
Faras mengangkat tubuh Najwa ia baringkan ke ranjang, dilipatnya tangan Najwa seperti orang sholat di benarkanya mata itu tertutup rapat dengan sempurna. sedangkan zahra ia masih tak percaya dengan apa yang terjadi bahkan Najwa meninggal jatuh di pangkuan nya. Zahra masih termangu tergugu menangis hebat di lantai. Faras memeluk Zahra berharap jika Zahra bisa tenang, Zahra pasti syok sama seperti dirinya. Najwa adalah cinta pertama bagi Faras, istri pertama dan yang paling utama bagi Faras. Ia bisa mengolah emosinya karena dr Arif sudah mengatakan jika Najwa tak akan lama bisa bertahan lagi. dan hari yang sangat Faras takutkan kini benar-benar terjadi.
Bilal menghubungi semua keluarga nya, Faras tak akan kuat untuk memberi tau semua keluarganya terutama keluarga kiyai Umar orang tua Najwa.
" mas katakan pada Zahra ini tidak benar mas, mba Najwa bangun mba." Faras terus menahan Zahra agar ia tak berlari ke arah Najwa yang sudah menjadi jenazah itu.
" sayang tenanglah tenang, istighfar sayang". Faras masih dalam posisi yang sama menenangkan Zahra.
" Najwa sudah tak merasakan sakitnya lagi sayang, ia sudah sembuh. Najwa akan lebih tenang dan bahagia di surganya Allah." Zahra menjerit keras ia menangis, seperti mimpi baginya. ia tak pernah mengharapkan hal ini terjadi. bahkan zahra siap berkorban segalanya untuk Najwa, tapi tak ada yang bisa ia lakukan. Penyakit yang Najwa derita tak akan bisa di gantikan oleh Zahra.
Semua keluarga sudah berkumpul melihat jenazah Najwa yang sudah terbaring di atas ranjang. tak ada yang tak menangis namun mereka tak sehisteris Zahra, mereka tau jika Najwa sakit dan inilah hal yang buruk yang harus mereka terima. semua menenangkan Zahra yang sudah tak berdaya, ia sangat lemas menerima kenyataan yang terjadi.
" nak tenang, Najwa sudah bahagia di sana. biarkanlah Najwa berjalan dengan sempurna tanpa ada tangis dari kita. Zahra, dalam kehidupan nak seperti ini akan terjadi tak hanya diri Najwa kita semua suatu saat akan menyusul Najwa nak. berhentilah menangis agar Najwa juga tenang meninggalkan kita, kamu adalah ibu dari kedua anakmu kamu harus lebih kuat demi mereka. baba yakin itu yang Najwa mau nak dari diri kalian, ia ingin melihat kalian bahagia. rawat kedua anakmu dengan baik." ucap baba sembari mengusap kepala Zahra untuk mendoakan nya agar Zahra lebih tenang.
Sekelebat Zahra teringat oleh kedua anaknya, anak yang masih membutuhkan kasih sayang dari nya dan suaminya. Zahra terdiam ia berjalan menuju mobil di papah oleh Faras dan umi.
__ADS_1
jenazah akan di bawa pulang ke rumah Faras, mereka akan memandikannya di sana. dan jenazah akan di semayamkan di makam keluarga kiyai Umar di dekat pesantren itu atas permintaan Najwa sebelumnya, yang hanya ia katakan pada babanya dua hari sebelum ia melahirkan.
Tubuh Faras gemetar namun ia berusaha untuk kuat ini terakhir kalinya ia akan menyentuh Najwa istrinya. Faras memandikan jenazah Najwa di tuntun oleh kiyai Umar ayah mertuanya.
" jangan menangis di hadapan jenazahnya nak, itu akan sangat menyakitkan untuk Najwa. ikhlaskan dalam hatimu ia kini sudah tak merasa sakit lagi, Najwa sudah tenang". ucap baba. Faras menyiramkan air ke jenazah Najwa, wajahnya terlihat bersih seperti tersenyum. Zahra tak kuat ia tak jadi masuk untuk ikut memandikan Zahra seketika lemas tubuhnya tak bisa berjalan melihat jenazah Najwa.
Jenazah sudah selesai proses mandi dan di Kafani, kini semua mendoakan jenazah dan akan di bawa ke pemakaman. Faras menuntun Zahra agar ia melihat Najwa untuk terakhir kalinya.
" jangan menangis di hadapan jenazah Najwa sayang, ini terakhir kalinya kamu akan melihatnya sebelum ia di makam kan". ucap Faras menuntun Zahra. dada Zahra sesak ia menahan yang akan tumpah ruah.
" Berikan salam terakhir mu kepada umi Najwa sayang, umi akan pergi ke surga. Rafa tak boleh nakal Rafa jaga adik fathan ya". nasihat baba. Rafa tersenyum ia mencium jenazah Najwa untuk terakhir kalinya. Dada Faras dan Zahra semakin sesak, Rafa lebih dekat dengan Najwa daripada Zahra ibu kandungnya.
" umi ke surga." suara kecil yang masih terbata-bata itu terucap. kiyai Umar yang menggendong Rafa mengangguk.
" iya sayang umi duluan ke surganya".
__ADS_1
" assalamu'alaikum umi wa". ucap Rafa membuat semua menitikkan air mata kembali, hanya Rafa yang tersenyum melepas kepergian Najwa. yang ia tau uminya masih tidur seperti biasanya.
Pesantren berduka seluruh santri ikut menyolatkan dan mendoakan jenazah Najwa, dalam hidup nya Najwa tak pernah punya catatan buruk. ia sebagai guru yang sangat baik menyayangi semua murid nya, dan sebagai istri ia juga begitu baik apalagi sebagai madu ia sangat baik kepada Zahra.
Faras turun di dalam liang kubur ia yang mengadzani jenazah istrinya ia juga yang menimbun tanah untuk istri tercintanya. Zahra menahan sesak ia di perbolehkan ikut untuk mengantar jenazah Najwa asal ia tak menangis lagi. Semua sudah pulang tinggal Faras dan Najwa yang ada di atas makam Najwa.
" mba, Zahra akan jaga Rafa dan Fathan seperti yang mba mau. Zahra akan didik mereka dengan sangat baik, izinkan Zahra dan mas Faras untuk bersama mendidik anak-anak kita menjadi anak Solih mba bisa mendoakan mba seperti impian mba". Faras merangkul pundak Zahra.
" kami pamit Najwa, jalanmu akan terang menuju Rabb mu. Kami ikhlas melepas kepergian mu, berjalanlah dengan tenang." Faras senyum yang memaksa juga Zahra, kemudian keduanya pulang meninggalkan makam Najwa yang masih basah di taburi dengan begitu banyak bunga.
Sudah keluar dari halaman pemakaman mereka lalu masuk mobil yang di setir oleh Bilal. Faras memeluk Zahra dengan erat, ia tau jika Zahra sudah tak tahan menahan tangisnya. Bilal kemudian melajukan mobilnya dengan sangat pelan mereka pulang ke rumah Faras.
Fathan tak rewel sama sekali ia tenang bersama suster. Sesampainya di rumah, Zahra berlari mencari keberadaan Fathan ia gendong dan peluk Fathan. Fathan menggeliat ia terbangun merasakan ada tubuh yang menggendong nya.
" Umi akan jaga kamu nak, kamu anak hebat sayang Fathan anak kuat". Faras datang ia kembali memeluk Zahra, agar Zahra mempunyai kekuatan pada dirinya. Faras juga ingin kuat demi Zahra dan anak-anaknya. Najwa meninggalkan harta yang sangat berharga bagi Faras, yaitu Fathan seperti yang Najwa inginkan sebelumnya. ia mau punya anak meski ia tak bisa mengobati sakitnya, ia mau jika ia tiada ada anak Soleh yang selalu mengirimkan doa untuknya. Najwa percaya kepada Zahra bahwa ia akan menjadikan Fathan menjadi anak yang Soleh.
__ADS_1
_____