
Zaskia belum mengatakan hasil yang di dapat kepada Najwa, ia akan melakukan pemeriksaan lanjut untuk besok. Siap tak siap Zaskia juga akan mengatakan hasilnya, kini Zaskia harus mengakhiri pemeriksaan nya karena ia akan prektek pasiennya sudah banyak yang menunggu di luar.
" terimakasih ya mba saya pamit dulu,
besok insyaAlloh saya akan datang lagi". ucap najwa.
" ya datanglah lebih pagi agar aku bisa maksimal memeriksamu, maaf hari ini saya belum memberi hasilnya padamu."
" baik mba tidak apa-apa aku pulang dulu, tolong rahasiakan pertemuan kita dengan siapapun juga mas Faras".
" Ya aku mengerti" Najwa pamit ia kembali naik taksi menuju rumah baba sebelum sopir menyusulnya ke sana..
***
Najwa datang langsung mencari baba dan umma, keduanya masih berbincang di meja makan baba menemani umma memasak.
" assalamu'alaikum ba ma, ".
" wa'alaikumsalam Najwa, sudah pulang kamu dari mana". tanya baba ia tau Najwa tadi pergi meninggalkan madrasah.
" Najwa tadi ketemuan dengan teman Najwa ba,". ia tak berbohong hanya tak mengatakan jika ia dari rumah sakit.
" makan dulu nak". pinta umma.
" masak apa ma".
" sayur lodeh kesukaan mu" jawab umma masih membuat kan minum untuk Najwa.
" wah Najwa makan dulu kalau gitu, tak tahan aku melihat sayur lodeh yang segar ini". ucap Najwa ia langsung mengambil piring.
" minum biar seger dari berpergian".
" terima kasih ma, ibu terbaik di dunia". Najwa merayu dengan mengeluarkan kata manis.
" ibu itu semuanya baik".
" iya ma tapi Najwa belum bisa jadi ibu". Najwa tersenyum namun hatinya begitu perih.
__ADS_1
" sudah kan jadi ibunya anak-anak madrasah". ucap umma agar Najwa tak kecewa.
" tapi mungkin beda ma, tak seperti ibu-ibu yang lain punya anak"
" sabar sayang, Allah memberi ujian sesuai kemampuan hambanya. masih banyak mereka yang punya ujian lebih berat dari pada dirimu yang hanya belum bisa hamil". Najwa mendengus kasar lagi-lagi ia harus kuat menerima takdir.
" iya ma". hanya kata itu yang keluar dari mulutnya.
" sudah makan dulu habisin yang banyak". Najwa mengangguk ia melahap makanan nya sebelum sopir datang menjemput.
Sudah sore sopir pun datang menjemput Najwa, ia tak menginap di rumah baba takut jika Faras akan curiga. Najwa langsung pamit kepada orang tua nya ia akan pulang.
" kenapa sampai sore nak, ngajarnya kan sampai siang pak sopir bisa jemput siang". ucap umi menyiapkan minum untuk Najwa jus mangga kesukaan Najwa.
" umi ngga perlu repot bikinin Najwa begini, tadi Najwa bertemu teman umi". jawab Najwa kemudian.
" sudah makan belum"
" tadi makan di rumah umma,".
" ya sudah habiskan jus nya lalu istirahat, tadi Faras barusan telepon katanya no kamu tak bisa di hubungi". Najwa kemudian mencari handphone nya, benar saja baterai nya habis.
" Najwa ke atas dulu ya umi mau bersih-bersih".
" iya nak istirahat lah, turun saat makan malam". begitu perhatian nya umi terhadap Najwa, tak hanya di depan Faras saja namun tanpa Faras pun sayangnya tak akan berkurang.
" iya umi, ". Najwa berlenggang naik ke atas.
" MasyaAlloh begitu salihahnya kamu Najwa, baik dan sangat menghormati orang tua. hanya satu kekurangan mu belum bisa hamil, Faras begitu mencintaimu ada ataupun tanpa adanya anak antara kalian". gumam umi ia meneteskan air mata, mengingat saat dirinya juga sulit mendapatkan keturunan saat itu. namun Abi Faras sama seperti Faras tak akan mempermasalahkan hal itu.
-
Handphone Najwa berbunyi ia cas sudah separuh isi baterai nya. terlihat di layar kaca jika itu adalah Faras suaminya, ia tampak senang lalu merapikan dulu rambut nya sehabis mandi.
" assalamu'alaikum mas". sapa Najwa dari seberang telepon.
" wa'alaikumsalam sayang, kemana saja mas telepon tak bisa tadi". gerutu Faras.
__ADS_1
" maaf mas baterai Najwa habis lupa semalam untuk cas".
" mas khawatir tadi, kenapa pulangnya sore selesai ngajar kan siang" tanya Faras.
" sudah kebiasaan Najwa pulang sore tunggu di jemput mas, jadi Najwa di rumah umma minta sopir jemput sore saja". ucap Najwa yang masuk akal bisa diterima Faras.
" sudah makan sayang". ia memperhatikan istri nya dari layar kaca.
" tadi makan di rumah umma, nanti malam makan lagi umi sudah masak".
" iya harusnya gitu kita ngga boleh ngecewain orang tua yang sudah lelah memasak,".
" iya mas, tapi sebenarnya Najwa sudah kecewain semua orang tua kita". Faras mengerut kan kening nya, ia tau maksud dari ucapan sang istri.
" kenapa begitu, Husssttt... sudah jangan bahas hal itu ya. makan yang banyak biar istriku sehat selalu makin sexy". Najwa mengulum senyum selalu saja suaminya itu bisa bikin melayang.
" kalau makan banyak bukannya sexy mas tapi malah nanti Najwa gemuk".
" segemuk apapun dirimu mas tetap mencintaimu sayang, nanti malah empuk jadinya tak perlu kasur lagi". Faras terkekeh membayangkan jika istri nya ittu gemuk.
" gemuk itu tak cantik mas, biasanya laki-laki akan malu jalan dengan wanita gemuk".
" tapi tidak dengan mas sayang, aku akan tetap mencintaimu bagaimana pun keadaan mu" .
" meski aku tak bisa memberikan anak hingga akhir hayat".
" sayang tolong jangan bahas itu sudah ku katakan apapun keadaan mu tak akan mengubah diriku untuk tetap mencintaimu." Faras sedikit meninggi suaranya.
" maaf mas"
" istirahat lah mas akan mandi dulu" Faras menutup teleponnya tanpa mengucap salam, hatinya teriris jika Najwa membicarakan soal anak. bukan dirinya yang sakit hati tapi ia tak mau Najwa tersakiti sedikit pun.
" lagi-lagi ia tak suka jika aku membicarakan anak, maafkan Najwa mas". gumam Najwa ia lalu berbaring untuk beristirahat.
Faras masih memikirkan diri Najwa, ia masih sangat merindukan nya. tapi Faras tak mau emosi di hadapan Najwa kala Najwa selalu bicara soal anak, ia tau jika dirinya subur dengan pemeriksaan kepada dokter dan Faras yakin yang tidak subur adalah Najwa. Faras memeriksakan dirinya agar jika Najwa lah yang tidak subur ia tidak mengecewakan istri tercinta nya, ia menyimpan hasil medisnya agar Najwa tidak mengetahui. tapi Najwa justru tau tanpa dirinya memberitahu dari itu Najwa juga diam-diam memeriksakan dirinya. apapun keputusan dokter ia siap, Zaskia belum memberitahu penyakit yang di derita istri dari temannya itu. ia akan melakukan pemeriksaan lanjut esok agar tau sampai di mana penyakit itu sudah menyebar sampai stadium berapa agar lebih jelas.
______
__ADS_1
bersambung