Rahim Untuk Suamiku

Rahim Untuk Suamiku
Zahra melahirkan


__ADS_3

Zahra masih saja meringis menahan sakit yang teramat, istri Habibi berusaha menenangkan nya. Habibi pun gugup ia lajukan mobilnya dengan kencang menuju rumah sakit.


" kenapa kamu sendirian Zahra di mana Faras". tanya Habibi.


" mas Faras ada di kantor pak, saya hanya ingin jalan ke pantai saja tadi".


" seharusnya kamu tidak pergi sendiri dengan perut besarmu". sesampainya di rumah sakit Zahra di bawa ke ruangan Zaskia .


Terlihat Faras berlari mencari keberadaan Zahra, Faras sudah di telepon oleh Habibi mengabarkan jika Zahra ada di rumah sakit dan seperti nya akan melahirkan. Zahra masih berusaha mengejan tapi belum berhasil hingga Faras masuk menemani Zahra.


" pelan-pelan zahra mengejan nya kamu atur nafasmu ya" ucap dokter Zaskia memberi pengarahan. Faras merasa tak tega melihat Zahra yang sudah penuh dengan keringat.


" sakit mas"


" iya sayang kamu pasti bisa, " Faras menguatkan.


Hingga hampir satu jam akhirnya bayi mungil itu keluar dari rahim Zahra, saat suara tangis itu terdengar pertama kali Faras langsung mencium kening Zahra. Faras junior sudah keluar dengan selamat juga ibunya, Faras menciumi wajah Zahra, sebelum ia melihat sosok mungilnya.


" terima kasih sayang". Faras terus menciumi Zahra. Zahra tersenyum rasanya lega kini ia bisa melahirkan dengan normal.


Bayi mungil itu di bersihkan oleh dokter kemudian di berikan kepada Faras dan Zahra agar mereka melihatnya kemudian faras mengadzani anaknya. Zahra mendengar lantunan suara adzan Faras yang sangat merdu iapun menitikkan air matanya.


" ini anak kita sayang, tampan sekali". ucap Faras, Zahra hanya mengangguk ia mengingat Najwa.


Jihan membawa Najwa menemui Zahra, Najwa sudah di beri kabar oleh Faras. Najwa melihat bayi mungil itu ia bahagia kini keinginan nya untuk sang suami Faras terkabul.


" dia tampan sekali seperti dirimu mas". ucap Najwa,..

__ADS_1


" Alhamdulillah". Faras menggendong bayi nya dengan rasa takut.


" anak kita Zahra, trimakasih". ucap Najwa.


" anak kalian." ucap Zahra keceplosan, pikirannya masih mengingat ucapan Najwa dan Jihan. Zahra merasa bersalah masuk dalam lingkup keluarga Najwa .


" iya Zahra ini anak kita". ucap Najwa lagi, Zahra membalas dengan senyuman.


Semua keluarga sudah di beri kabar dan mereka datang orang tua Najwa, Zahra juga orang tua Faras. kegembiraan terlihat jelas oleh semua keluarga.


_


Seminggu sudah Zahra pulang dari rumah sakit acara syukuran juga sudah di lakukan. Muhammad Rafa Al Abror nama yang mereka sematkan pada jagoan kecil mereka. Setiap malam Zahra resah ia tak bisa tidur memikirkan semua kata-kata Najwa. Zahra benar-benar tak ingin menyakiti orang sebaik Najwa, Zahra sudah mendapatkan segalanya dari kebaikan Najwa. Zahra sudah tak ingin berfikir panjang lagi, Zahra berkemas memasukkan semua pakaiannya ke dalam koper. Zahra sudah tepat dengan keputusan nya bahwa ia akan meninggalkan keluarga ini tak sanggup rasanya setiap hari pikirannya teringat semua kata-kata Najwa.


' aku tak akan merusak kebahagiaan kalian mba, bismillah semoga keputusan ini jauh lebih baik'. Zahra sudah memompa asinya hingga kempes ia letakkan di tempat penyimpanan ASI. ia berjalan ke kamar Rafa terlebih dahulu, menciumi Rafa yang sedang tertidur ada suster yang menjaganya.


Semua keluarga sedang berkumpul di ruang keluarga setelah makan malam, Zahra sudah menelepon taksi ia akan pulang niatnya sudah bulat. Zahra turun dengan menenteng koper nya. Semuanya nampak heran melihat Zahra. umi, Abi, Faras juga Najwa melihat ke arah Zahra.


" mba, mas Faras, umi dan Abi maaf Zahra pamit akan pulang. terima kasih untuk semuanya kasih sayang yang kalian berikan untuk Zahra, Zahra sungguh bahagia. Memberikan kebahagiaan untuk keluarga Zahra juga dan adik-adik Zahra bahkan Zahra masih bisa melanjutkan sekolah. Zahra pamit setiap hari akan Zahra antar asi untuk Rafa. Rafa anak kalian mas Faras dan mba najwa".


" apa maksudmu Zahra kamu tidak kasihan dengan Rafa, kamu ibunya Zahra". ucap najwa.


" mba Najwa adalah ibunya". ucap Zahra menahan tangis.


" nak apa yang kamu katakan, kamu adalah keluarga kami kasihan Rafa".


" maafkan Zahra umi, insyaallah ini akan lebih baik. Rafa bersama kalian orang baik ia tak akan kekurangan kasih sayang. Zahra pamit". Zahra mencium tangan umi dan Abi hanya najwa yang tak mau menerima uluran tangan Zahra, Faras hanya terdiam ia tak mau bicara. jika mencegah ia tak mau Najwa tersakiti.

__ADS_1


" mas cegah Zahra mas". ucap Najwa.


" Zahra.." panggil faras dadanya sesak.


" Zahra titip Rafa ya mas, assalamu'alaikum". Zahra menggeret kopernya untuk pergi Najwa dan umi menangis. Zahra langsung masuk ke dalam taksi dan taksi langsung melajukan mobilnya. Di dalam mobil Zahra menumpahkan semua air matanya, ia menangis mengingat kenangan bersama suaminya Zahra sadar jika ia benar-benar mencintai Faras. tapi Zahra tak ingin egois merenggut kebahagiaan Najwa yang selalu baik kepadanya dan keluarga nya.


Najwa berlari ke kamar Rafa ia menciumi Rafa yang sedang tertidur, Najwa tidak ingin terjadi selain ia menginginkan anak dari Zahra Najwa juga ingin zahra menemani suaminya dan jika suatu saat Najwa pergi sudah ada Zahra di sisi Faras. Tak ada yang bisa Faras lakukan bahkan ia tak mengejar Zahra tak mungkin ia lakukan sedangkan ada Najwa cinta pertamanya. Faras bingung ia mendekati Najwa yang berada di kamar Rafa.


" maafkan umi nak, semua kesalahan umi. umi janji akan membawa umi Zahra kembali ke rumah ini". ucap Najwa Faras mengusap bahu Najwa menenangkan.


Najwa lalu memeluk suaminya Faras, Faras menenangkan Najwa takut jika Najwa drop kesehatan nya.


Zahra sampai rumah langsung memeluk uminya, uminya pun kaget mendapati Zahra yang pulang dalam keadaan menangis. Umi menenangkan ia tak ingin bertanya sebelum Zahra yang berbicara, umi membiarkan Zahra menangis dalam pelukannya. Abi keluar mendengar seseorang terisak, di dapati nya zahra menangis. umi memberi isyarat Abi agar Abi tak bertanya apapun.


" maaf kan Zahra umi maaaf, ini keputusan Zahra".


" katakan perlahan nak ads apa".


" Zahra tak sanggup mengingat mba Najwa jika ia cemburu terhadap Zahra. mba Najwa orang yang selalu baik selama ini dengan kita. Zahra tinggalkan Rafa umi". Zahra menangis lagi mengingat buah hatinya.


" jangan buat keputusan dengan emosi nak, pikirkan dengan hati yang tenang". ucap umi.


" keputusan Zahra sudah bulat umi, ini akan lebih baik untuk semuanya".


" katakan sama umi apa kamu mencintai nak Faras". Zahra hanya mengangguk kemudian umi memeluk Zahra ia tau apa yang di rasakan Zahra saat ini.


Zahra kemudian masuk ke kamar di biarkan nya oleh umi agar pikiran nya tenang.

__ADS_1


___


bersambung


__ADS_2