
Faras mengajak Zahra ke kantor sebentar untuk mengecek pekerjaan, Zahra ikut saja sebenarnya ia lelah tapi ia tak pernah mengeluh kepada Faras. apalagi perutnya yang semakin membesar membuat ia kepayahan dalam bergerak.
" tidurlah di dalam dulu sayang mas cek sebentar pekerjaan nya" ucap Faras menyuruh zahra ke ruangan dalam, di ruangan Faras di lengkapi kamar tidur lengkap agar jika Faras lelah bisa beristirahat di dalam. zahra mengangguk karena memang dia lelah ia baringkan tubuhnya di atas ranjang.
Faras langsung saja menyelesaikan pekerjaannya yang tidak banyak itu setelah nya ia masuk ke kamar di mana Zahra sedang tertidur Faras membelai kepala Zahra dan perut buncitnya. Keduanya harus mendapatkan perhatian yang lebih, Najwa sakit ia butuh dukungan dari dirinya sedangkan Zahra hamil ia juga butuh perhatian suaminya. Zahra merasa ada yang mengusap perutnya ia terbangun sudah cukup lama ia tertidur.
" maaf mas membangunkan mu sayang" Faras lalu ikut berbaring dan memeluk Zahra, Zahra mencari tempat ternyaman di pelukan suaminya.
" memang saatnya sudah harus bangun mas, jam berapa ini kita pulang yuk Zahra ingin bertemu mba Najwa". ucap Zahra.
" sebentar saja mas masih ingin memelukmu". Faras mengeratkan pelukannya mencari kekuatan pada diri Zahra. Zahra menurut ia tau jika suaminya sedang lelah pasti semalaman tak bisa nyenyak tidur karena di rumah sakit. Faras hanya memejamkan mata tapi tidak tidur entah kenapa kali ini ia takut kehilangan kedua nya Zahra juga Najwa.
" Zahra kamu mencintai ku" tanya Faras.
" mas itu ngomong apa sih, jangan tanyakan hal itu mas Zahra tidak tau".
" bagaimana perasaan mu sekarang jika dekat dengan mas seperti ini".
" Zahra merasa nyaman mas,". ucap Zahra singkat.
" tak apa jika kamu belum mencintai ku, perasaan nyaman itu pelan-pelan akan menjadi cinta untuk kita berdua". Zahra tersenyum ia menatap mata suaminya meregangkan pelukan Faras. Faras mengusap bibir Zahra dengan tangan ia tak bisa menahan untuk tidak mengecup nya, Faras mel***** bibir manis milik Zahra dengan lembut dan lama. tubuh keduanya merasa panas dan gairah itu mulai terasa, bukti mereka sama-sama saling mencintai dengan penyatuan keduanya kesekian kalinya.
Mereka pulang jam tiga sore, sebelumnya Faras sudah mengirim pesan kepada Najwa jika ia akan mampir ke kantor ada yang harus di selesaikan. Zahra datang langsung menghampiri Najwa di kamar nya, pertama kalinya Zahra memasuki kamar Najwa setelah menikah beberapa bulan lamanya. sebelumnya Zahra meminta izin kepada Faras ia tak berani jika tidak di izinkan. di sekeliling terdapat foto kebersamaan Faras dan Najwa, foto pernikahan dan Zahra melihat foto mereka bertiga juga di pajang.
" Zahra kamu sudah pulang". Najwa berusaha duduk di bantu oleh Faras.
" iya mba barusan pulang tadi mas Faras mengajak zahra ke kantor dulu".
__ADS_1
" iya mas Faras sudah mberitahu, gimana dengan calon anak kita". Najwa mengusap perut Zahra tiba-tiba terasa ada gerakan di perut Zahra.
" Zahra ia bergerak".Najwa senang merasakan pergerakan di perut Zahra. Faras yang melihatnya tersenyum, Najwa meskipun sakit ia masih bisa tegar dan tersenyum tanpa kebohongan.
" gimana mba Najwa udah baikan, mba jangan lakukan lagi kebohongan. terbukalah dengan kami mba, kita ini satu keluarga mba senang kami juga senang mba sedih kami juga sedih". ucap Zahra menerangkan.
" iya Zahra maafkan mba ya". Zahra pamit ke kamarnya ia ingin bebersih dan ganti pakaian meski tadi sudah mandi di kantor tapi mereka tidak ganti pakaian.
Faras tidak membiarkan Najwa turun ke bawah, Faras mbawakan makan malam Najwa ke atas. Faras menyuapi Najwa terlebih dahulu sebelum ia makan.
" Najwa bisa sendiri mas, mas Faras makan saja bersama yang lain". pinta Najwa menarik piringnya namun fatas mencegahnya.
" habiskan dulu makanannya baru mas turun, mas suapi lalu minum obat". ucap Faras kembali menyuapi Najwa. Najwa tak bisa menolak dengan sikap manis suaminya, Faras memperhatikan nya dengan baik.
Setelah habis Faras membawa piring kotor ke bawah setelah Najwa meminum obatnya. Faras melihat Zahra masih duduk di meja makan sedangkan umi dan abinya sudah berada di ruang keluarga. Zahra senang mendapati suaminya sudah turun ia menyiapkan makanan untuk suaminya.
" sayang sudah makan". tanya Faras lalu duduk.
" belum Zahra menunggu mas, ". ucap Zahra.
" sebaiknya kamu tadi makan dulu jika sudah lapar sayang tak perlu menunggu mas".
" tidak apa-apa mas kita makan ya,". mereka makan bersama ada kepuasan tersendiri bagi mereka bisa makan bersama.
" mas sebaiknya kamu temani Zahra, sebelum Najwa ikut dengan jihan mas sudah ada di kamar ini itu tidak adil namanya mas,".
" kamu sedang sakit sayang tak mungkin aku meninggalkan mu" ucap Faras membenarkan selimut Najwa.
__ADS_1
" Najwa tidak apa-apa mas, sudah mas ke kamar Zahra kasihan Zahra mas" Najwa mendorong suaminya agar pergi. Akhirnya Faras berjalan ke kamar Zahra sebelumnya mengecup kening Najwa.
Zahra masih sibuk merapikan buku-bukunya ia belum tidur, Zahra kaget suaminya masuk tiba-tiba memeluk Zahra dari belakang.
" mas Faras"
" kenapa kamu kaget".
" iya astaghfirullah mas tadi kan izisn ke kamar mba Najwa"
" Najwa memintaku menemani mu memang jatah nya ada di kamar mu sayang". Faras mengecup leher jenjang milik istrinya yang terekspos, Zahra mengikat rambut panjangnya ke atas.
" geli mas". Zahra tertawa, Faras justru menambah aksinya. Zahra memegang perutnya karena terlalu banyak tertawa. Faras berhenti ia tau jika Zahra memegang perutnya, kemudian Faras meletakkan kepalanya di perut Zahra dan mengusap nya.
" anak Soleh umi dan Abi baik-baik ya di sana" Zahra merasa perutnya sudah membaik.
" mas kembalilah ke kamar mba Najwa, mba Najwa sakit ia butuh perhatian dan dukungan mas Faras. Zahra tidak apa-apa jika ada sesuatu Zahra langsung telepon mas". Faras menidurkan kepalanya di pangkuan Zahra, Zahra masih duduk di ranjang.
" kadang aku bingung dengan kedua istriku, tadi ada di kamar Najwa mas di usir untuk ke sini karena memang jatahnya tidur di kamar mu. sekarang di usir lagi di sini". Zahra terkekeh melihat raut wajah Faras terlihat tampak frustasi.
" mas Faras itu sangat adil untuk kami, tapi mas Faras tau kan siapa yang kali jni membutuhkan kehadiran mas di sampingnya. mba Najwa sedang sakit mas ia butuh mas". Faras melihat zahra mendongakkan kepalanya di atas mengecup tangan Zahra dsngan lembut.
" terimakasih kalian sudah perhatian dengan ku dan kamu juga istri yang baik tidak egois mengikhlaskan malam mu. "
" kembalilah ke kamar mba Najwa mas" Faras lalu bangkit ia membaringkan Zahra untuk tidur menyelimuti nya dan mengecup keningnya. Faras pamit untuk kembali ke kamar Najwa, zahra lepas suaminya dsngan senyuman manisnya.
___
__ADS_1
bersambung