
Faras memang berniat untuk menyalurkan ilmunya di pesantren milik kiyai namun saat ini belum bisa ia membagi waktu karena kesibukan nya di kantor. Faras baru saja menjadi CEO pengganti orang tuanya ia masih mempelajari semua tentang perusahaan nya, karena perusahaan Abi nya begitu sangat besar Faras masih berusaha menangkup semuanya.
Faras belum mengatakan kepada Najwa jika lusa ia akan pergi ke Malaysia ada yang harus di urus perusahaan cabang miliknya di sana butuh bos yang datang. sebenarnya Faras sangat ingin mengajak Najwa pergi tapi Faras belum mengatakan kepada Najwa.
Pagi yang cerah matahari nampak bersinar menunjukkan jika ia tersenyum melihat kehidupan di dunia ini. Faras dan Najwa libur ini hari Minggu seperti biasa jika libur mereka lari pagi di sekitar taman dekat rumah. Faras dengan berjalan kaki selalu menggemgam tangan istri nya membuat iri orang yang melihat, banyak lalu lalang orang yang jalan pagi jika hari Minggu gini memang ramai. seperti biasa mereka akan sarapan di tenda hijau milik Mak Ijah yang berjualan lontong sayur kesukaan Faras. awalnya Najwa tak begitu suka namun mengikuti makanan kesukaan suaminya akhirnya Najwa juga ikut makan. Faras menyuapi Najwa, dari awal menikah hingga sekarang kemesraan itu selalu di ciptakan oleh Faras.
" makan yang banyak sayang enak banget lontong sayur nya, di jadwal satu Minggu sekali bisa menghapus rasa rindu sama Mak Ijah" Mak Ijah tersenyum mendengar ucapan Faras. Mak Ijah sudah hafal dengan mereka berdua meskipun makan dengan sama-sama lontong sayur satu piring namun Faras tak meninggalkan momen untuk menyuapi Najwa.
" iya den Faras jika kalian tak ke sini Mak Ijah juga kangen sama kalian, kangen melihat kalian mesra gini. jadi bikin Mak Ijah juga pingin mesra sama mamang". Mak Ijah terkekeh.
" tumben mamang tak ngebantu Mak kemana". tanya Faras menoleh ke kanan kiri tak melihat mamang, biasanya Mak Ijah di bantu oleh suaminya. apalagi hari Minggu gini begitu ramai, saking hafalnya Mak Ijah tempat duduk untuk Faras dan Najwa sudah di persiapkan mojok seperti anak muda.
" ada den tadi bibi lupa bawa plastik untuk bungkus jadi mamang pulang dulu untuk ambil, kasihan mereka yang ingin makan di bungkus bawa pulang." Mak Ijah tak hanya menjual lontong sayur saja, namun banyak menu ada nasi uduk, ayam geprek dan yang lainnya. Mak Ijah hanya jualan pagi saja namun sudah banyak pelanggan nya, suaminya yang selalu membantu berjualan.
" oh kirain kemana Mak si mamang, kalau tak ada mamang pasti Mak Ijah kerepotan". ucap Faras sembari menyuapkan makanan nya ke Najwa.
" itu yang paling di tunggu den bagi penjual seperti Mak Ijah, di repotkan berarti tandanya Mak Ijah kelarisan den". Mak Ijah kembali terkekeh ia sudah begitu akrab dengan Faras sejak dulu Faras belum punya istri jika pulang dari turki pun Faras merindukan Mak Ijah lontong sayur kesukaannya.
" semoga Mak Ijah dan mamang sehat terus dagangannya juga laris". ucap Faras sembari makan.
" aamin den trimakasih, semoga den Faras pernikahannya langgeng dan cepat dapet momongan". Faras menggenggam jemari tangan Najwa, bila ada yang katakan soal momongan. Faras tak ingin membuat Najwa sedih, Najwa sudah terbiasa tak hanya satu dua orang yang mengatakan tentang momongan. Najwa kuat karena Faras selalu menguatkannya tak ada yang berubah sedikit cinta Faras terhadap Najwa.
__ADS_1
" di habiskan sayang terus kita pulang ya" Faras mengusap kepala Najwa.
Setelah selesai makan dan membayar Faras dan najwa pulang. Ketika berjalan di sekitar taman menuju pulang ada bola yang ke arah mereka, di lihatnya anak kecil lari untuk mengambil bola itu. Faras menangkap bolanya dengan pelan ia memberikan kepada anak kecil berumur sekitar lima tahun. Faras tersenyum manis anak kecil yang bernama Zayn pun membalas senyuman Faras.
" zayn jangan lempar jauh bolanya nak" seorang ibu-ibu seumuran Faras memanggil Zayn berlari kecil menghampiri Zayn.
" iya mama maaf Zayn kelepasan, bolanya berlari". Faras seketika melihat perempuan itu seperti nya ia mengenalnya, ya betul itu teman faras saat SMA.
" Zaskia benarkah kamu". wanita itu mendongakkan ke arah Faras, wanita itu tersenyum dia mengenal Faras.
" Hay Faras kamu masih mengingat ku" tanya Zaskia menoleh ke arah Faras juga Najwa.
" tentu kita berteman satu sekolahan".
" kenalkan Zaskia ini istriku Najwa" Najwa tersenyum senang ia mendapat teman baru.
" aku Zaskia teman faras, kami dulu satu sekolahan". Zaskia menggantungkan tangannya. di raihnya tangan Zaskia oleh Najwa.
" saya Najwa istri mas Faras."
" ayo kita ngobrol sebentar Faras sudah lama kita tak bertemu, kebetulan sekali aku senang bisa bertemu dengan mu". Faras menoleh ke arah Najwa meminta persetujuan nya. Najwa tersenyum manis dan mengangguk mengiyakan. mereka akhirnya mencari tempat duduk di taman.
__ADS_1
" Zaskia bagaimana dengan pendidikan mu sudah selesai ambil jurusan dokter apa". tanya Faras.
" aku sekarang menjadi dokter spesialis kandungan bekerja di rumah sakit sehat abadi". ucap Zaskia kemudian.
" Zayn anakmu atau..." Faras penasaran saja.
" iya dia anakku Faras, aku menikah sebelum aku lulus kuliah". Zaskia terkekeh.
" maaf aku tak tau kabar darimu mungkin saat itu aku masih ada di Turki" Najwa bermain bersama Zayn ia sangat menikmati Zayn terlihat begitu lucu.
" ya aku tau jika kamu di turki, kalian sudah punya anak?" tanya Zaskia kemudian.
" belum hampir dua tahun pernikahan kami dan belum di karuniai seorang anak."
" oh sorry Faras aku tak bermaksud..." faras memotong ucapan Zaskia.
" tidak apa-apa Zaskia santai saja kami tak akan tersinggung, aku sudah terbiasa dengan ucapan ini. adanya anak atau tidak di antara kami itu bukan penghalang kami untuk menjalankan hubungan". jelas Faras.
" good Faras memang lelaki harus bersikap seperti itu, tak ada yang minta jika kita tidak bisa memiliki anak semua atas kehendak Nya. hal seperti ini perempuan selalu yang mendapat celaan. tapi aku lihat kamu sangat mencintai istrimu". Zaskia melihat ke arah Najwa yang sedang bermain dengan Zayn.
" yah aku sangat mencintai nya, tak mungkin aku membuat nya sedih Zaskia". bola itu terlalu jauh melambung tiba mengenai kaki Faras, Faras berdiri lalu mengajak Zayn bermain. Najwa kemudian duduk melihat pemandangan Faras yang sangat senang bermain dengan Zayn. Zaskia pun sedih melihat Najwa ia juga perempuan pasti begitu rasanya apalagi ia seorang dokter, banyak pasien yang curhat jika pernikahannya bertahun-tahun belum juga mempunyai anak. mungkin begitulah rasanya menjadi Najwa , ada beban dalam pikirannya.
__ADS_1
_____
bersambung