Rahim Untuk Suamiku

Rahim Untuk Suamiku
kemo pertama


__ADS_3

Jihan dan Najwa masuk ke ruangan Zaskia untuk meminta surat rujukan, meski di sana nanti yang akan menangani dr Arif juga Zaskia namun ia mengikuti peraturan yang berlaku di rumah sakit. ini adalah kemo pertamanya Najwa. waktu kemo sebenarnya tidak lama tapi Najwa harus pemulihan dulu sebelum ia pulang bertemu keluarganya.


" Bertemu faras dan Zahra tadi". tanya Zaskia sembari menulis surat rujukannya.


" tidak kami tidak melihatnya". Najwa mengelak.


" mereka melakukan pemeriksaan".


" bagaimana keadaan nya mba".


" Alhamdulillah Zahra dan janinnya sehat".


" Alhamdulillah". Najwa nampak senang.


" Berikan ini ke dokter arif nanti saya akan menyusul siang, semangat Najwa kamu harus yakin jika kamu akan sembuh".


" iya mba insyaAlloh setidaknya sampai aku bisa melihat anaknya mas Faras".


" optimis Zahra tak ada yang tak mungkin bagi Allah kamu pasti taukan hal itu". ucap Zaskia ia menguatkan pasiennya.


Dr Arif sudah menunggu, kemoterapi yang di lakukan najwa sudah di persiapkan oleh dokter arif. dr Arif akan memasukkan obat pembunuh sel kanker lewat infus. Najwa sudah siap di temani oleh Jihan sahabatnya, harus menambah darah satu kantong terlebih dahulu karena darah Najwa tidak stabil untuk melakukan kemoterapi.


" berdoa Najwa kamu akan sembuh, setelah ini akan di masukkan obat nya pasti rasanya nanti akan sedikit ngilu. kamu tahan ya.". ucap dr Arif. Najwa berdoa ia meminta kepada agar di kurangi rasa sakitnya, ia menitikkan air mata mengingat suaminya Faras.


_


Faras membelikan es krim di supermarket, satu cup sedikit besar. Zahra menunggu di mobil sembari melihat-lihat handphone nya. Faras mengantri sebentar di kasir, ia terlihat bahagia setelah ia melihat janin di dalam perut zahra itu adalah benih yang ia tanam di rahim Zahra.


" mas besar banget eskrim nya". Zahra terkekeh dengan apa yang Faras beli.


" biar kamu dan anak kita puas sayang".


" Zahra ngga akan habis mas ini terlalu banyak". ucap zahra.

__ADS_1


" tidak apa-apa kita makan berdua ya". Zahra mengangguk Faras kemudian melajukan mobilnya ke suatu tempat.


" mas kok ke sini" Zahra melihat sekitar tempat ia belum pernah melihat tempat itu, Zahra memang hanya di sibukkan kerja membantu kedua orang tuanya.


" kita makan es krim nya di sini sayang, sekali-kali kita berlibur mas belum pernah mengajakmu jalan.".


" mba Najwa". Zahra mengingat Najwa.


" sejak lama sebenarnya Najwa meminta ku untuk mengajakmu jalan-jalan tapi kamu tau kan aku tak ingin menyakiti Najwa, kini Najwa sedang bersama Jihan kesempatan aku untuk jalan-jalan denganmu." Faras mengusap kepala zahra.


" terimakasih mas kalian memperlakukan Zahra dengan sangat baik, kalian benar-benar orang baik. umi Abi mas sangat menyayangi zahra membuat Zahra terharu dan sangat bersyukur"


" semuanya berkat Najwa sayang, maafkan jika belum bisa menjadi suami seperti yang Zahra inginkan". kata Faras saat mereka masih di dalam mobil.


" tidak mas, mba Najwa orang yang sangat baik memperlakukan ku sebagai madunya dengan baik. dan mas adalah suami terbaik yang pernah Zahra temui". ucap Zahra kini Zahra berani memegang tangan Faras, Faras lalu mengecup tangan Zahra mereka saling tatap melempar senyum ada desiran lain di hati mereka masing-masing.


Keduanya turun membawa eskrim yang akan di minta, Faras memilih gazebo dekat pantai agar bisa melihat pantai lebih dekat. kini mereka menjadi pasangan seperti yang lain, suami istri yang saling menyayangi.


Sedangkan di sana ada Najwa yang sedang berjuang dengan penyakitnya. Ada jihan yang setia menemani Najwa, Najwa menahan rasa sakit yang teramat obat yang dokter masukkan berasa remuk tulang-tulang Najwa.


" dok kenapa sakit sekali".


" kamu baru pertama melakukan nya memang rasanya sakit, tahan ya itu reaksi obat berjalan dengan baik ia membunuh sel-sel kanker dalam dirimu". ucap dr Arif yang sedang memeriksa infusan.


" jika saja Faras tau kamu akan mempunyai kekuatan Najwa, mungkin rasa sakitmu tak akan berasa sampai begini. "


" jangan Jihan aku tak mau mas Faras tau, biarkan aku yang merasakan sakitnya karena memang aku yang sakit.". jihan menggelengkan kepalanya heran dengan sahabat nya itu.


" Najwa kamu benar-benar wanita saliha, kamu kuat sahabat ku yang paling aku sayang".


" kamu juga Jihan, jadi ku mohon jangan pernah katakan apapun pada mas Faras. biarkan mas Faras bahagia, aku senang kini mas Faras sednag bahagia bersama Zahra. itu yang ku mau sejak awal Jihan, mencari kan wanita untuk mas Faras jika aku pergi nanti sudah ada Zahra di samping mas faras. mas Faras tak akan sedih kehilangan ku". Najwa tersenyum.


" kenapa mas dulu mau menikahi Zahra, mas tau kan Zahra masih anak-anak belum tau apapun"

__ADS_1


" jujur Zahra mas sebenarnya menolak saat itu, mas sangat mencintai Najwa melebihi apapun. mas tak pernah peduli jika Najwa punya anak atau tidak, tapi Najwa memaksa ku untuk menikahi mu".


" mba Najwa orang yang baik mas".


" Aku kekeh tak mau di paksa oleh Najwa namun ia memberikan pilihan yang sulit untuk mas. Nikahi Zahra atau ceraikan Najwa. aku tak bisa memilihnya antara keduanya, akhirnya karena shalat istikharah ku mas memilih menikahi mu. Maafkan jika mas belum mencintai mu". Zahra tersenyum.


" tak apa mas, yang penting mas selalu mencintai ank kita dan mba Najwa"


" maafkan aku, mungkin selama ini aku hanya sayang padamu". ucap Faras.


" iya mas, Zahra juga menyayangi kalian".


" Zahra apa kamu mencintai ku". tanya Faras tanpa ragu.


" lihat mas ombaknya tinggi bagus sekali". Faras melihat ke arah Zahra terlihat bahagia, padahal di sisi lain Zahra mengalihkan pembicaraan ia tak mau menjawab pertanyaan Faras.


Zahra juga tidak tau apa yang ia rasakan cinta atau hanya sayang sebgai kakak saja. Namun setiap detik kini otaknya hanya di penuhi oleh suaminya, rasa rindu itu semakin menggebu saat Faras jauh darinya.


" ke pinggir yuk mas". ajak Zahra ia bergegas berjalan mendekati pantai.


" sayang hati-hati, pelan-pelan Zahra". Faras berlari menyusul Zahra.


Zahra bermain di pinggir pantai ia bermain air, Zahra sangat bahagia ia merentangkan tangannya di pejamkan nya mata menikmati deburan ombak yang terus menerus seakan ikut bergembira mengiringi kebahagiaan Zahra. Faras memeluk Zahra dari belakang ia ikut merentangkan tangan nya si atas tangan zahra. Kebahagiaan hadir pada Faras dan Zahra seakan lupa jika di antara mereka masih ada Najwa.


" kamu bahagia sayang".


" iya mas, Zahra sangat bahagia." keduanya kemudian bergandengan tangan menyusuri pinggir pantai. waktu sudah cukup siang Faras menggendong Zahra hingga ke mobil. Kemudian mereka pulang Faras tak ingin Zahra lelah.


___


bersambung


jangan lupa tinggalkan jejak reader tersayang.

__ADS_1


__ADS_2