Rahim Untuk Suamiku

Rahim Untuk Suamiku
kecelakaan


__ADS_3

" Zahra...


Faras berteriak ketika di depan matanya ia melihat istrinya tertabrak oleh mobil. mobil itu oleng ia ngebut hingga menabrak Zahra. Zahra terpental cukup jauh , darah bercucuran dari kepala nya. Faras berlari begitu cepat menghampiri istrinya terkulai lemah tak berdaya. Selain itu Laila juga terserempet tapi ia tak cukup parah seperti Zahra, Laila hanya luka-luka dan masih dalam kesadarannya berbeda dengan Zahra sudah tak sadar karena kuatnya hantaman mobil.


" Zahra bangun Zahra bangun..." tak menunggu lama Faras langsung mengangkat tubuh Zahra yang penuh dengan darah.


Faras melajukan mobilnya dengan sangat cepat, klakson ia bunyikan terus menerus untuk menghalau kendaraan lain agar minggir. Faras dengan cepat membawa Zahra ke rumah sakit, Laila berada di samping Zahra ia juga tak henti-hentinya menangis. karena dirinya Zahra terluka.


" dokter...dokter..." teriak Faras membabi buta ia berlari sembari menggendong Zahra.


Suster berlarian membawa ranjang, di letakkan nya Zahra di atas ranjang langsung suster dorong ke ruang UGD. Zaskia melihat Faras berlarian mendorong ranjang rumah sakit, Zaskia ikut berlari yang ia tau itu adalah Najwa bukan Zahra. namun Zaskia terkejut di ranjang adalah Zahra istri kedua Faras yang sudah berlumuran darah.


" langsung bawa ke ruang ICU pasien butuh penanganan insentif". ucap Zaskia ia akan menangani Zahra dengan sebaik mungkin.


" tolong Zahra Zaskia tolong dia". pinta Faras sembari menangis,Faras kacau belum usai dengan penderitaan Najwa kini Allah tambah lagi ujian Faras.


" kamu tenang tunggu di sini dan berdoa insyaAlloh Zahra akan baik-baik saja". ucap Zaskia ia berlalu masuk ruang ICU.


Faras menghubungi semua orang keluarganya, yang mendengar pun tampak terkejut juga dengan kabar mendadak ini. Laila duduk menangis semua karena nya, karena Zahra mendorong Laila Zahra yang akhirnya tertabrak hingga parah.


" maafkan aku ..." ucap Laila.


" iya semua takdir jangan menyalahkan dirimu sendiri, pergilah periksakan dirimu. lukamu sangat banyak". ucap Faras melihat Laila terluka. Laila lalu berjalan ke ruangan para suster, ia di periksa di obati lukanya yang memar dan lecet.


Di dalam Zaskia dan dokter Budi menangani Zahra. Zahra kepalanya yang luka ia terbanting dorongan mobil begitu kuat, Faras di luar gelisah menunggu kabar dari dokter.

__ADS_1


umi, Abi, Najwa dan umi nya Zahra datang bersamaan sampai di rumah sakit. Wajah mereka semua sangat panik mendengar kabar dari Faras jika Zahra kecelakaan. Najwa langsung berhamburan di pelukan Faras.


" mas gimana bisa Zahra kecelakaan".


" ada mobil yang ngebut awalnya Laila temannya yang akan tertabrak namun Zahra menolongnya, akhirnya Zahra yang kena tertabrak ". suara Faras tercekat ia dengan mata kepala sendiri melihat zahra tertabrak, Faras pun tak bisa menolong Zahra.


" Seharusnya kamu tak perlu ke rumah sakit, kasihan kandungan mu sayang. sebaiknya istirahat di rumah saja dan menunggu kabar".


" Najwa tak apa mas, Najwa akan tak tenang jika tak mengetahui sendiri kabar dari zahra". Faras mengajak Najwa duduk, di tuntunnya Najwa duduk di kursi tunggu. Najwa sudah terlalu lama berdiri Faras takut dengan Istrinya yang besar perutnya terjadi apa-apa.


Dokter Budi keluar dari ruangan setelah selama empat jam ia menangani Zahra. Di bantu dengan Zaskia dan para suster dengan baik dokter Budi melakukan tindakan. Faras berdiri menghampiri dokter begitu juga dengan yang lainnya.


" bagaimana dengan keadaan istri saya dok" tanya Faras langsung.


" kepalanya cukup lumayan Alhamdulillah kalian cepat ke sini sehingga luka lekas di tangani jika terlambat sedikit saja pasien akan kekurangan darah. Terlalu banyak nya darah yang keluar dari kepala Zahra." dokter Budi menerangkan namun Zaskia masih di dalam ia masih mengganti pakaian Zahra yang berlumuran darah.


" kita liat nanti ya, semoga saja tak ada kerusakan lain dari dalam diri Zahra."


" lakukan yang terbaik untuk istri saya dok".


" itu pasti". dokter kemudian pergi meninggalkan semuanya.


***


Semua masih menunggu di luar tak bisa melihat masuk ke dalam, dokter melarangnya sebelum Zahra di pindah ke ruangan rawat inap tak sembarangan orang di perbolehkan menjenguk. mereka bisa melihatnya dari luar.

__ADS_1


Selama enam jam Zahra belum sadar, Faras sangat panik ia tak pergi dari ruangan ICU. Tak berapa lama tangan Zahra bergerak suster yang melihatnya langsung memanggil dokter. Dokter berjalan cepat ke ruangan Zahra, Faras mengikuti namun ia belum di perbolehkan masuk. dokter memeriksa Zahra lagi, Zahra belum bisa membuka matanya namun respon dengan gerakan tangan nya cukup lebih baik.


" Sebentar lagi pasien akan bangun hanya dua orang saja yang boleh menunggu saat ini, silahkan pak Faras anda boleh masuk menunggu istri anda di dalam". ucap dokter Budi akhirnya Faras beserta Najwa masuk ke dalam.


Najwa duduk di samping ranjang dan Faras berdiri di belakangnya. Najwa menggenggam erat tangan Zahra yang kini terbaring lemah tak berdaya. Najwa terus mengusap lengan Zahra ia mengingat semua kenangan ketika bersama Zahra. dari awal Zahra menjadi muridnya, hingga ia melamar Zahra untuk suaminya. Zahra wanita yang sangat baik ia memilih Zahra karena Najwa tau, Zahra bisa menerima semua keluarga nya. Najwa teringat kala Zahra terus selalu menjaganya seolah menjaga seorang kakak kandungnya padahal ia adalah madunya. Sulit menemukan wanita seperti Zahra, wanita yang mau di ajak untuk berbagi suami.


" jangan menangis terus kasihan anak kita, dan di saat Zahra membuka matanya mas harap sayang jangan menitikkan air mata. Zahra tak suka melihat mu menangis, kita berdoa semoga saja Zahra lekas siuman". ucap Faras mengusap kepala Najwa suaminya.


" Najwa berharap Zahra lekas siuman mas dan cepat pulang kasihan Rafa pasti kehausan di rumah ia terbiasa meminum asi ibunya".


" iya sayang sementara beri Rafa susu formula dulu, kamu hubungi suster". ucap faras menenangkan Najwa.


" tapi mas, Rafa tak pernah minum susu formula".


" kita coba sayang, tak mungkin sekarang kita memaksa Zahra untuk menyusui Rafa. kamu lihat Zahra masih terbaring hingga sekarang pun ia belum sadar".


" Zahra akan sadar mas". ucap Najwa sedikit meninggi ia tak mau di katakan jika Zahra lama siuman.


" iya sayang kamu tenang ya kita berdoa untuk Zahra semoga lekas sadar".


Tak berapa lama Najwa merasakan tangan zahra bergerak, karena sejak tadi Najwa memegang tangan Zahra. ia tak mau pergi sebelum memastikan jika Zahra siuman.


" Zahra mas, tangan Zahra bergerak". Faras melihat benar tangan Zahra kini bergerak Faras lalu memncet tombol untuk memanggil dokter.


Zahra perlahan membuka matanya, ada Faras di sampingnya juga Najwa tapi tatapan Zahra kosong.

__ADS_1


" kenapa gelap sekali apa lampunya mati...


___


__ADS_2