Rahim Untuk Suamiku

Rahim Untuk Suamiku
operasi


__ADS_3

Rasa bahagia terpancar dari diri Faras kini Zahra akan bisa melihat lagi. Zahra hanya diam saja ia tak ingin berharap banyak, semoga hal ini benar adanya jika ia akan bisa melihat lagi. Faras melajukan mobilnya dengan cepat, beruntung jalanan tidak begitu ramai. Najwa masih bermain dengan Rafa, Rafa yang sudah mulai berjalan merangkak membuat semua orang harus memasang mata. baby sitter juga umi selalu menjaga dengan baik, Najwa tak bisa menjaga Rafa terus karena ia di harus kan untuk banyak beristirahat.


" itu Abi dan umi Zahra pulang sayang." seketika Rafa langsung merespon ia merangkak ke arah pintu melihat ke dua orang tuanya yang datang. Faras langsung tersenyum melihat buah hatinya yang kini sudah bisa merangkak, di gendong nya Rafa. Zahra berjalan masuk di tuntun oleh suster, Rafa tertawa cekikikan saat abinya menggerakkan rahangnya yang di tumbuhi bulu-bulu halus ke Rafa. Zahra tersenyum mendengar suara Rafa, di dekatkan nya Rafa ke Zahra agar Zahra bisa menyentuh nya.


" sayang mas punya kabar baik untuk mu". Najwa mendongak melihat ke wajah suaminya.


" Zahra mendapatkan donor mata". semua yang mendengar tersenyum, begitupun dengan Najwa ia sangat bahagia.


" Alhamdulillah mas, ya Allah terima kasih".


" doakan, besok kita akan segera mengurus nya". Najwa berjalan memeluk Zahra kemudian ia memeluk Faras suaminya.


" semoga semuanya lancar mas, Zahra bisa melihat lagi". ucap Najwa di usapnya kepala Zahra kemudian di ciumnya oleh Faras.


" aamiin, Zahra bisa melanjutkan pendidikan nya".


" bersyukur lah kehidupan kalian akan sangat bahagia, umi bersyukur melihat kebahagiaan kalian" .


" siapa yang telah mendonorkan mas".


" mas ngga tau sayang, mas belum bertanya. siapapun itu kita akan banyak berterima kasih kepada keluarganya".


" berikan apapun yang mereka mau mas".


" pasti sayang itu pasti". rona bahagia terpancar dari keluarga ini.


Kini Zahra di tuntun ke kamarnya untuk beristirahat, begitupun Najwa ia kembali ke kamarnya untuk beristirahat. Rafa menyusu lagi memakai dot di temani oleh suster dan umi. Seperti biasa Faras membantu Zahra dulu, merebahkan tubuhnya di ranjang menunggu hingga Zahra tertidur. setelah Zahra tidur Faras kembali ke kamar Najwa.


" kenapa belum tidur sayang". Faras berganti pakaian kemudian menghampiri Najwa di ranjang.


" Belum terpejam mas".

__ADS_1


" apa yang kamu pikirkan sayang, jangan terlalu banyak pikiran semuanya akan baik-baik saja". Faras menarik Najwa ke dalam pelukannya.


" Najwa hanya kepikiran siapa yang mendonorkan mata untuk Najwa mas".


" yang pasti seseorang yang sangat baik sayang, besok kita temui keluarga nya ya". ucap Faras ia mulai memeluk Najwa memposisikan kenyamanan untuk Najwa.


" iya mas kasih mereka yang banyak mas apapun yang mereka mau".


" iya sayang, sudah yuk sekarang tidur".


***


Zahra di antar oleh Najwa, dan ketiga pasang orang tua. hari ini Zahra mulai akan di rawat di rumah sakit di mana ia akan melakukan menerima donor mata. Dokter yang baru di pindahkan bertugas ke rumah sakit ini datang, ia mulai memeriksa Zahra semuanya menunggu di luar hanya dokter dan suster yang masuk.


" Ibu yang rileks ya kita akan mulai operasi nanti setelah shalat Zuhur". dokter tak pernah melakukan operasi sebelum shalat Zuhur karena ia tak mau tertinggal shalat nya.


Selang infus di tancapkan di tangan zahra, dokter dengan seksama memeriksa diri Zahra. Dokter profesional lulusan luar negeri sudah menyandang spesialis THT dan penyakit dalam. Dokter keluar bersama suster mereka sudah memasang semua alat infus ke diri Zahra.


" dia dokter profesional dokter baru yang di pindah tugaskan di sini.". ucap Zaskia yang menghampiri keluarga Faras.


Siang hari setelah shalat Zuhur mereka kembali berdiri di depan ruangan Zahra. kiyai Umar seperti melihat keponakannya arsi yang berjalan beriringan dengan dokter bahkan Bilal memegang tangan nya. kiyai Umar kaget itu benar arsi keponakannya anak kiyai Hasan.


" Paman kiyai Umar". arsi yang pertama menyapa ia langsung melepaskan genggaman tangan suaminya kemudian menjabat tangan keluarga di situ.


" ndok apa yang kamu lakukan di sini, ". kiyai Umar heran dan melihat ke arah dokter Bilal, kiyai Umar belum mendengar kabar jika arsi telah menikah.


" oh iya paman kiyai, maaf kami belum sempat memberi kabar ini Bilal suami arsi".


" MasyaAlloh kamu sudah menikah, kapan ndok. pakde tak di beri kabar". kiyai Umar sedikit kaget


" maaf paman memnag belum resepsi insyaAlloh Minggu besok di adakan resepsi paman, paman harus datang ya". Bilal langsung menyalami keluarga Najwa setelah di perkenalkan oleh arsi jika itu keluarga nya. yang menangani Operasi mata Zahra adalah Bilal suami dari arsi.

__ADS_1


Arsi kemudian masuk ke dalam bersamaan dengan Bilal, Najwa dan Faras yang melihatnya terkejut.


" arsi,,,," Najwa memanggil arsi.


" mba Najwa yang sakit siapa".


" Zahra ia akan operasi nanti sebentar lagi, dokter Bilal ini yang akan menangani nya". Najwa melihat ke jas dokter tertera nama Bilal.


" mba kenalkan ini suami arsi" Faras dan Najwa saling pandang.


" suami... kapan kamu menikah arsi kamu tak memberi kabar kami" tanya Najwa heran.


" Alhamdulillaah mba, kemarin memang belum lama. rencana Minggu Abah akan mengadakan resepsi jadi belum memberi kabar ke semuanya". Bilal lalu menjabat tangan Faras dan menangkupkan tangannya di atas dada tanda salam kepada Najwa.


" Lakukan yang terbaik untuk istri saya". Bilal bingung, ia berfikir Najwa istri Faras lalau yang terbaring Faras bilang itu istri dia juga.


Najwa tersenyum tau kebingungan dokter Bilal.


" saya adalah sepupu arsi anak baba Umar, baba Umar adalah kakak dari Abah Hasan. ini Faras suami saya dan ini yang terbaring Zahra madu saya. kami sama-sama istri mas Faras". Bilal terkejut bisa madu sangat akrab dengan istri pertama nya. bahkan sejak tadi Najwa dengan perut besarnya menjaga Zahra.


" oh iya maaf mba". Bilal mengikuti panggilan untuk Najwa seperti yang di lakukan arsi.


" saya akan periksa dulu, operasi sudah siap jika pasien cukup stabil".


" boleh saya tau siapa yang mendonorkan mata untuk istri saya dok".


" maaf mas saya tidak tau bukan wewenang saya, saya hanya bertugas memeriksa pasien dan operasi saja. Jika ingin tau silahkan tanya ke bagian penerima donor". Bilal mulai menghidupkan alat semacam baterai untuk melihat mata Zahra.


Arsi izin kepada Bilal agar bisa menemani keluarga menunggu pasien operasi. Bilal justru mengizinkan, secara tidak langsung arsi sedang menunggu Bilal juga.


Zahra di dorong ke ruang operasi oleh perawat, semua sudah siap untuk melakukan tindakan operasi mata Zahra.

__ADS_1


_____


__ADS_2