
Mereka sudah membuat janji dengan dr Arif hari ini jika akan bertemu. dr Arif akan memeriksa najwa terlebih dahulu dan ia akan mengatakan apapun yang harus mereka ketahui meskipun hal terburuk sekalipun. Faras memgetuk pintu kemudian suster menyuruhnya untuk masuk.
" dok saya ingin tau perkembangan penyakit istri saya". ucap Faras sebenarnya hatinya sedang tidak tenang.
" ya baiklah memang ini seharusnya dari dulu anda tau ". ucap dr Arif dan ia menyiapkan alatnya di bantu boleh suster, dokter akan menerangkan saja yang menjalankan alat pada tubuh najwa adalah suster.
" kanker serviks ini memang kebanyakan terdeteksi jika sudah pada stadium lanjut, gejalanya memang ringan dan mungkin istri anda tidak menyadari dengan hal itu. sekarang istri anda mengalami kanker serviks stadium empat". jelas dr Arif.
" lalu apa yang akan kami lakukan dok".
" nona sudah lima kali dalam kemoterapi dan ini sudah bagus kankernya belum sampai menyebar lebih luas lagi, namun sudah sampai ke paru-paru". deg dada Faras rasanya sesak sekali.
" dok saya berencana membawa istri saya ke LN tolong rekomendasi kan rumah sakit terbaik untuk kami".
" yah itu lebih bagus bawalah ia ke Singapura " saran dr Arif.
" baik dok apakah bisa secepatnya".
" lebih cepat lebih baik saya akan berikan surat rujukannya nanti jika anda sudha siap untuk berangkat ke sana, dan saya akan hubungi teman saya yang bekerja di sana." terang dokter Arif.
Faras dan Najwa pamit untuk pulang, Najwa tidak ingin di ajak jalan-jalan oleh Faras pikiran nya sejak tadi hanyalah Rafa kini yang membuatnya rindu adalah Rafa anaknya. meski Rafa tidak lahir dari rahimnya Najwa sangat menyayangi nya, kasih sayangnya tak pernah usai.
" sayang kita jalan sebentar yuk sudah lama kita tak begini berdua." Najwa tersenyum.
" tapi tiap hari kita masih selalu terus bersama mas, maaf Najwa mau pulang saja kangen sama Rafa". ucap najwa.
" wah Rafa benar-benar mengambil wanita tercinta ku, aku cemburu". Najwa terkekeh.
" cemburu sama Rafa mas, hmmm..." Faras tersenyum mengusap kepala Najwa ia senang melihat Najwa bahagia berharap Najwa segera sembuh.
***
Zahra masih berada di kamar ia menyusui Rafa karena lelah Zahra tertidur di samping Rafa. Najwa pulang langsung mencari Rafa di lihat di kamar Rafa tidak ada Najwa langsung mencari di kamar Zahra. namun di cegah oleh Faras.
" sayang jika bepergian harus cuci tangan dan berganti pakaian terlebih dahulu, peraturan berlaku ". Najwa meringis ia lupa dengan peraturan yang di buatnya. Faras lalu mengikuti Najwa dari belakang ia juga akan berganti pakaian, tak mau di kamar Zahra takut mengganggu Rafa dan Zahra.
__ADS_1
" mas kok ke sini".
" gak apa mas takut ganggu mereka". ucap Faras ia berlalu ke kamar mandi. najwa yang tau jika Faras berada di kamarnya ia juga langsung menyiapkan baju Faras. Najwa langsung masuk ke kamar Zahra mencari keberadaan Rafa. Najwa ikut berbaring di samping Zahra dan Rafa mereka akhirnya tertidur dalam satu ranjang. Faras langsung mencari keberadaan istri-istrinya dan melihat semua ada di ranjang Zahra.
" ya Allah jangan hapus kebahagiaan kami berikan waktu sisa-sisa kami untuk terus bersama hingga dirimu yang memisahkan kami" Faras berdoa di dalam hati. ia pun merebahkan dirinya di sofa ikut tertidur.
_
Zaskia dan zayn berencana datang ke rumah Faras sebelumnya mereka memberi kabar kepada Najwa. begitulah Zayn jika meminta sesuatu selalu memaksa, ia ingin bermain dengan Rafa anaknya Faras di bawanya satu plastik yang berisi mainan. mama nya sudah memperingatkan tapi Zayn tak peduli ia tetap ingin bermain bersama Rafa.
" Zayn, adik Rafa itu belum bisa di ajak bermain seperti Zayn, adik Rafa hanya bisa menangis saja belum saatnya sayang". ucap Zaskia ketika melihat Zayn memasukkan semua mainan nya.
" bisa dong ma Zayn sudah bawa mainan banyak Zayn mau adik Rafa main sama Zayn, ayo ma ini sudah siang nanti keburu sore". ucap Zayn berusaha menarik ibunya.
" oke oke ayo kita berangkat". Zaskia menghela nafas kasar ia tak mendengarkan kata-kata ibunya.
terdengar orang yang memberi salam umi sedang berada di dapur kemudian umi keluar lalu menjawab salam Zayn.
" Oma..." Zayn Salim.
" Zayn baik Oma masih tampan ". umi terkekeh, Zaskia mamanya hanya geleng-geleng kepala.
" ayo masuk". mereka masuk ke dalam rumah, Zayn tidak sabar untuk bertemu Rafa.
" seperti ada suara tamu di luar mas" ucap Najwa yang mendengar suara berisik. kini Faras baru bangun dari tidur nya dan Zahra masih berada di kamar mandi.
Zahra keluar kemudian gantian Faras yang masuk ke kamar mandi untuk mencuci mukanya. Mereka turun bersamaan menghampiri Zayn yang sejak tadi mengoceh saja memang anak yang absurd.
" adik Rafa..." Zayn berlari menghampiri Rafa yang sedang berada di gendongan Najwa.
" Hay Zayn kamu ke sini" Zayn mengangguk sibuk mencari mainan nya.
" Zayn mau ajak adik Rafa bermain kita sama-sama laki-laki main mobil-mobilan lebih keren". semuanya terkekeh mendengar ocehan Zayn.
" turun adik kenapa hanya tidur saja, kemarin waktu Zayn ke sini juga tidur. bangun adik ayo kita bermain jangan jadi pemalas".
__ADS_1
" sayang mama tadi sudah bilang kan jika adik Rafa belum bisa bermain sama Zayn".
" kenapa mama adik Rafa sama seperti Zayn punya kaki dan tangan".
" iya sayang tapi adik Rafa belum saatnya untuk bermain masih bertumbuh dulu".
" kenapa lama sekali ma, tapi keren adik Rafa punya dua ibu Zayn juga mau seperti adik Rafa ma punya dua ibu". Zaskia meringis mendengar ocehan anaknya. semuanya tertawa mendengar ocehan Zayn.
" Tante juga bisa jadi ibu Zayn".
" tapi Tante tak tinggal bersama Zayn, kalau Tante Zahra tinggal bersama Rafa. adik Rafa punya dua ibu pasti uang sakunya nanti double". Faras tak bisa menahan tawanya, andai kamu tau Zayn tak semudah yang kamu bayangkan nak.
" kita main yuk Zayn biarkan adik Rafa tidur ia masih ngantuk".
" malas sekali seharusnya adik bangun dan bermain"
" sama om saja mana mainanmu ayo keluarin". Zayn menurut ia memang senang bermain dengan Faras .
" maafkan Zayn ia selalu tak bisa mengontrol bicaranya" ucap Zaskia merasa tak enak dengan Zahra.
" tak apa mba namanya juga Zayn kita sudah tau ia anak yang cerdas mba bikin gemas". ucap Najwa sembari meletakkan Rafa di kereta dorong.
" tadi dokter Arif menghubungi ku katanya kamu mau berobat ke Singapura". tanya zaksia langsung.
" iya mba doakan Najwa ya mba". Zaskia memegang jemari Najwa.
" tak ada yang meminta kita di takdir kan untuk sakit, segala sakit adalah penggugur dosa. ikhtiar yang terbaik Najwa semoga Allah berikan jalan kesembuhan, mau seberapa level tingkat sakitmu jika memang kita akan di berikan kesembuhan pasti sembuh. kamu harus yakin tak ada yang tak mungkin bagi Allah". Najwa tersenyum ia berusaha untuk selalu kuat jika ada yang menasehati.
" iya mba, insyaAlloh Najwa akan berusaha semaksimal mungkin. Najwa ikhlas apapun yang terjadi dalam diri Najwa". mereka berbincang dan Zayn bermain dengan Faras di hampiri oleh opa akhirnya menjadi ramai.
___
bersambung
bantu othor untuk like komen dan beri hadiah.
__ADS_1
trimakasih 🥰