Rahim Untuk Suamiku

Rahim Untuk Suamiku
bersyukur dengan kedua istri


__ADS_3

hampir dua jam Zayn bermain bersama Faras membuat nya tidak lelah karena ayah Zayn ke luar kota untuk urusan bisnisnya. Zayn sejak dulu tidak mau bermain dengan orang seusianya.


" kita pamit ya Rafa lain kali Abang Zayn akan main kesini lagi". ucap Zaskia.


" okey besok adik Rafa sudah harus bisa bermain mobilan sama Zayn". semuanya geleng-geleng kepala mendengar kan Zayn yang terus mengoceh.


Zayn pulang dia mengecup Rafa pamit dengan semuanya.


***


Malam ini Faras akan tidur di kamar Zahra, sebelumnya Zahra ke kamar Najwa dulu untuk menidurkan Rafa tak lupa juga ia memeras ASI nya agar saat bangun Najwa dengan mudah memberikan asi tanpa harus membangunkan Zahra. Rafa sudah tenang ia sudah terbiasa dengan dunia nya merasakan dua sosok ibu.


Faras sudah menunggu Zahra di kamarnya ia membaca buku sebelum Zahra kembali ke kamar. Zahra berganti pakaian tidur dengan piyama yang sedikit terbuka kesukaan suaminya hadiah dari Faras, Faras saat itu membelikan istri-istrinya. Zahra menyender kan kepala nya di bahu suaminya yang sednag membaca, di letakkan buku itu oleh Faras kemudian ia mencium kening Zahra.


" Rafa sudah tidur sayang". Zahra mengangguk tanpa berbicara.


" lusa mas dan Najwa akan pergi ke Singapura "


" ada apa mas," tanya Zahra penasaran sebelum nya belum ada percakapan.


" kita akan berobat ke sana untuk penyakit Najwa, dan itu saran dr Arif agar ke Singapura". ucap Faras sembari menyingkirkan anak rambut Zahra yang menutupi mata.


" iya mas Alhamdulillah semoga mba Najwa lekas bisa sembuh". ucap Zahra senang.


" mas juga berharap demikian sayang, Najwa sudah lama menyembunyikan penyakitnya tanpa mas ketahui. mas memang benar-benar laki-laki tak perhatian dengan istri sendiri." Faras menyalahkan dirinya rasanya mentalnya jatuh gegara dikibuli pembaca.


" ngga mas bukan begitu, mba Najwa punya alasan sendiri ia menyimpan rapat-rapat. dan Zahra yakin mas tetap suami yang terbaik bukan maksud mas tak memperhatikan mba Najwa tapi memang begini jalan cerita yang di buat penulis". Faras melihat ke arah Zahra ia manggut-manggut.


" jadi kita ngikut saja jalan cerita nya kemana akan berakhir".

__ADS_1


" ya itu yang terbaik".


" mas kenapa tak sebaiknya membiarkan Zahra pergi saja, Zahra ingin mas dan mba Najwa bahagia".


" kenapa kamu bicara seperti itu lagi sayang, kalian semua adalah hidupku aku sudah berjanji di hadapan Allah jika aku harus menjaga kalian hingga akhir hayat ku dan Najwa sudah terima dengan ikhlas keadaan kita ini. dari awal memang ia yamg memintanya. berbagi meski sulit tapi pasti ada jalannya sayang selagi kamu juga membantu mas.". Faras merasa sedih jika Zahra membicarakan tentang perpisahan. Faras ingin tetap semuanya berjalan dengan semestinya.


" Astaghfirullah mas kenapa dengan Zahra, Zahra merasa bersalah saat Zahra tidur sama mas seperti ini sedangkan membiarkan mba Najwa sendirian di sana".


" sekarang ia tidak sendirian sayang tapi bersama Rafa anaknya, dan hal yang sama tiga hari kemudian untukmu. Bersabar dan ikhlas sayang insyaAlloh semuanya akan berpahala. mas juga tidak tau jika kehidupan mas akan begini memiliki dua istri tapi mas bahagia kedua istri mas saliha". faras lalu memeluk Zahra erat, Zahra membenarkan posisi nya agar nyaman. hatinya dan bibirnya tak sama seperti Munafik ia mencintai suaminya tapi tak tega melihat Najwa dan ingin mengakhiri semuanya mengembalikan Faras pada Najwa.


" mas jangan pernah sakiti mba Najwa ya".


" demi Allah sayang seumur hidup mas tidak ingin menyakiti Najwa juga dirimu, mas sangat menyayangi kalian".


" Zahra mau mas memprioritaskan mba Najwa, dukung mba Najwa mas supaya ia semangat melakukan pengobatan dan lekas sembuh". ucap Zahra.


" ya Allah terima kasih lewat Najwa kamu memberikan satu istri lagi yang sangat saliha untuk ku". Faras menciumi Zahra. dulu bayangan Faras memiliki dua istri sangatlah rumit dan pasti akan ada konflik serta baku hantam antar kedua istri nya seperti yang ia lihat berita acara di televisi. Faras tak suka menonton televisi tapi karena ingin kekeluargaan tetap harmonis sehabis makan malam mereka berkumpul di depan televisi.


" Alhamdulillah sayang semoga kita nanti bisa berjalan di surga bersama".


" aamiin mas".


" yuk tidur sudah malam besok kamu kuliahkan".


" iya mas, mas malam ini tidak akan pakai Zahra...". Faras tersenyum ia senang kedua istri nya selalu menanyakan perihal itu sebelum tidur. meski mereka serasa lelah tapi tetap melayani suaminya dengan baik, namun Faras tau semenjak adanya Rafa tidur Zahra berkurang. Faras mengurangi volume beribadah dengan istrinya ia kasihan dengan Zahra.


" apa kamu menginginkan nya, mas lihat kamu lelah. tidurlah sayang simpan energinya esok Rafa juga berhak atas dirimu". Zahra tersenyum ia merasa malu. Faras kembali memeluk Zahra lalu melantunkan shalawat agar Zahra lekas tertidur.


Keesokan harinya Zahra sudah bersiap untuk ke kampus, hari ini Rafa akan di ajak oleh Najwa ke rumah orang tua nya. Najwa hanya akan ke madrasah sebentar, setelah menurunkan Najwa Faras dan Zahra pamit.

__ADS_1


" cucu nenek MasyaAlloh lucunya". Najwa meletakkan Rafa di kereta dorong milik Rafa.


" nak bagaimana kalian ". tanya umma .


" maksud umma apa, ".


" setelah kemarin umma khawatir padamu".


" umma jangan khawatir Najwa di kelilingi orang yang baik-baik. mas Faras selalu adil umma dan Zahra ia tak pernah meminta apapun. Alhamdulillah umma pilihan Najwa tidak salah, Zahra adalah madu yang paling baik.".


" syukurlah nak, terus bagaimana dengan sakitmu". tanya umma penasaran.


" lusa Najwa akan ke Singapura umma, doakan Najwa ya umma". umma tersenyum mengusap kepala anaknya.


" iya sayang kamu harus punya keyakinan untuk sembuh, yang penting ikhtiar urusan hasil kita serahkan kepada Allah SWT". Najwa mengangguk ia merasa bersemangat.


" iya umma Najwa akan terus berusaha untuk sembuh, jika memang Allah akan memanggil Najwa. Najwa sudah tenang mas Faras sudah ada Zahra dan juga Rafa di sisinya, Najwa bahagia umma". umma menahan air matanya.


" iya sayang semua akan baik-baik saja". Najwa tersenyum.


" titip Rafa sebentar ya umma Najwa mau ke madrasah ".


" iya sayang sama neneknya kok di titipin biarkan ia tidur umma akan jaga Rafa ia cucu umma". Najwa tersenyum kemudian ia berangkat ke madrasah menggunakan motor nya.


Rafa sangat pintar ia tidak menangis ketika di tinggal oleh kedua ibunya, hanya bangun saat haus dan pempers nya penuh.


" sayang nanti pulang nya langsung ke rumah umma ya Rafa di sana, biar di jemput sama supir kantor. mas agak sibuk hari ini kemarin mas tidak masuk dan ada beberapa meeting untuk hari ini".


" iya mas". Zahra Salim kemudian masuk kampus dan Faras melajukan mobilnya ke kantor.

__ADS_1


___


bersambung


__ADS_2