Rahim Untuk Suamiku

Rahim Untuk Suamiku
menjemput zahra


__ADS_3

Zahra tertidur lagi setelah subuh rasanya ia lelah sekali, mbuat dirinya terasa lemah. Zahra mengerjapkan matanya ia bangun serasa penuh dadanya, asinya penuh ia harus memompanya dan meminta adiknya untuk mengantar kan ke rumah Faras. Zahra tidak sadar kini sudah jam sepuluh pagi ia mencoba mencari alat sedot asi nya ternyata Zahra tak menemukannya, ia lupa di mana di taruhnya alat itu. Zahra keluar kamar di dapati nya Faras dan Najwa di ruang tamu. Zahra merutuki kebodohannya seharusnya asi ia antarkan dari tadi pagi, pasti Rafa kehausan stok asi hanya beberapa botol saja semalam. Zahra masuk lagi ia tak ingin bertemu dengan keduanya.


" maafkan Zahra ya nak, umi minta maaf". ucap umi Zahra.


" tidak umi, Zahra tidak salah mungkin ia sedikit tertekan".


" kalian lebih tau langkah apa yang akan kalian ambil, umi hanya bisa menasehati Zahra sebisa mungkin"


" iya umi kita mau bertemu Zahra". ucap Najwa. umi menunjukkan kamar Zahra di atas, Najwa membawa Rafa dalam gendongannya dan Faras berjalan di belakang Najwa.


" Zahra ini mba, Zahra mba mau ngomong bisa minta tolong bukakan pintu". tak ada jawaban Zahra tak mau menjawab nya, ia malah menangis mendengar suara Najwa.


" Zahra, mas dan Najwa mau bicara ". ucap Faras menimpali.


" lihatlah Rafa kelaparan bahkan kamu tak mengirimkan asi untuk nya" ucap Najwa, Zahra tetap membungkam mulutnya ia menangis.


" mba minta maaf jika mba salah Zahra, Rafa anak kita bukan anak mba sama mas Faras saja. kita besarkan Rafa bersama-sama, Zahra mba minta maaf".


" mas minta maaf Zahra jika selama ini tak bisa memperlakukan mu dengan baik". najwa mengusap lengan Faras.


" Zahra jika kamu tak ingin bersama lagi dengan kita katakan sama mba jangan begini, jika kamu tak mau kembali dengan mas Faras mba juga akan meninggalkan mas Faras". Faras terkejut dengan ucapan Najwa, apakah ia akan kehilangan keduanya. keduanya sama-sama Faras cintai.


Najwa menggeleng tetap tak ada jawaban, Faras menghembus nafas kasar lesu.


" ya sudah hari ini mba akan pengadilan membuat surat perceraian mu dan mba dengan mas Faras"


" sayang jangan, kenapa kamu katakan begitu". bisik Faras, namun Najwa meminta Faras untuk tenang. Rafa gelisah ia mulai lapar lagi, asinya benar-benar habis yang di bawa Najwa.


"oeeekkkk".


Rafa menangis dalam gendongan Najwa semakin lama semakin keras.


" Rafa lapar Zahra apa kamu tidak kasian, dengarlah suara tangisnya setidaknya demi Rafa". tetap Zahra hanya menutup mulutnya menahan tangis.


" Rafa Rafa..." Najwa mengencangkan memanggil suara Rafa dalam keadaan Rafa terus menangis.

__ADS_1


" Zahra keluar lah lihat Rafa kamu benar-benar tak mau menyentuhnya, Zahra ". panggil faras ia sedikit emosi tak tahan melihat Rafa menangis kencang.


Zahra juga tak tahan mendengar Rafa menangis ia berlari membuka pintunya, matanya yang sembab langsung meraih Rafa di ciuminya anaknya itu kemudian ia menyusui Rafa baru Rafa bisa terdiam. Najwa terus mengusap lengan Faras agar tenang, membiarkan Zahra menyusui Rafa.


Rafa tertidur kembali di letakkan nya Rafa di atas ranjang milik Zahra, ia menciumi Rafa dengan pelan.


" Zahra kami ingin bicara". Zahra diam ia menunduk tak ingin melihat keduanya karena wajahnya sembab dan penampilan nya masih acak-acakan.


" Zahra kami ingin kamu pulang kita rawat Rafa bersama, ia masih membutuhkan mu Zahra" ucap Najwa, Zahra menggeleng.


" aku akan gila jika kalian semua meninggalkan ku, Zahra ayo kita pulang". Faras merayu Zahra, lalu Zahra terisak di peluk oleh Najwa.


" katakan pada mba ada apa, ayo kita pulang kasihan Rafa".


" Zahra ingin mba bahagia bersama mas Faras juga Rafa".


" mba tidak akan bahagia jika tanpamu Zahra". ucap najwa.


" mba akan meninggalkan mas Faras jika kamu juga meninggalkan mas Faras". ucap Najwa.


" jangan mba, mas Faras milik mba Najwa".


" Zahra mungkin pertemuan kita karena paksaan, mungkin kehadiran Rafa juga karena paksaan, tapi cinta yang tumbuh di sini bukan karena paksaan". Faras menunjuk ke arah hatinya.


" Mas tidak tau kapan itu hadir, tak ada yang bisa menggantikan kalian berdua di dalam hati ini meski kini terbagi lagi dengan adanya Rafa anak kita. Kini disini ada Najwa, Zahra juga Rafa yang tak akan pernah pergi dan tak tergantikan". ucap Faras namun Zahra justru menangis, Najwa tau jika suaminya juga mencintai Zahra. Najwa memeluk Zahra.


" akan mas korbankan apapun untuk kalian semua".


" meski harus membersihkan Rafa jika pup setiap hari".


" iya apapun". Najwa membuat suasana agar tidak tegang dan Zahra bisa tersenyum.


" Zahra tak ingin mba Najwa tersakiti". Isak tangis Zahra pecah lagi.


" tidak mba sudah berusaha ikhlas untuk beberapa hari ini, mba ikhlas mba tidak akan pernah tersakiti maafkan mba sudah cemburu padamu. cemburu itu tandanya cinta dan sayang Zahra dan itu wajar karena aku mencintai kalian berdua." Najwa datang ke rumah sakit untuk melihat cctv, setelah kehadiran Rafa sikap Zahra berbeda ia lebih banyak diam. Najwa menyelidiki ternyata Zahra datang saat ia berbicara dengan Jihan.

__ADS_1


" maafkan Zahra mba".


" kita pulang ya kita rawat Rafa sama-sama". Faras kemudian memeluk kedua istri nya Zahra justru tambah terisak.


" oeeekkkk"


Rafa menagis lagi.


" sepertinya ia juga ingin kita peluk". Zahra terkekeh akhirnya ia bisa tertawa, Zahra mengambil Rafa ia susui kembali.


Najwa dan Faras merasa lega kini Zahra sudah terbuka hatinya untuk menerima mereka kembali.


" setelah ini kita pulang ya"


" Zahra masih ingin di sini". ucap Zahra.


" baiklah tak apa kita juga masih ingin di sini" ucap Najwa membuat Zahra terkejut.


" jangan mba, mba dan mas Faras pulang saja di sini tak ada kamar lagi".


" kita akan tidur bersama di sini, biar mas Faras tidur di sofa" faras mendelik kali ini ia yang akan tidur sendirian di sofa. Najwa terkekeh Zahra tersenyum.


" baiklah mas akan tidur di sofa semua ini demi kalian". Najwa terkekeh.


Umi membawa kan makanan untuk zahra dari semalam Zahra tak mengisi perutnya dengan makan. aslinya mungkin tak sebanyak kemarin.


" kamu belum makan" tanya Faras.


" dari semalam Zahra tidak makan" ucap umi.


" maafkan mba Zahra semua karena mba". ucap Najwa meraih piring di tangan umi.


" tidak mba semua karena Zahra". Zahra menarik piringnya namun di cegah oleh Najwa.


" mba suapi, kamu harus habiskan biar asi mu banyak kasihan Rafa". akhirnya Zahra di suapi oleh najwa hingga habis, Faras asyik menunggui Rafa yang kadang-kadang menggeliat.

__ADS_1


___


bersambung


__ADS_2