Rahim Untuk Suamiku

Rahim Untuk Suamiku
Tamat


__ADS_3

Faras dan zahra datang ke rumah Zaskia ia akan memeriksakan kehamilan nya. Zaskia sudah menunggunya ia hari ini sedang tidak kemanapun, Zayn di jemput oleh sang ayah pulang dari sekolah. kini Zayn sudah masuk sekolah dasar.


" Bagaimana keadaan mu Zahra". Zaskia menyambut istri dari temannya itu dengan baik.


" Alhamdulillah dok saya baik"


" Ada yang bisa saya bantu dengan kedatangan kalian". Faras memberikan hasil tesnya.


" MasyaAlloh Alhamdulillah kamu positif hamil, kita liat perkembangan janinnya ya". Zaskia meminta Zahra untuk berbaring agar ia leluasa memeriksanya. ia tempelkan alat ke perut Zahra yang sudah di beri sejenis gel yang rasanya dingin.


" ya benar kamu positif hamil Zahra itu janin Zahra, janinnya sangat sehat. selamat ya kamu akan punya anak lagi". kini Zaskia sudah punya anak yang kedua umurnya satu tahun.


" terima kasih Zaskia atas waktumu untuk kami".


" itu sudah tugas saya sebagai dokter siap untuk pasiennya, apalagi kalian sahabat aku. bagaimana kabar Rafa dan Fathan, Zayn ingin ke sana sejak kemarin tapi ayahnya selalu membawa ke kantor".


" Alhamdulillah sehat mba, antarkan saja ke rumah mba mereka semua pasti senang jika Zayn ke sana". ucap Zahra.


" yah nanti ku beri tau ayahnya,".


" kami pamit ya Zaskia".


" baik, jangan lupa untuk bahagia selalu, itu yang pesan Najwa ". mereka mengangguk, Najwa dan Zaskia memang sangat dekat selain hubungan antara pasien dan dokter mereka lebih dari sekedar teman.


Faras dan Zahra pulang ke rumah dengan membawa kebahagiaan. Faras si perjalanan tak pernah melepaskan genggaman tangannya. Faras sudah berjanji kepada Najwa bahwa ia akan menjaga Zahra serta anak-anak. Mobil masuk ke halaman, Rafa dan Fathan sudah menunggu di depan pintu untuk menyambut kepulangan umi dan abinya. kebahagiaan terpancar dari keluarga Faras. Saat keduanya mendekat Fathan dan Rafa berlari, Rafa memeluk ayahnya dan Fathan memeluk ibunya...


Abi menggenggam tangan umi agar umi kuat tak menangis, umi masih saja sering menangis melihat mereka. Abi mengusap-usap lengan umi agar bisa menetralkan dirinya.


" Tunjukkan kepada mereka bahwa kita juga sangat bahagia umi, lihatlah cucu-cucu kita mereka terlihat bahagia di tambah lagi nanti cucu kita akan lahir".


" sungguh Abi pengorbanan Najwa tak sia-sia, ia mencarikan istri yang begitu baik untuk Faras suaminya. Di dunia seribu satu wanita seperti Najwa yang mau mencarikan Rahim Untuk Suaminya. semoga Allah memberikan mu kelipatan pahala Najwa". umi menahan tangisnya.

__ADS_1


" ayo makan, anak-anak menunggu kalian".


" kalian belum makan sayang". keduanya menggeleng, merayakan kebahagiaan untuk kehamilan Zahra.


" untuk umi..." Rafa dan Fathan memberika buket bunga, Faras dan Zahra kaget melihat anak-anak nya memberikan bunga untuk nya.


" MasyaAlloh sayang terima kasih ya, umi sangat bahagia memiliki jagoan seperti kalian".


" sudah ayo kita makan, makanan nya cukup banyak. "


" MasyaAlloh umi kapan umi masak, ini kesukaan Zahra semua dan anak-anak".


" merayakan kebahagiaan sayang, akan hadir lagi seorang anak dari rahimmu".


" Alhamdulillah semoga Allah selalu memberikan kebahagiaan untuk keluarga ini, kebahagiaan yang tiada henti". ucap Zahra, Faras menggenggam tangan nya tak ingin Zahra menangis.


___


Sembilan bulan berlalu kini sudah saatnya Zahra akan melahirkan, seperti diagnosa dokter anak mereka perempuan. Faras menggendong Zahra ke klinik Zaskia.


" sakit mas, " ucap Zahra


" iya sabar sayang bismillah berdzikir". Zahra berdzikir, Zaskia sedang menyiapkan alat jika kemungkinan terjadi hal yang tidak di inginkan..


" bukannya sudah penuh, ayo Zahra mengejan teratur ya". Zahra mengejan seperti yang Zaskia minta, Faras selalu menemani istrinya melahirkan hingga untuk ketiga kalinya bayi itu keluar dengan tangis yang cukup keras.


Semua keluarga menunggu di luar mereka senang ketika anak Zahra sudah lahir. Rafa dan Fathan saling berpelukan mendengar suara tangis adik mereka.


" Alhamdulillah, terimakasih sayang." Faras mencium Zahra berkali-kali.


Zahra sudah dibersihkan begitu juga bayinya, dan Faras akan mengadzani untuk anaknya. Suara adzan menitikkan air mata bagi siapa saja yang mendengarkan.

__ADS_1


" Hafidza Shafiya nak semoga kamu akan seperti kedua umimu mempunyai hati yang lembut". ucap Faras. Nama yang pernah Najwa tulis jika Faras dan Zahra punya anak perempuan. Zahra sangat tidak keberatan nama itu di sematkan untuk bayinya.


Rafa dan Fathan di perbolehkan untuk masuk mereka senang melihat adik mereka sudah lahir. Zayn pun datang dengan ayahnya, ia juga melihat bayi Zahra.


" adik kalian cantik gini, jika besar akan ku nikahi dia. cantik dan imut". ucap Zayn asal.


" Zayn jangan bicara sembarangan ucapan itu doa nak, jika kamu tak bisa memenuhi ucapanmu namanya kamu mengingkari".


" Zayn berjanji ma akan menikahi adik Shafiya jika sudah besar".


" astaghfirullah Zayn jaga mulutmu". Zaskia tak enak hati dengan Faras dan Zahra serta keluarga mereka. Zayn yang selalu berkata tidak di pikirkan terlebih dahulu, ceplas ceplos semaunya. benar-benar Zayn absurd.


" apa mama tak senang Zayn menikahi adik cantik ini, ia sangat imut ma lihatlah". Zaskia menutup wajahnya ia malu dengan keluarga Zahra.


" Zayn ..."


" sudahlah ma, jodoh Allah yang mengaturnya kenapa pusing dengan ucapan Zayn. dia memang selalu begitu, adik Zayn laki-laki wajar saja dia senang melihat adik perempuan". ucap suami Zaskia.


" Tidak papa aku menyukainya, Tante om jangan boleh jika ada yang menikahi nya suruh adik Shafiya menunggu ku. aku akan sekolah tinggi cari uang yang banyak dan akan datang menikahi Shafiya". semua orang tertawa mendengar ucapan Zayn.


" insyaAlloh akan om pikirkan Zayn, jika kamu bisa menjadi yang terbaik untuk Shafiya akan om izinkan". Zayn bersorak senang semuanya ikut tertawa melihat Zayn yang melompat.


" Terima kasih sayang sudah memberikan kebahagiaan untuk keluarga ini, mas yakin Najwa juga bahagia melihat kita bahagia di sana". Faras menggenggam tangan Zahra ia mencium keningnya, Fathan dan Rafa mendekat ia ikut memeluk orang tuanya serta Hafidza Shafiya ikut dalam pelukan Zahra.


Keluarga yang cukup lengkap, kini ada tiga anak yang mereka besarkan. Rafa, Fathan dan Shafiya. Keinginan Najwa terwujud dengan pengorbanannya mencarikan Rahim Untuk Suaminya dan nama anak perempuan yang ia pernah tulis dalam suratnya, Faras dan Zahra sematkan ke nama anaknya yang kini lahir. Bahagia sudah untuk keluarga Faras dan Zahra, Najwa di sana tersenyum melihat kebahagiaan keluarganya. Semua keluarga besar ikut tersenyum dengan kebahagiaan Faras dan Zahra.


___________________TAMAT___________________


readers tersayang akan ada kisah Bilal dan Arsi di novel selanjutnya. Nantikan rilisnya, insyaAlloh secepatnya penulis akan launching kan.


Semoga reader sehat terus dan bahagia selalu.

__ADS_1


Salam sayang selalu dari penulis Fenitri Azzukhruf.


Terimakasih sebanyak banyaknya telah mendukung novel ini.


__ADS_2