
Zaskia memijat kepalanya dengan dengusan kasar, seribu satu wanita yang mau di madu atau mencari madu untuk dirinya. Tapi berbeda dengan Najwa ia benar-benar ingin mencarikan suaminya istri lagi. Zaskia tau Faras itu bukan tipe orang yang mau menyakiti orang apalagi itu istrinya sendiri.
" jangan berpikiran seperti itu Najwa, kamu harus sembuh dan bisa memberi anak untuk Faras" ucap Zaskia menguatkan Najwa.
" pernikahan ku dengan mas Faras sudah lima tahun mba dan kami belum di karuniai seorang anak. Umur mas Faras semakin lama semakin tua takut jika tidak produktif lagi jika harus manunggu aku sembuh". Zaskia lalu memeluk Najwa mengusap punggung nya.
" kamu wanita yang hebat dan kuat Najwa".
Jihan dan Zahra lalu masuk saat Zaskia sudah keluar, Jihan tidak memberi kabar Faras dan yang biasanya saat siang Faras menelepon Faras hanya mengirim pesan bahwa ia sedang meeting di luar bertemu klien.
" Zahra,,," Najwa kaget jika Zahra ada di sini ternyata murid yang di bilang Zaskia adalah Zahra.
" iya dia tadi ikut mengantarmu". Najwa melihat ke arah Jihan ia tidak ingin Zahra juga tau.
" tenang aja Najwa tidak akan". ucap Jihan Najwa menghela nafas lega.
" ibu kenapa harus lelah-lelah Bu, kalau tadi ibu tak enak badan seharusnya ibu izin". ucap Zahra duduk dekat Najwa.
" tidak apa-apa ibu ingin melihat anak-anak ujian, dan ingin kalian semua dengan mudah mengerjakan nya tanpa beban". jihan izin keluar ia memang belum makan siang dan keluar untuk membeli makan siang untuk nya dan zahra.
" Zahra ibu boleh minta sesuatu padamu, maaf tapi mungkin ini membuatmu terkejut" .
" boleh sekali Bu katakan saja, pasti akan Zahra penuhi". ucap Zahra ia tersenyum , Najwa lalu duduk di bantu dengan Zahra.
" jadilah ibu dari anak suamiku".
__ADS_1
deg
Zahra tau maksudnya namun ia tepis mungkin ia salah mengartikan ucapan Najwa. Zahra tersenyum lagi namun Najwa memegang tangan Zahra.
" ibu serius Zahra, tak ada wanita sebaik kamu untuk mendampingi mas Faras. kamu gadis saliha, aku ingin darah daging suamiku terlahir dari wanita yang saliha seperti mu". Zahra bingung mau berucap apa.
" maaf Bu, ibu salah memilih saya hanya wanita biasa". Najwa justru malah menangis di depan Zahra membuat nya tidak tega.
" hanya kamu harapan satu-satunya ibu, kamu wanita sehat dan subur. ibu menikah sudah lima tahun dengan mas Faras namun sampai sekarang belum di karuniai anak dan ibu ingin mas Faras punya anak dari darah daging nya. ya memang benar mas Faras menolak keinginan ku ini tapi aku akan berusaha keras agar ia mau".
" Bu semua orang di beri ujian masingmasing tergantung dari kadar kemampuan nya, tidak memiliki anak bukanlah derita ataupun aib. masih banyak anak yatim yang membutuhkan uluran tangan kita Bu". Zahra sangat bijak sekali memberi penjelasan tentang ini membuat Najwa justru semakin yakin bahwa Zahra adalah wanita yang cocok.
" kamu bisa melanjutkan pendidikan mu, kamu bisa membantu biaya adik-adik mu, juga untuk pengobatan Abi mu dan membantu keluarga mu Zahra. Kamu hanya di minta untuk melahirkan anak dari mas faras". keduanya menoleh ke arah suara ternyata Jihan datang dengan membawa makan siang.
" tapi mba Jihan aku bukan orang yang tepat". ucap Zahra.
" Jihan..." Najwa memotong pembicaraan Jihan ia tak mau hal itu sama halnya dengan Zahra akan menukarkan dirinya dengan uang. namun Jihan memegang tangan Najwa memperingati agar Najwa tidak berbicara apapun.
" makanlah dulu saya beli makan siang". ucap Jihan kemudian Zahra menurut mengambil makan siang dan makan sembari memikirkan apa yang di katakan Jihan. Makan pun Zahra tak berselera.
" apa yang kamu katakan Jihan". Najwa berbisik kepada Jihan.
" yang penting dia mau dulu Najwa, Zahra itu anak yang baik ia akan berkorban demi keluarganya".
" tapi aku ingin dia menjadi istri mas Faras selamanya bukan hanya melahirkan anaknya saja."
__ADS_1
" kamu jangan bodoh Najwa, anak adalah pengikat sebuah tali pernikahan aku yakin mereka tak akan berpisah kamu buat Zahra jatuh cinta sama Faras". Jihan geram hanya itu satu-satunya menarik Zahra agar mau. Najwa pun berfikir yang di katakan Jihan benar juga.
Zahra tak mengatakan sepatah katapun ia bingung dengan permintaan Najwa, namun selama ini yang membantu keluarganya adalah Najwa. sudah berapa ratus juta Najwa mengeluarkan uang untuk Abi nya.
Najwa akhirnya pulang ia tak mau di rawat, Zaskia memberikan obat yang di sarankan oleh dokter arif. Najwa sudah tau semuanya bahwa ia tidak akan hidup lebih lama lagi, Najwa harus bertindak cepat sebelum nyawanya akan di ambil sang Pemilik hidup. Jihan memesan taksi mereka pulang naik taksi namun menuju rumah jihan sebelumnya mereka mengantar Zahra untuk pulang.
" saya permisi pulang ya Bu semoga ibu lekas sembuh" Zahra menyalami keduanya.
" Pikirkan apa yang saya katakan tadi zahra, saya berharap harapan saya menjadi kenyataan". ucap Najwa namun Zahra hanya mengangguk dan diam.
" kamu sudah yakin Najwa " ucap Jihan tak percaya jika sahabat nya akan melakukan itu.
" iya aku sudah melihat Zahra beberapa hari waktu bahkan sudah lama aku mengenalnya".
" aku tau Zahra jika ia anak yang baik saliha, yang aku tanyakan keyakinan dirimu. lalu bagaimana dengan suamimu.". tanya Jihan lagi.
" aku akan memaksa mas Faras bagaimana pun caranya". Jihan menghela nafas berat.
Sesampainya di rumah jihan, Najwa menghubungi suaminya jika berada di rumah jihan, ia meminta Faras untuk menjemput nya di sana. Faras mengiyakan karena memang sahabat terdekat Najwa adalah Jihan.
Faras dari kantor langsung menuju rumah jihan menjemput istrinya. Senyum terukir dari wajah Najwa melihat suaminya, Najwa menyimpan rapat-rapat obatnya. Seperti saat Faras menyimpan hasil medis nya agar tidak di ketahui oleh Najwa. meskipun sesuatu yang di simpan lambat laun akan ketahuan juga namun sebelum itu terjadi Najwa mau jika Faras sudah menikahi Zahra.
Di rumah Zahra kelimpungan di ranjang, ia baru saja menyelesaikan ujiannya dan belum ada pengumuman lulus. Pikirannya baru plong kini di tambah beban yang amat berat, ia tak keluar kamar sejak tadi membuat umi dan abinya bingung. biasanya sudah membantu umi untuk berjualan sore hari, orang tua nya takut jika Zahra sakit. Hanya adik-adik nya saat ini yang membantu di biarkannya Zahra istirahat mungkin memang lelah karena ini adalah ujian terakhir nya.
_____
__ADS_1
bersambung