_1


" gimna Zahra tidur seperti ini nyaman tidak untuk mu". tanya Faras sembari menyisir rambut Zahra dengan jarinya. Zahra malu mau menjawab ia mengangguk ragu.


" tak perlu malu lagi Zahra kamu Istriku, kita coba lebih Deket agar terbiasa sayang". Faras sudah memanggil sayang membuat Zahra tertawa kecil.


" kenapa tertawa". tanya Faras.


" ngga mas".


" maaf Zahra aku tidak ingin menyakiti Najwa, biarakan kata sayang ini mas ucapkan saat kita berdua saja. kamu mau".


" iya mas". mereka tidur dengan saling memeluk, Zahra merasa sangat nyaman berada di pelukan suami meski menurut Zahra rasanya aneh.


_


Hari ini Zahra meminta izin kepada Faras setelah Zuhur ia akan ke rumah umi, Zahra akan ikut mengantar kan Abi nya untuk ke dokter. Rumah pak Zainal sudah pindah lebih dekat dengan tempat yang biasa mereka pakai untuk jualan. Faras dan Najwa sengaja membelikan nya agar umi Zahra tidak kesusahan jika harus bawa dagangan ke warung. karena biasanya Zahra yang mengangkut pakai sepeda, Faras membelikan motor matic untuk adiknya Zahra fasilitas untuk bisa di pakai kemanapun.


" mba, mas hari ini Zahra minta izin boleh". Faras dan Najwa saling pandang, Zahra memang polos.


" ada apa Zahra katakan saja". ucap Najwa selain meminta izin kepada suaminya Zahra selalu izin dengan Najwa.


" siang nanti Zahra mau ke rumah Abi, hari ini Abi akan ke rumah sakit kontrol". Najwa tersenyum.


" iya tak apa nanti di kampus biar di jemput mas Faras".


" ngga usah mba, biar mas Faras bekerja saja. Kalau ngga kerja nanti kita makan apa ". semuanya tertawa mendengar penuturan Zahra.


" ya tetap makan nasi dan lauk Zahra" ucap umi sembari terkekeh melihat menantu kecilnya yang polos itu.


" ya sudah biar di antar sopir, kamu tunggu sopir jemput di kampus" ucap Faras Zahra mengangguk ia tersenyum lebar. ia merasa sangat beruntung mempunyai keluarga yang begitu perhatian dengan nya.


___

__ADS_1


bersambung


__ADS_2