Rahim Untuk Suamiku

Rahim Untuk Suamiku
saran baba


__ADS_3

Sepulang dari rumah pak zainal Faras langsung pulang ke rumah orang tua nya, rasanya memang berbeda biasanya ia bersama istri namun sekarang tidak. istri berada di rumah orang tua nya, Najwa benar-benar serius dengan perkataan nya. Faras berada di balkon ia menatap ke luar rumah, terpikirkan akan keinginan Najwa. Haruskah melepaskan Najwa ia tak akan bisa atau menikahi gadis itu. Faras mengingat Zahra seperti nya memang terlalu kecil kenapa Najwa tak memilihkan wanita lain saja yang sudah teruji benar-benar bisa memiliki anak. janda di luaran sana juga banyak jika hanya anak yang di inginkan. Faras beristighfar beberapa kali ia mengingat Zahra sejak tadi dengan senyuman termanis nya.


" Abi umi Faras ke rumah baba ya".


" mau menginap di sana". tanya umi.


" iya umi, Najwa ada di sana". umi mengangguk Faras Salim kepada kedua orang tuanya lalu ia pergi.


Ketika akan ke rumah baba pasti akan melewati di mana Zahra berdagang. Faras lagi-lagi berhenti dari kejauhan ia melihat Zahra dengan ramah melayani penjual. Faras tersenyum melihat senyumnya.


" ia masih anak kecil, ada-ada saja Najwa mencarikan istri yang masih muda belia apa tak yang lain yang lebih dewasa ". gumam faras di dalam mobilnya. kemudian Faras melajukan mobilnya ke kediaman baba, ia tak mungkin sanggup jauh dari istri nya.


" assalamu'alaikum". ucap salam Faras .


" wa'alaikumsalam". Najwa terkejut kenapa suaminya akan menyusul nya ke sini padahal Najwa tadi sudah mengatakan jika ia tak akan pulang jika Faras belum memberikan keputusan.


" nak Faras baru pulang bekerja". tanya baba yang saat itu tak ada jadwal mengajar atau mengisi pengajian.


" sudah sejak tadi tapi Faras pulang ke rumah Abi dulu".


" oh, mau menjemput Najwa". Najwa hanya diam ia tak ingin menyela pembicaraan baba nya.


" tidak ba kita akan menginap di sini"...


" Alhamdulillah jika begitu". Faras Salim dengan kedua mertua nya itu. Mereka berbincang cukup lama hingga Najwa izin untuk istirahat dan di ikuti oleh Faras.


" Mas apa yang aku katakan kemarin belum jelas,". tanya Najwa ia kecewa Faras tak mengindahkan perkataannya.


" iya sayang mas ngerti, apa salahnya mas ingin tidur sama istriku ini." Faras mencairkan suasana lalu memeluk Najwa dari belakang.

__ADS_1


" mas ".


" sayang mas mau bicara". faras menarik tangan Najwa agar duduk di ranjang.


" Zahra itu baru saja lulus SMA kamu salah milihkan mas istri yang masih kecil". tanya Faras menggenggam tangan Najwa.


" tidak mas, Najwa hanya mau mas menikahnya sama Zahra". Najwa tetep kekeh menginginkan Zahra.


" dia masih kecil mas takut menghalangi masa depannya, pikirkan lagi Najwa jangan karena dirimu penuh dengan emosi memutuskan hal yang besar ini". ucap Faras lagi ia masih sangat berharap jika istrinya mau mengubah keputusan nya.


" setelah melahirkan Zahra juga masih bisa melanjutkan pendidikan nya mas".


" apa yang istimewa dari Zahra hingga kamu tak mau memilihkan mas yang lain saja". ucap Faras.


" karena aku tau siapa Zahra, ia akan cocok mendampingi mu juga menjadi ibu dari anak-anak kita mas."


" sayang mas masih sangat berharap kamu mau merubah keputusan mu". Najwa menggeleng.


" tidak mas, aku tidak akan tersakiti dan Najwa sangat ikhlas. Najwa mau jika mas menikah nanti kita masih bersama-sama dalam satu atap." Faras mengerutkan keningnya betapa Najwa menciptakan peperangan dalam dirinya nanti.


" tapi sayang..."


" mas ku mohon, Zahra adalah wanita yang baik untuk ibu dari anak-anak kita". Faras


mendengus kasar harapan nya tak di indahkan oleh Najwa, ia sangat berharap jika Najwa merubah keputusan nya.


hening


Najwa tidur membelakangi Faras hingga ia terlelap, Faras menarik selimut menutupi Najwa. kemudian ia keluar dari kamar istrinya, tak disangka di luar masih ada baba yang duduk sedang membaca buku.

__ADS_1


" Baba belum tidur, ini sudah malam " baba meletakkan kitab yang di bacanya.


" duduklah nak ". Faras kemudian duduk di depan baba.


" sebenarnya ada apa dengan kalian nak, maaf jika baba ikut campur tak biasanya najwa dan dirimu menginap di sini tanpa alasan. Baba liat bahkan Najwa membawa koper ". Faras bingung apa yang akan dia katakan apakah baba nya juga harus tau keinginan Najwa.


" tak apa jika tak kau katakan pada baba, baba tau itu masalah kalian hak kalian. maafkan baba".


" iya ba maafkan Faras". Faras justru bersimpuh di kaki baba ia menangis di usapnya kepala Faras. lelaki jika sudah menangis pasti punya permasalahan yang sangat berat.


" manusia di uji sesuai dengan kadar kemampuannya nak, nak Faras pasti paham soal itu. Serahkan semuanya kepada Allah minta pertolongan kepada Allah agar di beri jalan keluar. minta maaf kepada Allah cukup sandarkan kepada Allah semata". Faras menangis hatinya terasa sesak.


" Najwa ingin Faras menikah lagi ba, Najwa memberikan pilihan yang sulit untuk Faras. menikahi Zahra atau meninggalkan Najwa". Faras semakin terisak pilu rasanya mendengar ucapan Faras.


" Sudah tau alasannya nak kenapa Najwa menginginkan hal itu". tanya baba.


" Najwa mau punya anak ba tapi darah daging ku, sebenarnya Faras tidak mau punya istri selain Najwa ba adanya anak atau tidak Faras ikhlas ba. Faras sangat mencintai Najwa." Baba mengusap kembali bahu Faras.


" Shalat lah istikharah nak, tak ada yang bisa menolong mu kecuali Allah. Mohon kepadanya keputusan apa yang akan kau ambil. Baba hanya bisa mendoakan saja, Najwa melakukan itu pasti ia punya alasan yang sangat kuat." Baba bahkan tidak melarang Faras untuk menikah lagi.


" maafkan Faras ba, ".


" tak ada yang perlu di maafkan nak kamu tidak salah, baba mengizinkan atas keputusan Najwa. dan kamu tau kan bahwa Allah membenci perceraian". deg,,, hati Faras mengingat ajarannya, Faras juga tak ingin bercerai dengan Najwa itu artinya Faras harus menikahi Zahra.


" Faras juga tak ingin bercerai dengan Najwa ba, ".


" tidurlah nak istirahat bangunlah nanti saat malam dan minta tolonglah kepada Allah. Katakan semua pada Nya Allah akan memberikan petunjuk untuk kalian. Jangan mengambil keputusan dengan cara emosi." Faras mengangguk kemudian ia pamit masuk ke kamar untuk tidur.


Faras melihat Najwa yang sudah terlelap wajahnya teduh, lembut namun sekarang tampak lebih kurus Faras membelai wajah istrinya lalu mengecup kening nya. Faras kemudian berdoa dan terlelap di samping Najwa dengan memeluk sang istri.

__ADS_1


_________


bersambung


__ADS_2