Rahim Untuk Suamiku

Rahim Untuk Suamiku
Allah sudah mentakdirkan segala sesuatu untuk setiap hambanya


__ADS_3

Kini Najwa akan ke rumah sakit lagi menemui zaskia, ia sangat tidak sabar untuk melihat hasil dari pemeriksaan nya. Najwa sudah membuat janji selepas Zuhur Najwa akan ke rumah sakit, dengan segala sesuatu nya Zaskia sudah menyiapkan alat untuk memeriksa najwa. Zaskia juga penasaran dengan hasil nya, hari ini ia akan melakukan tes lagi.


" sudah siap Najwa untuk melakukan tes hari ini". Zaskia tersenyum dengan sangat ramah.


" iya mba insyaAlloh siap". Zaskia mulai memeriksa najwa hampir dua jam karena Zaskia tak ingin terlewat kan sedikit pun untuk istri temannya itu.


" kapan hasilnya akan keluar mba". tanya Najwa setelah selesai melakukan pemeriksaan ia tak sabar untuk melihat hasilnya.


" satu Minggu insyaAlloh akan keluar hasilnya, jangan khawatir Najwa Allah sudah mentakdirkan segala sesuatu untuk setiap hambanya di situ hal yang baik menurut Allah. Tetap semangat menjalani hidup apapun yang terjadi, kita pasrah kan semuanya kepada sang Pemilik diri ini". nasehat itu keluar sendiri dari bibir Zaskia.


" iya mba insyaAlloh Najwa akan berusaha untuk kuat, semua adalah atas kehendak yang maha kuasa kita hanya menjalani saja". ucap Najwa dengan senyum manisnya.


" Faras belum pulang Najwa". tanya Zaskia mengalihkan pembicaraan.


" belum mba insyaAlloh besok, dan tolong jangan hubungi saya ya mba. biarkan saya nanti yang akan menghubungi mba". pinta Najwa ia tidak ingin suaminya tau.


" iya insyaAlloh, saya akan jaga semua ini hanya antara dokter dan pasien nya saja".


" Zayn di mana mba, aku kangen sama anak itu". ucap Najwa memang Zayn pesonanya bikin gemes.


" dia sama papa nya ikut ke kantor, tadi merengek minta ikut. Untung saja papa nya tak ada meeting penting". ucap Zaskia sembari tersenyum.


" Zayn itu bisa ngehipnotis semua orang mba". Zaskia terkekeh ia mengakui hal itu tak ada yang bisa menolak pesona anaknya itu.


" begitulah Zayn kami sangat beruntung memiliki nya, awalnya anak bagi kami adalah kerepotan tapi setelah ada Zayn ia bagaikan malaikat buat kami. saat itu aku masih kuliah saat mengandung Zayn, sebenarnya papa Zayn menginginkan aku berhenti kuliah namun aku tak mau. meski dengan perut besar ku aku akan tetap menggapai cita-cita ku.". sedikit cerita dari Zaskia adanya zayn di tengah-tengah mereka.


" jadi mba menikah saat kuliah". tanya Najwa yang penasaran mengingat dia menikah sudah sangat cukup umur.


" iya papa Zayn melamar ku, aku bilang tunggu aku selesai kuliah tapi ia tak mau dan tetap saja aku menikah di usia muda. umurku saat itu masih 19 tahun namun papa nya Zayn sudah bekerja."


" mba hebat sekali bisa menyelesaikan kuliah saat hamil, juga mengurus Zayn."

__ADS_1


" semua karena kami kerja sama, ada yang membantu ku menjaga Zayn juga. dulu papanya belum sesibuk ini keluar masuk luar negeri untuk bekerja, kini karena perusahaan nya cukup lumayan banyak cabangnya jadinya ya mau tak mau ia harus sering pergi demi kelangsungan hidup banyak karyawan juga".


" MasyaAlloh mba aku salut dengan mba". puji Najwa.


" aku juga salut dengan kalian, meski tanpa adanya anak tak pernah ada konflik bahkan Faras sangat menyayangi mu ia tak peduli jika tak ada anak antara kalian".


" nah itulah mba yang membuat ku sangat sedih, mas Faras memberikan semuanya untuk ku tapi aku tak bisa membalas kebahagiaan itu". Najwa mulai berembun matanya.


" selama kita masih bernafas semuanya bisa di perjuangkan Najwa, Faras begitu memperjuangkan cinta kalian. aku liat dia sangat mencintaimu." ucap Najwa ia menulis resep obat yang akan di berikan untuk Najwa.


" iya mba aku akui itu cintanya, sayang nya juga kesetiaan nya. Hingga membuat ku terlihat begitu egois".


" tidak Najwa, syukuri semuanya semua sudah Allah gariskan bahkan pertemuan mu dengan Faras. Jangan sesali sedikit pun, kamu wanita terbaik untuk Faras". Zaskia menguatkan Najwa, semua wanita akan merasakan hal yang sama seperti Najwa jika berada dalam posisinya.


" astaghfirullah... terimakasih mba sudah mengingatkan. Terimakasih sudah menjadi teman curhat ku mba, jangan bosan ya mba". Najwa tertawa.


" tak akan Najwa aku juga senang bisa bertemu dengan mu kamu benar-benar wanita hebat".


" jika ingin melihat hasilnya kemarilah Najwa kapanpun".


" iya mba, jika aku bisa mencuri waktu dari mas Faras aku akan ke sini menemui mba". Najwa terkekeh ia ingat jika dirinya sembunyi-sembunyi melakukan nya.


" apa tidak sebaiknya Faras juga tahu Najwa jadi kamu tak perlu sembunyi-sembunyi seperti ini".


" tidak mba, mas Faras sudah banyak memberi kebahagiaan untuk ku. kini aku yang akan memberi kebahagiaan untuk nya dengan cara apapun."


" maksud mu Najwa"


" apapun yang membuat mas Faras bahagia aku akan melakukan nya, hanya ini bentuk baktiku kepada nya mba".


" kamu benar-benar wanita yang baik Najwa, semoga kebahagiaan menyertai mu selalu".

__ADS_1


" aamiin. terimakasih mba". Najwa kemudian pamit untuk pulang, sebentar lagi sopir menjemput nya.


Suara dering telepon berbunyi Najwa bingung ia masih berada di taksi saat itu, suaminya menelepon. Akhirnya Najwa memutuskan untuk tidak mengangkat nya hingga sampai rumah baba.


Sesampainya di rumah baba Najwa megambil ponselnya ia telepon balik suaminya, Faras yang saat itu sedang beristirahat ia langsung mengangkat telepon sang istri.


" assalamu'alaikum mas, maaf tadi telepon nya tidak di angkat" .


" wa'alaikumsalam, emang dari mana sayang". rasa rindu dalam dada Faras sudah sangat tak tertahankan.


" sedang di rumah baba mas sekarang". Faras sangat mempercayai istri nya selama berumah tangga tak ada kebohongan sedikit pun dari seorang Najwa.


" besok mas pulang sayang, kamu ngga perlu ke madrasah ya jemput mas. dan ngga ada alasan mas mau yang menjemput kamu". itulah Faras ia selalu merajuk jika dirinya sangat ingin bersama istrinya.


" okey insyaAlloh Najwa jemput mas". Najwa akhirnya pun mengalah dari pada ia akan di larang lagi untuk mengajar. tak setiap hari juga Faras meminta menemani nya, sebenarnya Faras sangat pengertian dengan sang istri. Namun kali ini Faras sangat merindukan sang Istri, ia mau saat pulang sang istri sudah menyambut nya.


" pak sopir belum jemput sayang"


" belum mas mungkin sebentar lagi".


" harusnya kamu jangan pulang terlalu sore sayang supaya bisa istirahat, mas ngga mau kamu sakit juga kurus. Namun akhir-akhir ini badanmu bertambah kurus saja mas lihat. makanlah yang banyak ngga perlu diet juga". Faras tersenyum ia senang bisa mengobrol dengan istri nya meski jauh selalu menelepon Najwa sesering mungkin.


" apa iya sih mas, nanti kalau aku gemuk kayak ondel-ondel dong". Najwa terkekeh.


" tak apa mas akan tetap cinta sama istri Soleha mas ini". gemas rasanya Faras ingin mencubit pipi sang istri.


" gombal". Najwa tertawa di ikuti Faras.


____


bersambung

__ADS_1


__ADS_2