
Zahra masih saja menangis ia merebahkan tubuhnya di ranjang. Rasanya sulit tapi Zahra memang harus pergi itu akan lebih baik untuk nya juga Najwa. Namun di rumah Faras Najwa merengek meminta Faras untuk menjemput zahra. Najwa mendorong Faras untuk menyusul Zahra, Faras lalu pergi menyahut kunci mobil nya. Sesampainya di sana Zahra tak mau keluar dari kamar, Zahra tak ingin melihat faras melihatnya menangis. umi dan Abi tak mau ikut campur masalah anaknya.
" Zahra ayo pulang, kenapa kamu pergi tidak kah kamu kasihan dengan Rafa". tetap tak ada jawaban, Zahra menutup mulutnya ia mengingat Rafa anaknya.
" Zahra sayang ku mohon buka pintunya, Zahra aku mencintaimu ". Zahra bahkan lebih terisak lagi ketika mendengar ucapan Faras jika cintanya berbalas, tapi Zahra tak ingin egois sungguh ia pergi karena keinginan nya sendiri.
'maafkan aku mas, Zahra tak mau menyakiti mba Najwa'. gumam Zahra lirih.
" ayo pulang Zahra, Rafa membutuhkan mu". tetap tak ada jawaban. Satu jam Faras berada di depan pintu kamar Zahra. Abi mendekati Faras ia mengusap lengan Faras lembut, Faras mengerti apa maksud Abi jika ia meminta Faras untuk pulang. membiarkan Zahra agar tenang lebih dulu.
Faras keluar rumah Zahra, dengan tubuh lemasnya ia tak bisa berbicara dengan Zahra sedikit pun. Faras melihat ke arah jendela milik Zahra, ia berdiam lebih lama berharap jika Zahra melihatnya dari jendela.
Zahra tak kuat mengingat ucapan Faras jika ia mencintai Zahra, Zahra keluar berlari menyusul Faras. Faras senang melihat Zahra mendatangi nya, Zahra berlari di peluknya suaminya erat. Faras merasakan betapa kerinduan beberapa jam nya terobati, Faras menciumi wajah Zahra.
" zahra mencintaimu mas". ucap Zahra ia tetap terisak, Faras mengeratkan pelukannya lagi.
" aku mencintaimu Zahra". ucap Faras kemudian membuat Zahra makin terisak.
" ayo pulang". Faras menarik tangan Zahra namun Zahra berhenti mematung.
" mas Faras mencintai ku, sungguh". Faras mengangguk.
" jika mas Faras mencintai ku ceraikan Zahra mas hiduplah bahagia dengan mba Najwa". Faras terhenyak kaget mendengar ucapan Zahra.
__ADS_1
" apa yang kamu katakan Zahra itu tidak akan mungkin, aku menikahi mu bersaksi di hadapan Allah. itu tidak akan terjadi kecuali aku mati". ucap Faras tegas.
" itu akan lebih baik dengan hubungan kita mas, Zahra tak mau menyakiti mba Najwa jika Zahra masih bersama mas Faras. Zahra mohon mas bahagialah bersama mba Najwa dan Rafa".
" tidak Zahra..." Faras menarik Zahra dalam pelukannya.
" mas..."
" jangan ucapkan kata itu lagi sayang, kata-kata itu dulu terucap dari bibir Najwa sekarang dirimu. jangan beri aku pilihan yang sulit yang sama dengan Najwa ucapkan dulu. Tolong berikan aku kesempatan untuk memperbaiki semuanya Zahra". Faras kembali terisak menangis membuat Zahra tak bisa menahan nya.
" maafkan Zahra mas, tolong jagakan Rafa"
Zahra melerai pelukannya lalu berlari masuk ke dalam rumah nya meninggalkan Faras. tak ada yang bisa Faras lakukan lagi, Zahra masih kekeh dalam pilihannya. Faras lalu pulang ke rumah.
" maafkan aku sayang, maaaf aku tak bisa membawa keluarga ini menjadi baik".
" tidak mas tidak kamu tetap laki-laki terbaik yang pernah kami miliki, Zahra masih labil besok kita ke sana ya. kita bawa Zahra pulang ke sini ini rumahnya rumah kita".
" Zahra memintaku menceraikan nya".
" astaghfirullah, kenapa "
" mas tidak tau, Zahra hanya pesan untuk membahagiakan mu dan menjaga Rafa"
__ADS_1
" Najwa akan bahagia jika kalian bahagia mas, Zahra juga hidupku". ucap Najwa tulus.
Najwa dan Faras berjalan ke kamar Rafa, mereka menangis melihat Rafa tidur dengan tenangnya. suster lalu keluar, Najwa yang menyuruh untuk ke kamarnya. Faras dan Najwa tidur di kamar Rafa hingga pagi.
Di tempat lain Zahra juga sedang menangis dadanya sangat sesak, mengingat Rafa jagoannya. Rafa yang keluar dari rahimnya, tak ada yang mau ibu terpisah dari anaknya. namun rasa besar cintanya kepada suaminya dan madunya membuat dia memilih untuk pergi. Umi dan Abi menghampiri Zahra di kamarnya, mereka memang harus menasehati zahra. umi mengusap kepala Zahra yang sedang menangis lalu di peluknya anak perempuan nya itu
" nak memang tak mudah berumah tangga, pasti akan ada ujian yang akan kamu hadapi setelah ijab kabul di ucapkan. apalagi dengan dirimu keputusan mu menikah dengan suami orang lain, menjadi madu itu lebih berat. apapun kondisinya kamu harus tetap bertahan. tak baik jika kamu meninggalkan rumah suami mu tanpa seizin suami. itu di larang dalam agama nak, selesaikan masalah kalian dengan baik jangan sampai dengan keputusan yang di ambil kalian akan menyesal. apalagi sudah ada Rafa di antara kalian, Rafa tidak bersalah nak ia terpaksa harus di pisahkan dengan ibu kandungnya. Apakah pernah mereka semua melakukan kesalahan terhadap mu, Faras, Najwa atau kedua mertuamu". Zahra menggeleng memang benar tak ada yang pernah berbuat tidak baik kepada Zahra.
" nah apa alasanmu keluar dari rumah suamimu, apa itu tak bisa di selesaikan. itu hanya keegoisan mu saja Zahra, Najwa sudah menyimpan rapat-rapat agar tak ada yang mengetahui nya jika ia cemburu terhadap mu. nak sebslum semua terlambat perbaikilah besarkan hatimu, jadilah madu yang baik hapus kecemburuan kalian. dan mulailah bersikap hati-hati jika kamu ingin berdua bermesraan dengan suamimu. mungkin tak hanya Najwa yang begitu, jika itu umi yang ada di posisi tersebut umi juga akan cemburu. cemburu itu artinya cinta dan sayang terhadap pasangan mu, itu wajar nak". umi memberikan nasehat panjang membuat Zahra berfikir keras.
" sekarang kamu istirahatlah, bangun malam shalat minta petunjuk sama Allah. sebaik-baik penolong hanya Allah SWT". ucap Abi. umi lalu menyelimuti Zahra agar tertidur lalu meninggalkan nya.
Faras dan Najwa bangun malam melakukan shalat, mereka berdoa untuk keutuhan rumah tangga nya. dan merayu Allah untuk membuka hati Zahra agar Zahra mau pulang kumpul bersama nya. Di tempat lain Zahra juga bangun malam memohon kepada Allah untuk petunjuk, Zahra ingin Allah yang memilih kan apa yang harus ia lakukan. Zahra tak ingin keputusan nya itu salah, kemarin Zahra emosi sesaat sebelumnya ia benar-benar belum mengadu kepada Allah.
Semoga Allah menunjukkan jalan yang terbaik untuk mereka bertiga.
___
bersambung
kasih semangat untuk othor ya reader berikan vote untuk hari Senin ini.
🥰
__ADS_1