
Ibunya sudah siap untuk berjualan sore ini Zahra pun sudah mandi untuk ikut membantu ibunya namun tak biasanya ia diam seribu bahasa membuat ibunya heran. Mungkin belum saatnya bertanya karena waktu sudah menunjukkan jika harus ke tempat berjualan yang pasti langganan nya banyak yang sudah menunggu.
" mba beli 25.000 rasa keju saja." Kiran melamun ia diam tatapan nya kosong.
" mba..mba..."
" eh iya gimana bu mau rasa apa". Zahra tersenyum seperti biasa melayani pembeli dengan ramah. ibu yang melihatnya heran kali ini Zahra melamun.
" 25.000 rasa keju mba". Zahra mengangguk ia meletakkan ke wadah nya...
" ada apa Zahra umi lihat sejak tadi kamu melamun saja". Zahra hanya menyunggingkan senyumnya.
" tidak apa-apa umi hanya ingat ujian tadi saja, kira-kira Zahra lulus tidak ya mi". bohong zahra.
" insyaAlloh lulus kan kamu sudah maksimal dalam belajar." Zahra tersenyum lagi ia kembali melayani pembeli
Namun ibunya yakin Zahra tak memikirkan itu ada hal lain yang membuatnya melamun.
Dagangan habis selepas isya lumayan laris, Zahra pulang bersama ibunya dengan menuntun sepeda. sudah biasa mereka lakukan hal itu, Zahra pun tidak malu membantu ibunya berjualan. Sesampainya di rumah Zahra langsung masuk ke kamar, ibunya berfikir pasti ada yang tidak beres dengan anaknya itu.
" kenapa mi, sejak tadi melihat ke arah kamar Zahra". ucap Abi.
" Zahra hari ini beda bi ia melamun saat ikut umii berjualan tak fokus sama sekali, sepertinya ada hal penting yang ia pikirkan tak biasanya Zahra begitu". ucap umi kepada suaminya.
" Coba umi tanyakan baik-baik ya, apa yang membuat nya murung hari ini. lebih baik kita tau apapun meski terpait yang zahra pikirkan." ucap Abi, selama ini Zahra tak pernah begitu ia anak periang selalu menguatkan keluarga ini.
" Zahra...". umi masuk mendekati Zahra yang sedang berbaring.
" iya mi ada apa". umi lalu mengusap kepala Zahra.
__ADS_1
" ceritakan sama umi sebenarnya ada apa nak sejak tadi umi liat kamu murung". Zahra kemudian duduk.
" tidak apa-apa mi". elak Zahra.
" umi yang mengandung mu juga melahirkan mu pasti umi tau jika kamu sedang ada yang dipikirkan. bicaralah sama umi jangan kamu pendam sendiri tak baik apalagi kamu anak gadis nak". Zahra bingung antara dia akan cerita atau tidak. Di balik pintu abinya mendengar kan apa yang umi katakan pada Zahra .
" Zahra boleh tanya mi" uminya mengangguk.
" Apa yang membuat seseorang melakukan poligami mi". uminya mengerutkan keningnya pertanyaan anaknya tak sesuai dengan apa yang ia harapkan. jauh melenceng belum menikah sudah bertanya tentang poligami namun uminya berfikir positif.
" poligami itu memang di perbolehkan nak, ada batas tertentu dalam Islam laki-laki boleh menikahi empat wanita. Hukum Islam tidak menganjurkan secara mutlak juga tidak melarang secara mutlak. Poligami itu harus atas persetujuan dari istri pertama nya, agar tidak terjadi hal-hal yang tidak di inginkan. adapun perbedaan ulama yang melarang poligami kecuali terpaksa, adanya rukhsah ( keringanan ) laki-laki itu terpaksa menikahi wanita karena misal istri pertama sudah tidak bisa melayani biologisnya lagi daripada ia berbuat zina lebih baik menikah. atau istri pertama yang menyuruhnya berpoligami atas alasan tertentu. " terang umi.
" jadi boleh ya mi ". ..
" kenapa kamu tanya seperti itu hmm.." umi kembali mengusap kepala Zahra.
" maaf mi, ibu Najwa meminta Zahra mau menikah dengan suami Bu Najwa. ibu Najwa ingin suaminya mempunyai anak dari darah daging suaminya. Zahra bingung mi dengan permintaan ibu Najwa, dan selama ini bu Najwa selalu membantu kehidupan keluarga kita. Zahra tak sanggup untuk menolaknya.". umi terdiam ia juga bingung. Abi nya di luar menitikkan air mata, semua karena dirinya keluarganya harus menanggung beban ini.
" Zahra tau mi, ibu Najwa orang yang sangat baik ia tak membahas soal pertolongan nya kepada kita. ibu Najwa tak mau jika kita kembalikan semuanya meski Zahra menolak keinginan nya mi. ". umi justru menitikkan air mata.
" maafkan umi nak".
" tak ada yang perlu di maafkan mi Allah memberikan ujian kepada kita pasti ada hikmah dari semuanya" .
" kamu pikirkanlah jangan di paksakan umi tak mau jika kamu harus menderita menjadi istri kedua itu tak seindah yang kita bayangkan". terang umi ia lalu meninggalkan Zahra, umi berhenti di depan pintu Zahra saat melihat Abi yang juga menangis. Di dorong nya kursi abi untuk masuk ke dalam kamar.
" semua ini gara-gara Abi mi". ucap Abi dengan derai air mata.
" tidak Abi semua ini takdir pasti akan ada hikmah seperti yang Zahra katakan tadi".
__ADS_1
" maaf kan Abi mi, karena Abi kalian menanggung semua beban Abi ini". umi lalu merangkul Abi untuk menguatkan Abi.
Zahra di dalam kamarnya masih berfikir tentang hal yang mengusiknya itu. Hingga ia tiba-tiba terlelap. Sewaktu tidur Zahra bermimpi jika Najwa meminta tolong kepada Zahra, seolah-olah Najwa akan tenggelam.
" tolong Zahra tolong...tolong..." Najwa tangannya melambai-lambai meminta tolong Zahra. Dan seketika itu Zahra terbangun keringatnya bercucuran.
" Bu Najwa..." Zahra terbangun.
" astaghfirullah ..." Zahra mengelus dadanya ia langsung ke kamar mandi untuk berwudhu melaksanakan shalat malam.
Zahra memohon petunjuk dari Allah apa yang harus ia lakukan. ia juga melakukan istigharah karena takut jika keputusan nya bukanlah yang terbaik menurut Allah.
Setelahnya ia tilawah hingga subuh takut untuk tidur lagi, takut dengan mimpi yang sama.
Di tempat lain Najwa juga berdoa meminta petunjuk Allah jika keputusan yang di ambil itu benar. Faras terbangun melihat istrinya yang shalat dan sednag berdoa, biasanya Najwa juga membangun kan Faras untuk shalat bersama tapi kali ini tidak.
Faras langsung ke kamar mandi untuk bebersih dan wudhu untuk shalat malam.
" kenapa tak bangunkan mas sayang". tanya Faras.
" tadi mas tidurnya nyenyak ". Najwa tersenyum.
" tak apa bangunkan mas saja jika sudah waktunya, rugi sekali jika sampai tak sholat malam sedangkan kita masih mampu jika selesai nanti bisa tidur lagi". terang Faras.
kemudian Faras melakukan shalat malam Najwa melanjutkan tilawah nya. Setelah selesai Faras tilawah hingga subuh, saat melihat waktu sudah menunjukkan pukul subuh Faras bergegas bersiap untuk ke masjid"
____
bersambung
__ADS_1
maaf pembaca jika tulisan tentang poligami itu tak sesuai. pengetahuan othor sampai di situ, juga othor baca di google saja keterangannya. mohon maaf jika salah di ingatkan.