Rahim Untuk Suamiku

Rahim Untuk Suamiku
umi dan Abi tau


__ADS_3

Zahra pamit untuk pulang namun Zahra minta kepada Faras untuk mengantar kan Zahra ke rumah uminya, Faras menyetujui setidaknya ia lega jika Zahra bersama kedua orang tuanya. Zahra pamit untuk turun, sebelum turun mengantar Zahra Faras memeluk Zahra lama. Faras kembali menangis di usapnya punggung Faras hingga Faras lega.


" Allah yang sudah mentakdirkan nya mas, ujian itu bukan untuk melemahkan kita tapi untuk lebih menguatkan. mas fars harus kuat jaga mba Najwa dengan baik dan dukung pengobatan nya". ucap Zahra begitu dewasa.


" terima kasih sayang, terima kasih atas pengertian mu untuk mas. Pulang langsung istirahat jangan lupa berwudhu, mas temani Najwa dulu di rumah sakit. jaga dirimu dan anak kita" Faras mengecup perut Zahra sangat lama lalu mengusap nya.


" iya mas, mas yang kuat ya demi kami". Faras mengangguk lalu ia menciumi wajah zahra, entah apa yang di rasakan Faras ia sangat menyayangi Zahra seperti sayangnya dengan Najwa.


Faras kemudian mengantar Zahra masuk ke dalam, kebetulan umi hari ini tidak berjualan karena lelah tadi membuat pesanan kue.


" Abi, Faras nitip Zahra ia akan menginap di sini Faras mau ke rumah sakit menemani Najwa".


" iya nak kalian anak umi tak perlu titip seperti itu, dukung nak Najwa agar ia semangat untuk sembuh". Faras dan Zahra saling tatap bagaimana kedua orang tua Zahra bisa tau sedangkan Faras dan Zahra belum mengatakan nya.


" umi dan Abi tau tentang mba Najwa". tanya Zahra penasaran.


" iya nak, maafkan kami tidak memberitahukan kepada kalian umi dan Abi sudah tau sejak kalian belum menikah". Faras dan Zahra terkejut.


" apa maksud umi". tanya Zahra ia ingin tau penjelasan orang tua nya.


" umi dan Abi bertemu Najwa saat di rumah sakit, dan Najwa keluar dari ruangan dr Arif spesial kanker. Najwa meminta umi untuk tidak memberitahukan nya kepada kalian, ia ingin kalian menikah Najwa ingin nak Faras mempunyai keturunan. Najwa anak yang sangat baik umi tidak tega dengan permintaan nya sehingga Abi dan umi mengizinkan kalian menikah". terang umi dengan jelas.


" semuanya sudah takdir nak penyakit Najwa dan juga pertemuan kalian, jangan marah sekarang jalani lah rumah tangga kalian dengan sebaik mungkin. Najwa sangat menyayangi kalian berikan yang terbaik untuk nya". ucap Abi.


Faras menggenggam tangan Zahra di depan kedua orang tua Zahra. Faras menunjukkan jika ia juga begitu menyayangi Zahra, tak akan pernah ia siakan ataupun lukai diri Zahra.

__ADS_1


" insyaAlloh umi, Abi kita berusaha untuk yang terbaik dengan hubungan ini". Abi mengusap bahu Faras.


" kamu laki-laki terbaik yang pernah Abi temui, bisa berlaku adil pada keduanya". ..


" maafkan Faras Abi belum bisa membahagiakan Zahra".


" tidak nak, kamu bahkan sudah membahagiakan keduanya dengan bukti anak kalian ini". semuanya tersenyum melihat ke arah perut Zahra.


" mas cepat kembali ke rumah sakit kasihan mba Najwa". ucap Zahra . lalu Faras pamit kepada orang tua Zahra, Zahra mengantar suaminya hingga ke depan. Faras berbalik kembali mendekati Zahra kemudian ia memeluk kembali Zahra, seperti tak tega jauh dari istri mudanya itu. Zahra kembali mengusap punggung Faras, Faras kembali menciumi Zahra lalu ia pamit masuk ke mobil kembali ke rumah sakit.


" umi kenapa umi tak bicara sebelum nya dengan Zahra" tanya Zahra kembali menginterogasi uminya.


" maafkan umi, nak Najwa yang memintanya umi tidak tega dengan nak Najwa ia begitu baik nak". umi mengusap kepala Zahra, Zahra berbaring di kamar nya umi yang menemaninya.


" nak bagaimana hubungan mu dengan nak Faras"


" sangat baik umi, mas Faras selalu berusaha bersikap adil ia juga sangat menyayangi Zahra".


" maksud umi apa kamu sudah mencintai suamimu". tanya umi ia ingin mendengar dari mulut anak perempuan nya.


" Zahra ngga tau umi apa itu cinta, yang jelas sekarang Zahra nyaman dengan mas Faras saat mas Faras tidak ada di samping Zahra, Zahra juga rindu. Zahra takut umi, takut menyakiti mba Najwa".


" Najwa yang memintamu untuk menikah dengan suaminya sudah pasti ia tau akan resikonya. Najwa pasti sudah siap atas segala konsekwensinya."


" mba Najwa juga menyayangi Zahra umi, ia tak pernah egois jika mas Faras berada dengan Zahra. mba Najwa memperhatikan Zahra dengan baik.".

__ADS_1


" jangan kamu pikirkan hal yang tak seharusnya di pikirkan Zahra, sekarang kamu harus fokus dengan kehamilan mu sebntar lagi kamu akan melahirkan. Biarkan Allah yang menentukan jalan hidup kalian nanti, sudah sekarang kamu istirahat jangan tidur terlalu malam tak baik untuk ibu hamil. ibu hamil harus banyak istirahat " Zahra mengangguk umi menyelimuti Zahra.


Zahra melihat handphone nya menyala seperti ada notifikasi masuk, ia Faras suaminya mengirim pesan.


'cepat tidur sayang jangan tidur malam-malam tak baik untuk ibu hamil, salam mas buat anak kita'. Zahra tersenyum senang meski masih bersama Najwa setidaknya ia sempat kan untuk mengirim pesan untuk Zahra.


' iya mas ini juga Zahra akan tidur, mas juga jaga kesehatan ya'. Faras tersenyum membaca pesan dari istri nya.


Faras menunggu di kursi samping Najwa, Najwa sudah tertidur kemonya sudah selesai. kali ini ia menahan sakit agar Faras tidak khawatir dengan dirinya, setelah selesai lalu Najwa tertidur pulas. Faras terus mengusap lengan istrinya yang sedang tertidur. ia masih tidak menyangka jika istri nya sakit lumayan parah hingga ia tidak tau. ia mengingat Zahra korban dari keegoisan istrinya hingga membuat Zahra harus menikah di usia dini nya, seharusnya Zahra masih menikmati masa remaja nya tapi harus terjebak dengan pernikahan ini.


Namun sebentar Faras tersenyum jika mengingatkan Zahra, anak yang polos, lucu bisa membuat obat saat ia jenuh dan kesal. Faras menyadarkan jika kini ia juga mencintai Zahra istri keduanya ia tersenyum sendiri kala melihat wajah Zahra di fotonya saat tertawa lepas. Mamang seharusnya cinta itu di tunjukkan kepada seseorang yang sudah halal untuk kita, Faras sudah membagi cinta nya untuk Zahra.


Najwa terbangun ia merasa sangat haus, Faras langsung membantu Najwa. Najwa melihat suaminya yang belum tertidur menunggu nya.


" mas kenapa belum tidur". tanya Najwa.


" belum bisa tidur sayang" Faras mengambilkan minum ia tau jika Najwa ingin minum.


" kenapa mas jangan terlalu khawatir kan Najwa, Najwa tidak apa-apa hanya butuh obat sedikit". Faras mencium kening Najwa.


" iya istirahat lah sayang, mas juga mau tidur. kamu harus sembuh sebentar lagi anak kita akan lahir". Najwa mengangguk ia ssnang mendengar nya. Faras dengan lembut mengusap punggung Najwa agar lekas tertidur.


___


bersambung

__ADS_1


__ADS_2