
Najwa mendatangkan make up terbaik untuk Zahra, Zahra hanya menginginkan make up natural saja. ia tidak mau di beri make up tebal, namun Zahra sudah cantik walaupun tak ber make up alhasil kecantikan nya sungguh sangat terpancar dalam diri Zahra. Faras hari itu sangat malas sekali untuk bangun, ia ingin tidur seakan hari itu tidak akan pernah terjadi. Namun Najwa membangun kan suaminya, ia siapkan air juga pakaian yang akan di kenakan untuk ijab kabul nanti.
" mas sudah siang ayo cepetan nanti penghulu kelamaan menunggu". Faras menggeliat malas di tariknya oleh Najwa ia dorong hingga masuk kamar mandi.
" masih pagi sayang kita tidur lagi yuk". Faras memeluk Najwa malas untuk membuka matanya.
" mas ayolah ini hari yang paling di tunggu sama pengantin".
" aku mau hari ini tidak akan pernah terjadi sayang". Faras masih terus bergelayut manja dengan Najwa.
" mas ayolah jika mas masih ingin Najwa terus menemani mas". Faras langsung membuka matanya, ternyata Najwa benar-tidaknya serius dengan ucapannya.
Faras menggunakan baju putih baju pengantin yang di pilihkan Najwa, karena Faras tak mau sama sekali memilihnya. Najwa mendandani suaminya layaknya sang kakak mendandani adik laki-laki nya yang akan menikah. Faras terus menatap wajah Najwa di lihatnya lekat-lekat begitu dalam, senyum Najwa masih sama manis seperti awal ia bertemu. Kini Najwa juga memakai baju yang sama seperti Zahra tetap cantik hanya terlihat lebih kurus saja.
" Sayang sebelum semua terjadi apa kamu tidak mau merubah keputusan mu, sekali lagi mas menanyakan ini padamu". Najwa membelai wajah suaminya ia benahi baju suaminya dan tersenyum.
" tidak mas ini sudah keputusan final, tak ada yang perlu di rubah lagi. Bismillah mas insyaAlloh berjalan dengan lancar semuanya". ucap Najwa.
Faras dan Najwa turun dari atas keluar kamarnya, mereka turun dengan bergandengan tangan semua keluarga melihatnya dengan sedih. Najwa tersenyum kepada semuanya, sudah siap tinggal berangkat ke tempat Zahra. Sedangkan di sana Zahra yang masih sangat gugup, hari ini status nya akan berubah menjadi istri dan madu. Umi yang ke kamar Zahra mengusap di kepala Zahra lalu memeluknya. Zahra menangis terisak di pelukan ibunya, kemarin sama sekali ia tidak menangis.
" Zahra sebelum semua terjadi jika kamu tidak berkenan kita masih bisa membatalkan rencana ini nak". ucap umi namun Zahra menggeleng.
" tidak umi Zahra sudah siap, Zahra memeluk umi bukan karena Zahra ingin membatalkan pernikahan tapi Zahra akan meninggalkan semuanya". umi mengahpus air mata Zahra.
" ini rumah mu sayang sampai kapanpun akan terbuka untuk mu". Zahra mengangguk.
__ADS_1
Mobil pengantin sudah datang Faras tetap menggandeng tangan Najwa hingga masuk ke rumah. Tak ada tenda juga tak ada pelaminan hanya terdapat meja kecil untuk akad saja. Zahra yang menginginkan semua ia tak ingin pesta.
" mas lepaskan tangan Najwa". bisik Najwa kepada suaminya penghulu sudah siap untuk melaksanakan pernikahan. Zahra masih belum nampak ia akan keluar setelah ijab kabul. Faras tetap tidak melepaskan tangan Najwa justru ia mengeratkan, menjadi pemandangan semua orang. keluarga Najwa pun ada menjadi pendamping keluarga Zahra, kiyai yang akan mengisi ceramah setelah ijab kabul.
" sudah siap Faras". Faras hanya diam pikirannya melayang kemana-mana. Najwa nyenggol lengan Faras.
" i iya..." pak zainal yang langsug menikahkan putrinya ia menjabat tangan Faras yang masih dingin.
" siap nak Faras ".
" insyaAlloh pak".
Hingga tiga kali ijab kabul di ucapkan tapi Faras selalu saja salah menyebutkan nama zahra, nama Najwa yang selalu Faras sebut. Hingga berhenti sejenak Najwa mendekati sang suami.
" mas lakukan demi Najwa jika kamu benar-benar mencintai Najwa". Najwa memegang erat tangan suaminya. Faras hanya bisa mengangguk ia bersiap lagi, namun Najwa berada di sampingnya tak meninggalkan Faras saat ijab kabul. Dengan satu tarikan nafas Faras berhasil dengan lancar mengucapkan ijab kabul Semuanya menangis bahkan Faras menitikkan air mata, hanya Najwa yang berusaha ia menyimpan sesak dalam dadanya. Najwa sama sekali tidak mengeluarkan air matanya. Jihan juga dr Siska yang datang ia tidak bisa menahan air matanya, tumpah bahkan yang seharusnya adanya senyum dan tawa bahagia kini tumpahan air mata yang terlihat. Faras memeluk Najwa dengan sangat erat sembari menangis. Najwa menenangkan Faras untuk kuat menjalani kenyataan ini.
Bagaikan pengantin dengan satu laki-laki dan dua wanita, Najwa dan Zahra memakai baju yang sama. Faras jadi teringat dengan mimpinya persis jika mereka mengenakan pakaian yang sama keduanya adalah istri dari Muhammad Faras.
Jihan dan dr Zaskia memeluk Najwa mereka menangis, namun Najwa sama sekali tak mengeluarkan air mata.
" Najwa kamu benar-benar melakukannya". Najwa mengangguk,
" sudahlah Jihan semua sudah terjadi dan ini yang aku inginkan. Aku berharap Zahra cepat hamil memberi kan anak untuk mas Faras".
Setelahnya ada acara pengajian yang di gelar di isi oleh kiyai Umar baba nya Najwa. Faras duduk di lantai sebelah kanan ada Najwa dan sebelah kiri terdapat Zahra. Zahra hanya diam saja sejak tadi tak mengucapkan apapun, meski cincin sudah di sematkan dan ciuman kening pertama sudah di lakukan Faras Zahra tetap diam mematung.
__ADS_1
" poligami memang di perbolehkan oleh syariat sebagaimana memenuhi syarat
1.mampu berlaku adil
jumlah istri di batasi maksimal 4 orang
Mampu memberi nafkah lahir dan batin
lakukan semata hanya karena Allah SWT
tidak boleh menikahi dua wanita yang saling bersaudara
mampu menjaga kehormatan para istri
Begitulah agama kita mempermudah pemeluknya, semua di lakukan bukan karena adanya nafsu ". sedikit ceramah dari kiyai Umar kiyai tersohor di daerah itu dan kini yang melakukan poligami adalah anaknya sendiri.
Acara demi acara di laksanakan hingga selesai kini seperti keinginan Faras bahwa Zahra akan ia bawa langsung ke rumahnya. Kamar pengantin pun sudah di persiapkan oleh Najwa, kamar ujung. Najwa memeluk erat uminya Zahra, umi menitipkan anak perempuan nya kepada Najwa. dan Zahra tadi yang hanya menitikkan air mata kini air mata zahra tumpak karena hari ini Zahra akan meninggalkan rumah orang tuanya.
___
bersambung
__ADS_1
tinggalkan jejak ya reader